Sabtu, 1 Oktober 2022, peletakan batu pertama pembangunan masjid pemberian PT. Polowijo Gosari Indonesia, Gresik, kepada Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”.
Acara ground breaking atau peletakan batu pertama ini terlaksana sangat menakjubkan. Seluruh siswa SMA dan SMP An-Nur menyambut kedatangan PT. Polowijo Gosari Indonesia Group dengan berbaris di tepi jalan hingga ke lokasi pembangunan.
Sesampainya di lokasi, tim Al-Banjari menyambut para tamu dengan tabuhan rabananya. Acara pun berlangsung di gazebo yang terhias kain merah dan putih di tiangnya.

Kiai Khoiruddin, Ak., M.S.I., dan istri beliau, Ning Muyassaroh mengalungkan karangan bunga melati kepada Ketua Yayasan Harfin Gosari dan Ketua Yayasan Djariyah Foundation, H. Didik Pribadi Arifin, M.B.A.. Juga kepada Nyai Hj. Suharti Arifin, istri salah satu perintis PT. Polowijo Gosari H. A. Djauhar Arifin, setelah turun dari mobil.
Panitia mempersilakan seluruh keluarga PT. Polowijo Gosari dan keluarga besar Pondok Pesantren An-Nur II untuk menempati gazebo sebagai lokasi pembukaan acara. Tak lama, Ustaz Zainul sebagai MC (Master of Ceremony) membuka sesi acara. Kemudian acara berlanjut ke pembacaan ayat suci Al-Quran oleh santri tahfiz An-Nur II.
Setelah itu, acara berlanjut ke penyampaian sambutan dari pengasuh Pondok An-Nur II, Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. Beliau mengucapkan terima kasih kepada pihak PT. Polowijo Gosari yang telah hadir serta telah mendonasikan masjid untuk An-Nur II.
Kemudian, H. Didik Pribadi Arifin, M.B.A., kebagian mandat untuk menyampaikan sambutan. Beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada Pondok An-Nur II, terutama dalam sesi penyambutan. “Luar biasa penyambutannya. Saya kaget tadi,” ungkap beliau.
Acara pun berlanjut ke penyerahan cendera mata. Kali ini, Kiai Zainuddin Badruddin memberikan cendera mata berupa miniatur Gerbang Biru kepada Bapak Didik Pribadi. Setelah itu, Kiai Samsul Arifin membacakan doa sebagai penutup.

Kemudian panitia memandu seluruh hadirin ke lokasi peletakan batu pertama. Yang meletakkan batu ini dari pihak PT. Polowijo Gosari, yaitu Bapak Didik Pribadi Arifin, Abah H. Husni Amin, dan Abah H. Ir. Umar Faruq. Setelah itu, baru keluarga Pondok An-Nur II, yakni Kiai Fathul Bari, Kiai Zainuddin, Kiai Samsul Arifin, Kiai Husni Mubarok. Kiai Khoiruddin, Agus Didik Nur Ahsani, dan Agus Helmi Nawali.
Usai prosesi ground breaking, pada hadirin menuju Pendopo Al-Badru untuk ramah tamah.
Konsep Masjid Kedua Untuk An-Nur II

Di balik penghibahan masjid ini, PT. Polowijo Gosari memiliki sebuah misi yaitu membangun masjid setiap tahun. Kebetulan mereka membangun masjid yang ke-11 ini di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” dan menjadi masjid kedua milik An-Nur II.
PT. Polowijo Gosari juga bermaksud menjalin silaturahmi dengan keluarga Pondok Pesantren An-Nur II. “Karena kita memang ingin menjalin silaturahmi dari orang tua kita,” ungkap Bapak Didik Pribadi.
Selain itu, Bapak Didik juga mengatakan pembangunan masjid di An-Nur II ini karena kurangnya kapasitas masjid pertama. Sehingga PT. Polowijo Giosari membangun masjid baru untuk An-Nur II dengan ukuran 30 × 30 meter yang akan menampung 1500-2000 jemaah dan bernama Masjid Suharti Arifin yang merupakan nama Hj. Suharti Arifin
“Masjid ini berukuran 30 x 30, jadi sekitar 900 meter persegi. Dan kemarin kalau kita hitung itu kapasitasnya kalau siswa ini sekitar 1500-2000 orang,” jelas Ketua Yayasan Djariyah Foundation tersebut.
Beliau juga menerangkan bahwa Pondok An-Nur II juga akan membangun asrama putra lagi di dekat lokasi Masjid, sehingga beliau beranggapan masjid ini akan kekurangan kapasitas lagi. “Jadi saya kira ini untuk sekarang jangan melihat sekarang. Tapi nanti untuk ke depannya pasti masjid akan penuh, sehingga para siswa tidak terlalu jauh untuk ke sana,” ucap beliau.
“Jadi bisa memakai masjid ini untuk salat Jumat dan beribadah. Walaupun untuk belajar Al-Quran segala itu, bisa di tempat ini, tidak jauh-jauh ke depan nanti kalau asramanya sudah jadi,” tambah beliau.
Beliau memiliki harapan yang sangat tinggi dalam pembangunan masjid ini, termasuk di An-Nur II. “Harapan kami sangat-sangat besar sekali bahwa dengan berdirinya tempat ibadah, pastinya, sekaligus menjadi tempat belajar agama. Dengan adanya masjid yang kedua ini semua siswa bisa tertampung meskipun ke depannya pasti akan kurang dari bertambahnya siswa, mahasiswa,” ungkap Bapak Didik.
Selain itu, beliau menyampaikan dalam sambutannya bahwa target pembangunan masjid ini rampung sebelum bulan Ramadan. “Pokok’e posoan iso digae solat, sehingga berkah (Yang penting bulan puasa bisa digunakan salat, sehingga berkah),” ucap beliau.
(Riki Mahendra Nur C/Mediatech)
