Prestasi Berkelanjutan, An-Nur II Menjadi Destinasi Kunjungan MTD

annur2.net – Kebanyakan orang yang pernah berkunjung ke Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” karena pesona wisatanya. Ahad, 14 Desember 2025, MTD (Muhibbin Tilawah Wa Dakwah) Wagir, Kabupaten Malang bersama 15 pengurus dan anggotanya berkunjung ke An-Nur II sebab terpincut prestasinya.

Memang pada beberapa waktu terakhir ini, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” sedang panen gelar juara. Mulai dari prestasi akademik hingga non akademik diraih oleh santri-santrinya.

Santri An-Nur II juga peraih gelar juara 1 MQK tingkat nasional pada event Zukhruf, Juara 1 Olimpiade Nahwu Shorof tingkat nasional di Saqoyyah 2025 dan event Zukhruf di UINSA Surabaya. 

“Maka saat ini kami memilih An-Nur II karena kami melihat kiprah An-Nur II di dunia musabaqah (perlombaan) itu sangat luar biasa.” Ungkap Ust. Solihul Hadi, Dewan Penasihat MTD, mewakili sambutan pendiri MTD, Ust. Syaiful Bahri.

Prestasi-prestasi seperti ini yang menjadikan MTD ingin mengunjungi An-Nur II. Meski tujuan utama adalah Sowan Ulama, meminta nasihat. Sowan Ulama merupakan salah satu program tahunan yang MTD miliki.

“Dalam rangka kami meminta, Athlubu Nasihah (meminta nasihat), meminta sebuah nasihat dari panjenengan (Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag.).” Imbuhnya.

Sebelum lanjut, kita perlu mengetahui apa itu MTD. MTD adalah organisasi berisikan orang-orang pecinta Al-Qur’an dan dakwah. Mereka akan dilatih dalam membaca, memahami, dan menyampaikan isi kandungan Al-Qur’an.

Menjaga Cahaya Al-Qur’an di Tengah Panggung Dakwah, Pesan Kiai Fathul Bari

Kiai Fathul Bari mengapresiasi dengan terbentuknya organisasi MTD. Pada zaman sekarang yang sudah carut marut masih ada segolongan orang pecinta dan pendakwah Al-Qur’an. “Organisasi (MTD) sangat-sangat baik.” Ucap Kiai Fathul.

Bagi pecinta Al-Qur’an dia akan menjadi mulia karenanya. Dari awal mula turunnya Al-Qur’an hingga sekarang apapun yang bersamanya menjadi mulia.

Misal malaikat Jibril, pemimpin para malaikat, pengantar Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad. Kemudian, Nabi Muhammad, penutup para utusan Allah sang pembawa Al-Qur’an. Serta Umat Nabi Muhammad yang paling mulia di antara umat yang lain karena berpedoman kepada Al-Qur’an.

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Al-Bukhari)

Selain itu, Kiai Fathul Bari juga mengingatkan agar para pendakwah MTD dapat membedakan urusan akhirat dan dunia. Menurut beliau, banyak pendakwah yang keliru. Banyak pendakwah yang lebih mengedepankan ketenarannya daripada tujuan utamanya yaitu mendekatkan diri kepada Allah Swt.

“(Dakwah) Mengajak kepada Allah Swt., bukan mengajak kepada diri kita sendiri.” Nasihat Kiai Fathul.

Meski diundang ceramah di manapun harus mereka terima. Baik ada uang atau tidak. “dan tantangan ataupun halangan rintangannya adalah urusan dunia.” Imbuh beliau.

Sesi tausiyah bersama Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., Pengasuh An-Nur II

(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II