PRAY FOR SJ-182

PRAY FOR SJ-182


*ONE DAY ONE HADITH*

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasul SAW bersabda :


الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِيقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ


Orang mati syahid itu ada lima, orang yang terkena penyakit tha’un (lepra), orang yang sakit pada bagian perutnya, Orang yang tenggelam, orang yang tertimpa benda keras, dan Orang yang mati syahid di Jalan Allah. [HR Bukhari]

Catatan Alvers

Pesawat Sriwijaya Air dengan penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak dikabarkan membawa 6 awak pesawat dan 56 penumpang mengalami hilang kontak 4 menit setelah lepas landas pada pukul 14.40 WIB (9-01-2021) dan kemudian ditemukan tanda-tanda jatuh di sekitar dekat Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tersebut sebelumnya mengalami delay 30 Menit karena alasan cuaca. [Bisnis com] Kecelakaan ini menambah daftar kecelekaan pesawat dimana terakhir terjadi pada tahun 2018, Pesawat Lion Air JT610 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta hilang kontak 13 menit setelah take off dan akhirnya pesawat yang membawa 189 orang itu dinyatakan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. [Detik com]
Dalam catatan sejarah, tahun 2014 Air Asia Indonesia Penerbangan 8501 jatuh di Laut Jawa. Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 162 tewas. Tahun 2012, Sukhoi Superjet 100 menabrak Gunung Salak. Seluruh 45 penumpang dan awak pesawat tewas. 2007, Adam Air Penerbangan 574 jurusan Surabaya – Manado jatuh di Selat Makassar Seluruh 102 penumpang dan awak pesawat tewas. Tahun 2007: Garuda Indonesia Penerbangan 200 jurusan Jakarta – Yogyakarta tergelincir saat mendarat di Bandar Udara Adisucipto. 22 penumpang tewas dan 118 penumpang selamat. [Wikipedia]

Kami atas nama Pondok Pesantren AN-NUR 2 Malang Jatim dan One day one hadith Alvers turut berduka cita atas musibah tersebut dengan mengucapkan “Innalillah wa inna ilaihi rajiun” teriring doa semoga kaum muslimin yang menjadi korban mendapat predikat syahid akhirat karena mereka mengalami benturan keras dan tenggelam sebagaimana keterangan hadits utama di atas.
Suatu ketika Rasul SAW bersabda: “Apa yang dimaksud orang yang mati syahid di antara kalian?” para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, orang yang meninggal karena berjuang di jalan Allah itulah orang yang mati syahid.” Beliau bersabda:


إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيلٌ


“Kalau begitu, sedikit sekali jumlah ummatku yang mati syahid.”

Para sahabat berkata, “Lantas siapakah mereka ya Rasulullah?” beliau bersabda: “Barangsiapa terbunuh di jalan Allah maka dialah syahid, dan siapa yang mati di jalan Allah juga syahid, siapa yang mati karena penyakit kolera juga syahid, siapa yang mati karena sakit perut juga syahid…. “Orang yang meninggal karena tenggelam juga syahid.” [HR Muslim]

Maksud “Syahid” tersebut dikatakan oleh An-Nadlr bin Syumail : Dinamakan syahid (dari kata syahadah artinya persaksian) karena ruh mereka menyaksikan surga darus salam sementara ruh orang lainya baru menyaksikan surga kelak di ahri kiamat. Ibnul Ambari berkata : dinamakan syahid karena karena Allah ta’ala dan malaikatnya ‘alaihimus salam memberikan kesaksian bahwa orang tersebut mendapatkan surga. Dan ada pula pendapat yang menyatakan bahwa orang yang meti syahid, mereka itu dipersaksikan dengan iman dan husnul khotimah. [Syarah An-Nawawi]

Semoga kaum muslimin yang menadi korban dalam kecelakaan tersebut mendapat ampunan-Nya. Abul Walid Al-Baji berkata :


هَذِهِ كُلّهَا مِيتَات فِيهَا شِدَّة الالم فتَفَضَّلَ اللَّه عَلَى أُمَّة مُحَمَّد صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ جَعَلَهَا تَمْحِيصًا لِذُنُوبِهِمْ وَزِيَادَة فِي أُجُورهمْ يُبَلِّغهُمْ بِهَا مَرَاتِب الشُّهَدَاء


Ini semua merupakan kematian yang didalamnya terdapat rasa sakit yang keras, maka Allah karuniakan itu kepada ummat Nabi Muhammad SAW sebagai penghapus dosa-dosa dan tambahan pahala bagi mereka yang mengantarkan mereka mencapai derajat para syuhada’ [Tanwirul Hawalik]
Pada tahun 2016 silam, Seorang wanita ibu rumah tangga di Blimbing, Malang meninggal karena tertimpa tubuh pesawat Super Tucano 3108 milik TNI AU yang jatuh tepat di atas rumahnya. Ini membuktikan bahwa kecelakaan pesawat tidak hanya menimpa penumpang dan awak pesawat namun juga bisa menimpa orang yang berada di rumah sekalipun. Maka seorang penyair Iraq, Ibnu Nubatah berkata :


وَمَنْ لَمْ يَمُتْ بِالسَّيْفِ مَاتَ بِغَيْرِهِ :: تَنَوَّعَتِ الْاَسْبَابُ وَالدَّاءُ وَاحِدٌ


Barang siapa tidak mati dengan pedang maka ia akan mati dengan lainnya. Karena sebab kematian itu berbeda-beda namun sama-sama mati [ Siyar A’lamin Nubala’]

Jika sudah tiba ajal maka seseorang akan meninggal dengan sebab apapun. Allah SWT berfirman :


فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ


“Maka jika datang waktu kematian mereka, tidak bisa mereka tunda dan mendahulukannya sedetikpun,”[QS. An-Nahl: 61].
Dan sebaliknya jika belum saatnya, maka orang tersebut akan selamat dengan sebab apa saja. Terbukti, Hj Rachmawati, Mantan Qoriah Nasional era tahun 1985-1986 yang namanya terdaftar di manifest Sriwijaya Air SJ182 tersebut tidak jadi menumpangi pesawat tersebut karena PCR SWAB nya belum keluar. dan akhirnya beliau sehat wal afiat dan melakukan penerbangan keesokan harinya dengan pesawat berbeda. [Sripoku com]
Namun demikian, setiap kita tidak bisa terlepas dari musibah dengan bentuk yang berbeda-beda. Bisa jadi musibah itu berupa dipecat dari pekerjaan, anak meninggal, sakit yang berkepanjangan, dan lain-lain. Allah SWT berfirman :


وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ


Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar [al-Baqarah :155]

Dan musibah global yang sekarang sedang menimpa yaitu pandemi covid-19 yang tak kunjung berakhir. Orang yang meninggal akibah wabah maka mereka juga termasuk kategori syahid (akhirat). Bahkan dalam hadits lain disebutkan delebihnya, yaitu : diriwayatkan dari Jabir bin Atik RA, Rasul SAW bersabda :


الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللهِ : الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ


Mati syahid selain yang tewas dalam peperangan membela agama Allah, ada tujuh, mati karena penyakit tha’un (lepra) adalah syahid, mati karena tenggelam adalah syahid, mati karena luka dalam bagian perutnya adalah syahid, mati karena sakit perut adalah syahid, mati karena terbakar adalah syahid, mati karena tertimpa bangunan (benturan keras) adalah syahid, dan wanita yang mati karena mengandung (atau melahirkan) adalah syahid” [HR. Abu Dawud]
Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk semakin meyakini kebenaran ajaran Islam dan untuk meyakininya tidak menunggu adanya hasil penelitian ilmiyah terlebih dahulu.

Salam Satu Hadits
Dr.H.Fathul Bari.,SS.,M.Ag

Pondok Pesantren Wisata
AN-NUR 2 Malang Jatim
Ngaji dan Belajar Berasa di tempat Wisata
Ayo Mondok! Mondok Itu Keren!

NB.
“Ballighu Anni Walau Ayah” Silahkan Share sebanyak-banyaknya kepada semua grup yang ada supaya sabda Nabi ﷺ menghiasi dunia maya dan menjadi amal jariyah kita semua.

Photo source : pixabay/pexel.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: