Pray For JT-610

ONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Jabir bin Atik RA, Rasul SAW Bersabda :

الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللهِ : الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ ، وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ ، وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ ، وَالَّذِي يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ

Mati syahid selain yang tewas dalam peperangan membela agama Allah, ada tujuh, mati karena penyakit tha’un (lepra) adalah syahid, mati karena tenggelam adalah syahid, mati karena luka dalam bagian perutnya adalah syahid, mati karena sakit perut adalah syahid, mati karena terbakar adalah syahid, mati karena tertimpa bangunan (benturan keras) adalah syahid, dan wanita yang mati karena mengandung (atau melahirkan) adalah syahid” [HR. Abu Dawud]

 

Catatan Alvers

Sebagaimana kita ketahui, Pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT610 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Senin, (29/10/2018) pukul 06.20 WIB. Namun, 13 menit setelah take off tepatnya pukul 06.33 WIB mengalami hilang kontak dan akhirnya pesawat yang membawa 189 orang itu dinyatakan jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat. [Detik.com]

 

Kami atas nama pengasuh Pondok Pesantren An Nur II Malang Jatim dan One Day One Hadith Alvers turut berduka cita atas musibah tersebut dengan mengucapkan Innalillah wa inna ilaihi rajiun teriring doa semoga para korban mendapat predikat syahid akhirat karena mereka mengalami benturan keras dan tenggelam sebagaimana keterangan hadits utama di atas.

 

Maksud “Syahid” tersebut dikatakan oleh An-Nadlr bin Syumail : Dinamakan syahid (dari kata syahadah artinya persaksian) karena ruh mereka menyaksikan surga darus salam sementara ruh orang lainya baru menyaksikan surga kelak di ahri kiamat. Ibnul Ambari berkata : dinamakan syahid karena karena Allah ta’ala dan malaikatnya ‘alaihimus salam memberikan kesaksian bahwa orang tersebut mendapatkan surga. Dan ada pula pendapat yang menyatakan bahwa orang yang meti syahid, mereka itu dipersaksikan dengan iman dan husnul khotimah. [Syarah An-Nawawi]

 

Semoga para korban tersebut mendapat ampunan-Nya. Abul Walid Al-Baji berkata :

هَذِهِ كُلّهَا مِيتَات فِيهَا شِدَّة الالم فتَفَضَّلَ اللَّه عَلَى أُمَّة مُحَمَّد صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ جَعَلَهَا تَمْحِيصًا لِذُنُوبِهِمْ وَزِيَادَة فِي أُجُورهمْ يُبَلِّغهُمْ بِهَا مَرَاتِب الشُّهَدَاء

Ini semua merupakan kematian yang didalamnya terdapat rasa sakit yang keras, maka Allah karuniakan itu kepada ummat Nabi Muhammad SAW sebagai penghapus dosa-dosa dan tambahan pahala bagi mereka yang mengantarkan mereka mencapai derajat para syuhada’ [Tanwirul Hawalik]

 

Adapun keluarga korban mudah-mudahan diberikan kesabaran dan ketabahan atas musibah berat ini. Dalam hadits qudsy, Allah swt berfirman :

مَا لِعَبْدِي الْمُؤْمِنِ عِنْدِي جَزَاءٌ إِذَا قَبَضْتُ صَفِيَّهُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا ثُمَّ احْتَسَبَهُ إِلَّا الْجَنَّةُ

Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang mu’min di sisi-Ku, di waktu Aku mengambil (mewafatkan) kekasihnya dari ahli dunia, kemudian ia meng-ikhlaskannya (dengan mengharapkan ridlo Allah), melainkan ia akan mendapatkan surga.[HR Bukhari]

 

Rasulullah SAW bersabda: Jika anak dari seorang hamba meninggal dunia maka Allah berfirman kepada para malaikat-Nya: Kalian telah mencabut anak dari hamba-Ku.

Mereka menjawab: Ya.

Allah berfirman; Kalian telah mencabut buah hatinya.

Mereka menjawab: Ya.

Allah bertanya: Apa yang dikatakan hamba-Ku?.

Mereka menjawab: Dia memuji-Mu dan mengucapkan istirja (Innalillah).

Allah berfirman:

ابْنُوا لِعَبْدِي بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ

Bangunlah untuk hamba-Ku satu rumah di surga, dan berilah nama dengan Baitulhamdi. [HR Tirmidzi]

 

Bagi anda yang hendak bepergian menggunakan pesawat dengan maskapai yang sama janganlah trauma atau-pun takut karena musibah kecelakaan pesawat itu menimpa pesawat maskapai apapun. Dalam catatan sejarah, tahun 28 Desember 2014 AirAsia Indonesia Penerbangan 8501 jatuh di Laut Jawa.

 

Seluruh penumpang dan awak yang berjumlah 162 tewas. 9 Mei 2012, Sukhoi Superjet 100 menabrak Gunung Salak. Seluruh 45 penumpang dan awak pesawat tewas. 1 Januari 2007, Adam Air Penerbangan 574 jurusan Surabaya – Manado jatuh di Selat Makassar di kedalaman lebih dari 2.000 meter. Seluruh 102 penumpang dan awak pesawat tewas.

 

7 Maret 2007, Garuda Indonesia Penerbangan 200 jurusan Jakarta – Yogyakarta tergelincir saat mendarat di Bandar Udara Adisucipto. 22 penumpang tewas dan 118 penumpang selamat. [Wikipedia]

Ingatlah bahwa setiap kita pasti akan mati dengan cara apapun yang dikehendaki Allah SWT tanpa tahu kapan dan dimana nyawa kita dicabut. Allah SWT berfirman :

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ

Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya (yang terjadi) besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati… [QS Luqman : 34]

 

Kewajiban kita hanyalah berusaha lalu memasrahkan semua urusan kepada Allah swt diiringi dengan doa sebab dengan begitu hati menjadi aman dan tentram serta memupus rasa takut dan was-was dari setan. Rasul SAW mengajarkan doa :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي ، وَالْهَدْمِ ، وَالْغَرَقِ ، وَالْحَرِيقِ ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari terjatuh dari tempat yang tinggi, dari tertimpa bangunan (termasuk terkena benturan keras), dari tenggelam, dan dari terbakar. Aku juga berlindung kepada-Mu dari campur tangan syetan ketika akan meninggal.

 

Aku juga berlindung kepada-Mu dari meninggal dalam keadaan lari dari medan perang. Aku juga berlindung kepada-Mu dari meninggal karena tersengat hewan beracun’” [HR. al-Nasa’i]

 

Semoga Allah menjauhkan musibah dan bala’ bencana dari saudara-saudara kita kaum muslimin. Semoga orang yang hendak naik pesawat diselamatkan oleh Allah swt selama perjalanan hingga kembali ke kampung halaman dan keluarganya.

Wallahu A’lam.

Semoga Allah Al-Bari membuka hati kita untuk tawakkal dan menjauhkan diri kita dari ketakuan, trauma dan rasa was-was. Dan kita semua dijadikan hamba-Nya yang selalu ingat kepada-Nya.

Salam Satu Hadits,
Dr. H. Fathul Bari Alvers

NB.
Hak Cipta berupa Karya Ilmiyah ini dilindungi oleh Allah SWT. Mengubah dan menjiplaknya akan terkena hisab di akhirat kelak. Silahkan Share tanpa mengedit artikel ini. Sesungguhnya orang yang copas perkataan orang lain tanpa menisbatkan kepadanya maka ia adalah seorang pencuri atau peng-ghosob dan keduanya adalah tercela [Imam Abdullah Alhaddad]

Pondok Pesantren Wisata An Nur II Malang Jatim
Sarana Santri ber-Wisata Rohani Wisata Jasmani
Ayo Mondok! Nggak Mondok Nggak Keren!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: