PPM. Baitussalam: Rihlah Akhir Tahun Selepas Ujian
annur2.net – Selasa pagi, 12 Mei 2025 empat armada bus melewati Gerbang Biru Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”. Melaju dari Yogyakarta dengan mengangkut 139 santri putra-putri kelas 9 SMP dan berhenti di lapangan utama Pondok An-Nur II.
Kunjungan ini adalah bentuk silaturahmi Pondok Pesantren Modern Baitussalam Yogyakarta dengan Pondok Pesantren An-Nur II. Kegiatan ini sudah menjadi kegiatan tahunan Pondok Baitussalam bagi santri-santrinya yang telah menginjak tahun terakhir di SMP Baitussalam. Selain bersilaturahmi mereka juga akan bersenang-senang di beberapa tempat wisata di Malang.
“Ini, kan, program tahunan sekolah kami ketika anak-anak sudah menyelesaikan tahap akhir sekolahnya. Kita mengadakan study tour atau bahasa kami ‘Rihlah’ dengan kunjungan tempat wisata sekaligus ke tempat-tempat pondok sebagai jalinan silaturahim kami.” Papar Ustaz Habibi Munir, S.E., ketika wawancara.
Ini adalah kali pertama mereka menapakkan kaki di Pondok Pesantren An-Nur II. Sesampainya di lokasi mereka digiring menuju makam Pengasuh Pertama Pondok Pesantren An-Nur II, Al-Maghfurlah KH. Muhammad Badruddin Anwar. Oleh karena terdiri dari santriwan dan santriwati, kegiatan pembacaan tahlil di makam berlangsung secara bergantian.
Selanjutnya acara penyambutan berada di Kantor Pondok An-nur II lantai tiga. Satu persatu mereka masuk dengan tertib ke dalam aula pertemuan. Barulah MC membuka acara ketika semua telah duduk rapi. Rangkaian demi rangkaian acara terlaksana mulai sambutan ketua rombongan lalu sambutan Pengasuh Kedua Pondok An-Nur II, Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag.
Tidak lupa kedua belah pihak saling memberi cinderamata dan foto bersama. Acara pun berakhir ketika MC menutup rangkaian dan membaca doa Kafaratul Majelis.
Kesan Rihlah ke An-Nur II
Selain rombongan mereka yang berjumlah 139 santri dengan perincian 69 santriwan dan 70 santriwati, terdapat beberapa wali kelas sekolah dan wali kelas asrama. Baru saja datang, pandangan mereka terfokuskan pada sebuah videotron di depan pondok pesantren yang bertulisan “Selamat Datang”.
“Masyaallah begitu kita masuk lokasi ya, kemudian kita sudah langsung terpana dengan papan nama selamat datang. Sampai tadi saya itu, ustaz, nanti difoto kita coba presentasikan ini luar biasa sambutan kita di sini.” Jelas ustaz Habibi Munir.
Tidak hanya itu, ustaz Habibi menerangkan kekagumannya dengan lokasi Pondok Pesantren An-Nur II yang bisa menjadi satu daerah. Lantaran pada Pondok Pesantren Modern Baitussalam letak bangunan-bangunannya masih banyak yang terpisah-pisah.
“Ini yang kita tidak punya, kami itu terpisah-pisah karena adanya lokasi menyesuaikan tanah mana yang dijual, baru kita beli.”
“Kita masuk itu, masyaallah lokasinya luar biasa, bisa buat sentral begitu,” imbuhnya.
Pondok Pesantren Baitussalam memiliki lembaga pendidikan mulai TK hingga SMA. Beliau berharap selain bisa berkunjung kembali, kunjungan seperti ini bisa melebar, yaitu pada SD dan SMA di sana yang juga memiliki agenda tahunan yang sama.
“Harapannya kita tetap bisa menjalin silaturahim. Ke depannya lebih kita siapkan dan mungkin bisa jadi tidak hanya kita sampaikan. Ini, kan, hanya SMP saja ya, juga mungkin yang pergi bisa SMA atau bisa juga yang SD,” harap Ustaz Habibi Munir untuk ke depannya.
(Ahmad Basunjaya I.K.F./Mediatech An-Nur II)
