Pesantren An-Nur II Saksi Bisu Pengguliran Dana LPDB untuk PKPTR

Pesantren An-Nur II Saksi Bisu Pengguliran Dana LPDB untuk PKPTR

annur2.net – Masih bulan lalu Presiden Prabowo Subianto mencanangkan pembangunan 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia. Beliau menamainya dengan Koperasi Desa Merah Putih.

Jumat, 26 April 2025, LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) menggulirkan dana untuk PKPTR (Pusat Koperasi Primer Tebu Rakyat) sebesar 45 miliar di Aula Yaqowi Pondok Putri An-Nur II “Al-Murtadlo”. Acara itu disaksikan langsung oleh para pimpinan Kabupaten Malang dan anggota pengurus Koperasi Desa Merah Putih. Dana itu bertujuan sebagai sarana pembantu pembelian pupuk para petani tebu Kabupaten Malang.

Sebelumnya LPDB memang telah berjanji akan memberikan dana membeli pupuk untuk PKPTR. Oleh karena itu sebelum acara penyerahan dana, Wakil Menteri Koperasi Dr. H. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si.,  berkunjung ke pabrik gula Krebet untuk berdiskusi dengan para direktur pabrik, Koperasi Unit Desa (KUD) serta Koperasi Petani Tebu Rakyat.

“Kita tukar pikiran karena kemarin baru saja Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) memberikan bantuan untuk mendukung kegiatan pemberian sarana input pertanian pupuk, budidaya untuk petaninya dan juga pengangkutannya,” jelas beliau.

Acara “Progam Ketahanan Pangan Sektor Pertanian Tebu Berbasis Koperasi Desa”

Selepas salat Jumat, satu persatu mobil para pengurus Koperasi Daerah Merah putih, para camat dan lurah Kabupaten Malang masuk ke wilayah Pondok Putri An-Nur II. Selain itu, Drs. H. M. Sanusi, M.M., bupati Malang juga datang ke Ndalem Timur menemui Bapak Wamenkop.

Pukul 14.10 Bapak Womenkop beserta Bapak Bupati, direktur utama LPDB sekaligus Ag. Drs. H. Hairuddin, Ak., M.Si., keluar dari Ndalem timur. Para santri putri berseragam pramuka telah yang menyambut mereka di depan lalu menari tarian Banser.

Keempat orang tersebut berjalan menuju Aula Yaqowi. Kanan-kiri mereka terdapat para santri putri yang berdiri hingga ke pintu aula.

Di dalam aula, kursi telah penuh terisi. Sesaat Bapak Wamenkop dan tiga lainnya datang dan duduk di sana, Master Of Ceremony memulai acara tersebut.

Sebagai tuan rumah Gus Hairuddin memberi sambutan pertama. Dalam sambutannya beliau mengisahkan sejarah dari pembentukan PKPTR. Beliau menjelaskan peresmian PKPTR pada tahun 2000 untuk melawan monopoli gula. 

Gus Hairuddin menerangkan adanya acara ini merupakan wujud penghormatan dan menjunjung program pemerintah untuk ketahanan pangan. Beliau juga berharap pabrik gula Krebet bisa terus beroperasi dengan adanya PKPTR sebab ada pabrik gula di suatu tempat bangkrut karena monopoli gula. “Semakin hari petani tebu semakin baik, semakin sejahtera,” pungkas sambutannya.

Setelah sambutan tuan rumah, lanjut sambutan dari Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. Beliau menjelaskan bahwa potensi paling besar dari Kabupaten Malang untuk Koperasi Desa Merah Putih adalah tebu. “Lima puluh persen Kabupaten Malang petani tebu,” ungkapnya. Sisanya merupakan petani padi, jeruk dan durian. 

Tidak hanya pertanian, seperti kecamatan Pakis memilih untuk mengembangkan peternakan. Hingga telah terbentuk perkumpulan pengelolaan ternak sapi di Kecamatan Pakis terangnya. Pada akhirnya beliau mengajak para pimpinan Kabupaten Malang untuk mengelola sebaik-baiknya sumber daya alam di daerah masing-masing.

Dana Sebesar 45 Miliar Resmi Milik PKPTR

Acara berlanjut dengan pemberian pin oleh Bapak Wamenkop dan Bupati Kabupaten Malang kepada perwakilan pengurus Koperasi Desa Merah Putih Kabupaten Malang. Lalu penyerahan dana LPDB kepada PKPTR sebesar 45 miliar dengan harapan dapat mengembangkan petani tebu Kabupaten Malang.

Terakhir sambutan dari Wakil Menteri Koperasi Bapak Ferry Juliantono.  “Kabupaten Malang yang paling banyak terbentuk Koperasi Desa Merah Putih,” pujinya. Kopdes merah putih yang telah terbentuk sebanyak 220 di desa-desa Kabupaten Malang. 

Harapan beliau, seluruh desa di Kabupaten Malang dapat bergabung program presiden tersebut. Sebagaimana keterangan beliau ada enam hal yang harus ada di setiap Kopdes Merah Putih yaitu: Kantor operasi, simpan pinjam, apotik desa, klinik desa pembukaan warung atau toko dan gudang penyimpanan. “Harapan selesai total di bulan Juli,” terangnya agar peresmian Koperasi Desa Merah Putrih dapat launching di hari koperasi nasional oleh bapak Presiden Prabowo Subianto.

(Ahmad Basunjaya I.K.F./Mediatech An-Nur II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2026 Mediatech An-Nur II