PESAN KIAI: Tradisikan Membaca Al-Qur’an

Anak kecil membaca Al-Qur'an bersama kakeknya

Santri tenan bendino gak lali moco Qur’an. (Santri sejati setiap hari tidak lupa membaca Al-Qur’an.)”

Pesan yang dikutip langsung dari Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., kepada santri putra Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”, Jumat, 08 Mei 2026/20 Dzulqa’dah 1447 H.

annur2.net – Dr. KH. Fathul Bari berterima kasih kepada santri-santri telah menghadiahkan khataman Al-Qur’an sebanyak 61 kali khatam untuk Almarhumah Ning Syakhiyyah Dzurriyyah, Haul kelimanya. Perlu diketahui, beliau, Ning Sakhiyyah gemar membaca Al-Qur’an.

Setiap hari selalu membaca Al-Qur’an yang ada terjemahan. Beliau juga sering membagi-bagikan Al-Qur’an terjemahan ke orang-orang. Ini adalah salah satu pengamalan Tombo ati iku limo, membaca Al-Qur’an.

Selain setiap hari membaca Al-Qur’an, beliau juga istikamah membaca surah Al-Mulk sebelum tidur. Beliau tidak membaca sendiri, melainkan juga mengajak anak-anaknya.

Keuntungan Ahli Surah Al-Mulk

Nabi Muhammad saw., membongkar rahasia agar umatnya selamat dari siksa kubur. Hal itu tertera di salah satu hadis:

سُورَةُ تَبَارَكَ هِيَ الْمَانِعَةُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

Artinya: “Surat Tabārak (Al-Mulk) adalah surat yang menghalangi dari azab kubur.” (HR. An-Nasa’i)

Maka istikamahkan membaca surah Al-Mulk supaya nantinya selamat dari siksa kubur. Ada juga di riwayat lain berbunyi:

ؤتى الرجل في قبره فتؤتى رجلاه فتقول رجلاه : ليس لكم على ما قبلي سبيل كان يقوم يقرأ بي سورة الملك ، ثم يؤتى من قبل صدره أو قال بطنه ، فيقول : ليس لكم على ما قبلي سبيل كان يقرأ بي سورة الملك ، ثم يؤتى رأسه ، فيقول : ليس لكم على ما قبلي سبيل كان يقرأ بي سورة الملك ، قال : فهي المانعة تمنع من عذاب القبر وهي في التوراة سورة الملك ، ومن قرأها في ليلة فقد أكثر وأطنب

Artinya: “Seseorang didatangi di dalam kuburnya. Lalu malaikat mendatangi kedua kakinya, maka kedua kakinya berkata: ‘Kalian tidak memiliki jalan dari arahku, karena dahulu ia berdiri membaca surat Al-Mulk denganku.’

Kemudian datangi dari arah dada —atau beliau berkata: perutnya— maka ia berkata: ‘Kalian tidak memiliki jalan dari arahku, karena dahulu ia membaca surat Al-Mulk padaku.’

Kemudian didatangi dari arah kepalanya, maka kepalanya berkata: ‘Kalian tidak memiliki jalan dari arahku, karena dahulu ia membaca surat Al-Mulk denganku.’

Abdullah bin Mas‘ud berkata: ‘Maka surat itu adalah al-Māni‘ah (penghalang), yang menghalangi dari azab kubur. Dan surat itu di dalam Taurat disebut sebagai Surat Al-Mulk. Barang siapa membacanya pada malam hari, maka sungguh ia telah memperbanyak dan berbuat kebaikan yang besar.’” (HR. Hakim)

Walau Tidak Faham, Tidak Sia-Sia Membaca Al-Qur’an

Ada satu kisah seorang anak bersama kakeknya. Anak itu mengagumi kakeknya yang setiap hari selalu membaca Al-Qur’an. Dia ingin menirunya tetapi belum paham makna ayat-ayat Al-Qur’an.

Kakeknya menyuruh agar membaca dahulu meski belum paham, tetapi anak ini tetap tidak mau. Akhirnya kakek menyuruhnya mengambil air di sungai menggunakan keranjang rumput yang kotor.

Dia melakukan perintah itu, tetapi sekian lama mengambil air dengan keranjang tersebut, kalengnya tidak terpenuhi air. Kemudian dia kembali menemui kakeknya mengadukan bahwa percuma mengambil air menggunakan keranjang ini.

Tetapi kakek hanya tersenyum, lalu ia mengatakan setiap perbuatan itu tidak ada yang sia-sia. Keranjang yang tadinya kotor, sekarang sudah bersih. Seperti itulah Al-Qur’an, meski tidak semua yang dibaca langsung dipahami, Al-Qur’an tetap membersihkan hati orang yang membacanya.

(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU