Persiapan Pengurus Madin Ponpes An-Nur II
PSB (Penerimaan Santri Baru) Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” tahun pelajaran 2023/2024 akan segera terlaksana. Maka dari itu, pada Senin, 03 Juli 2023 para pengurus madrasah diniah mengadakan rapat untuk membahas kepengurusan pada tahun ajaran ini.
Acara terlaksana bakda asar di kantor Madin (Madrasah Diniah) An-Nur II. Pengurus dari dalam maupun luar pondok menghadiri acara tersebut. Gus Abdurrahman Nur Ahsani selaku zuriah An-Nur II juga menghadiri acara itu.
Sebelum memulai acara, para pengurus mendapat kumpulan kertas yang berisi jadwal KBM, silabus, dan SP pengajar.
Ustaz Khoirul Anam selaku MC memulai acara pada sore itu dengan memberikan sambutan-sambutan. Setelah itu, Ustaz Zainul Arifin selaku waka diniah menjelaskan bahwa inti rapat kali ini adalah untuk membahas bagaimana cara agar santri bisa mahir dalam menguasai kitab kuning.
Selanjutnya, Ustaz Misbahuddin Asror menjelaskan jadwal KBM. Beliau menjelaskan dalam jadwal sudah terdapat denah tempat mengajar, mulai untuk pengajar madrasah Ibtidaiah, wustho, dan ulya.
Denah mengaji untuk santri kelas 1 wustho berada di gedung SMP An-Nur. Untuk santri lain, denah mengaji berada di kamar masing-masing.
Pada tahun pelajaran kali ini, program Al-Miftah tidak hanya untuk kelas 1 wustho, tapi terus berlanjut hingga kelas 3 wustho. Hal ini karena pada tahun ajaran sebelumnya, banyak santri yang naik kelas, tapi belum khatam Al-Miftah dan langsung mengkaji kitab Jurumiyah.
Acara berganti ke sesi sosialisasi silabus oleh Ustaz Sihab. Beliau menjelaskan bahwa pengadaan silabus adalah usul dari beliau Almarhum KH. Bafadlol Ahmad Damhuji, cuma baru terealisasikan pada saat ini.
Beliau juga menjelaskan bahwa keberadaan silabus adalah agar penyampaian materi tertata. Silabus berisi tentang materi pembelajaran, standar kompetensi, indikator, dan alokasi waktu.
Pada tahun ajaran sebelumnya sering terdapat kendala para santri kebingungan dalam menjawab soal ujian cawu, lantaran soal ujian tak sama dengan materi yang sudah tersampaikan. Sehingga dengan pengadaan silabus, harapannya soal ujian cawu sama dengan materi yang tersampaikan.
Setelahnya para asatiz mendapat dua kertas yang berisi SP (Surat Pernyataan) pengajar dan menanda tanganinya. SP tersebut berisi kewajiban-kewajiban pengajar kepada para santri: mengajar dengan profesional, memperbaiki akhlak santri, melaksanakan KBM dengan tertib, dan kewajiban-kewajiban yang lain.
Di akhir acara terdapat sesi tanya jawab. Dalam sesi ini, ustaz Muhyiddin Farkhi mengusulkan agar pengajar menasihati para santri dengan meniru cara Almarhum KH. Badruddin Anwar yakni dengan kalimat-kalimat pendek seperti “Turu kebengen nggarakno tangi kawanen, tangi kawanen nggarakno turu kebengen.”
Beliau menjelaskan hal ini karena agar para santri lebih mudah mengingat nasihat dan agar para pengajar tidak terlalu lama menasihati para santri hingga memakan banyak waktu KBM.
Ustaz Khoirul Anam selaku MC lalu menutup acara tersebut. Gus Abdurrahman Nur Ahsani memimpin doa sebagai penutup. Setelah berdoa, di pamungkas acara terdapat ramah tamah berupa kotak-kotak berisi makanan.
Seperti itulah persiapan para pengurus Madin Ponpes Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” untuk menghadapi tahun ajaran 2023/2024.
(Moch. Athoillahil Qodri/Mediatech)
