Acara haul pada tahun ini memang agak sedikit berbeda dengan haul-haul pada tahun sebelumnya. Waktu persiapan haul kali ini tidsak bisa semaksimal tahun sebelumnya, karena waktu persiapan juga bersamaan dengan agenda liburan santri. Namun rapat dalam rangka persiapan haul sudah berlangsung sebanyak 5 kali, terhitung sejak sebelum liburan santri. Persiapan dari segala seksi kurang lebih sudah mencapai 80%, menurut laporan dari masing-masing bidang, baik secara fisik dan non fisik, meskipun ada beberapa seksi yang belum mencapai angka tersebut, seperti Sie Konsumsi, karena kebutuhannya baru bisa terpenuhi pada hari-H. Seandainya ada kekurangan pun itu bukan klarena ketidaksiapan panitia, melainkan karena model acara tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya pihak putri meleburkan diri dengan panitia pusat, kali ini pihak putri membentuk panitia intern. Jadi ada sub-panitia, dan masalah undangan jemaah dan tamu VIP mereka undang sendiri. Di tahun ini pelibatan santri dalam kegiatan juga lebih tertata, sejak H-3 sampai hari-H. Masalah dan beberapa kegiatan pun juga berkembang, ada beberapa kegiatan yang tidak ada pada rangkaian acara pra-haul sebelumnya, sepoertin Khotmil Qur’an. Jika sebelumnya kegiatan Khotmil Qur’an hanya terpusat di Raudloh, kali ini terbagi di beberapa titik, terhitung kurang lebih ada 5 titik, di SMP, MI, Aula Yaqowi, Pondok Putri, dan di Raudloh. Khotmil Qur’an di sekolah pun dilangsungkan sejak H-2.
Pada haul ke-4 kemarin, Januari 2021, memang situasi pandeminya berbeda dengan sekarang. Jadi karena tahun ini sudah banyak penduduk Indonesia, lebih khusunya Malang Raya, yang sudah divaksin dan PPKM sudah berada di level 1, maka kami berani untuk membuka acara untuk umum dan mengundang tamu undangan dan jemaah dari luar pondok pesantren. Acara kali ini pun tidak kami buka 100%, kalau pada masa sebelum pandemi kita berani mengundang sampai 8000 an tamu undangan, untuk tahun ini kita hanya mengundang 3000 an undangan serta 1000 udangan cadangan, ditakutkan adanya tamu undangan yang tidak tercantum ikut hadir.
Hal ini merupakan bentuk kehati-hatian panitia. Kenapa tidak langsung mengundang 9 atau 10 ribu tamu undangan seperti npada acara Haul Kiai Hamid? Karena pihak pesantren juga berusaha menaati prokes pemerintah, sehingga dalam mengundang jemaah pun kita mulai dengan perlahan dan tetap dengan memnuhi protokol kesehatan, agar kita juga punya kontribusi yang baik dalam menjaga kesehatan dan keselamatan warga tanah air. Acara kali ini juuga sudah kita komunikasikan dengan pihak Polres Malang, jadi 3000-an undangan untuk An-Nur yang sedemikian luas, jumlahnya masih termasuk kecil, karena menyesuaikan dengan kapasitas tempat duduk di area Raudloh dan Masjid.
Harapan panitia semoga semuanya bisa bekerja dengan baik, fokus, teliti, tamu undangan juga bisa hadir dengan senang dan memnuhi porotkol, semoga cuacanya juga mendukung, cerah, agar kita semua bisa mengikuti acara dan berdoa dengan khidmat, sehingga para jemaah yang hadir langsung di tempat acara, maupun yang hadir secara virtual mendapatkan keberkahan.
(Abror/Mediatech An-Nur II)
