Persiapan Haul Akbar ke Dua: Sinergi Segala Lapisan An-Nur II

Setelah persiapan mulai beberapa bulan yang lalu, Selasa 5 Februari, persiapan haul Akbar Almaghfurlah KH. M. Badruddin Anwar telah rampung.

Sebelumnya, Ust. Hadiqul Ikhwan, S.Pdi. (38), selaku ketua panitia haul, telah menyatakan kesiapan, “Sampai Hari ini (04/02), persiapan telah mencapai 90% lebih, semuanya tinggal penyempurnaan saja. Dan kami targetkan besok sebelum pelaksanaan telah rampung.”

Persiapan ini meliputi acara secara keseluruhan. Mulai dari penataan terop, konsumsi, hingga pembentukan tim pengaman pun telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Dalam setiap bagian ada koordinator masing-masing. Hal ini ditujukan agar pengondisian lebih mudah dan terorganisasi.

Sebelumnya juga juga ada persiapan publikasi. Yakni dengan menyebar undangan, baik melalui undangan biasa atau pun dengan undangan di media sosial. Undangan ini disebar ke seluruh lapisan. Mulai dari para habib, kiai, pejabat, alumni hingga masyarakat sekitar. “Pembagian ini telah selesai empat hari sebelum Haul,” imbuh Ust. Hadiqul, panitia yang juga wakil kepala sekolah SMP An-Nur.

Dalam hal persipan haul ini, para alumni pun sangat bersemangat dalam mempersiapkan haul. Salah satunya pada sound system. Ada salah satu alumni asal Sidoarjo bernama Huda menyumbang enam set perlengkapan sound system. “Ini sudah otomatis. Dalam artian dari sound system dengan operator tidak memerlukan kabel. Apalagi sound systemnya sudah skala nasional,” imbuh ketua panitia asal Tumpang, Malang ini.

Dalam hal kenyamanan para jamaah, tim penertib pun telah dibentuk. Tim ini terdiri dari anggota Baser, polisi, TNI dan para santri STIKK. Mereka akan mulai berjaga pada pagi hari sebelum acara. Tim ini akan disebar di berbagai titik yang rawan kemacetan.

Menilik Persiapan Dapur

Konsumsi dalam suatu acara bagaikan hal yang tidak dapat dipisahkan. Tidak lain untuk menghormati para tamu yang berkenan hadir.

Penanggung jawab bagian konsumsi, Bpk. Abdul Qodir (59), mengatakan bahwa para panitia bagian konsumsi telah bersiap mulai dari diadakannya khataman di makam Kiai Bad. Bagian konsumsi ini memasak makanan di dapur belakang dalem barat. Yang mengerjakannya adalah para alumni senior dan para santri.

Untuk bahan-bahannya, tidak hanya berasal dari dari majelis keluarga, para alumni pun tak mau ketinggalan dalam kesuksesan acara ini. Uts. Hadiqul mengatakan, setiap perwakilan IKSAN (Ikatan Santri AlumnI An-Nur II) turut menyumbang hingga terkumpul setengah dari anggaran yang dibutuhkan, sekitar dua ratus juta.

Hingga acara kurang satu hari, telah banyak bahan yang terkumpul. “Terdiri dari enam kambing, dua sapi dan bahan pelengkap lain seperti buah-buahan,” ungkap Bpk. Qodir, salah satu santri pertama Kiai Bad. Ust. Hadiqul menambahkan, ”Sering kami tiba-tiba menerima sumbangan dari para alumni. Ada yang menanggung kelapa untuk masakan, ada yang menyumbang pisang, bahkan ada yang menyumbang satu ekor sapi.”

“Harapannya, tentunya, semoga acara berjalan lancar. Dan kami dari para panitia mengaharap ridho dan barokah dari pondok pesantren,” harap Ust. Hadiqul di akhir pertemuan dengan annur2.net siang itu.

(Mediatech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: