Perkara Berbahaya itu Bersama Syatam

Perkara Berbahaya itu Bersama Syatam

Perkara Berbahaya itu Bernama Syatam

“Seorang muslim (yang semprurna) adalah muslim yang dengan keadaannya, muslim lain merasa selamat dari lisan dan kedua tangannya.”

Syatam, biasa disebut dengan omong kotor atau mengumpat. Definisi syatam adalah mengatakan suatu perkataan yang jelek.

Beberapa perkara dapat menimbulkan syatam ini. Di antaranya dalah lisan. Lisan manusia itu lebih berbahaya. Dikatakan berbahaya, karena banyak manusia yang jatuh dan terluka karena lisannya. Bukan hanya itu, tangan juga merupakan penyebab adanya syatam ini. Karena tangan bisa digunakan untuk apa saja. Entah itu untuk makan, minum, mengambil barang, bahkanuntuk bermedia sosial. Oleh karena itu, tangan bisa dijadikan perantara pengumpatan dengan menulisnya.

Mengenai hukumnya melakukan syatam ini, bisa diakatakan haram. Dibuktika dengan peggalan hadis kedua dalam Kitab An-Nur Al-Badari Bab Syatam. Ada sebuah kisah antara Nabi Muhammad dengan Abu Bakar dalam sebuah majelis. Hadis ini menyebtukan tentang dampak akan syatam.

Pada suatu saat, Nabi Muhammad dan Abu Bakar berada dalam satu majelis. Tiba-tiba datang seorang lelaki. Kala itu, si lelaki melontarkan perkataan kotor kepada Nabi dan Abu Bakar. Nabi hanya diam, begitu juga dengan Abu Bakar. Lelaki tersebut mengulangi hal tersebut untuk kedua kalinya. Hasilnya, tidak ada yang berubah. Namun pada saat pengulangan yang ketiga, Abu Bakar mengembalikan umapatan kepada lelaki tersebut.

Seketika itu pula, Nabi Muhammad langsung pergi dan meninggalkan majelis tersebut. Abu Bakar yang dihantui dengan rasa ingin tahu, mengikuti Nabi. Ketika ia bertemu kembali dengan sang Nabi, ia bertanya. “Ya Nabi, mengapa engkau meninggalkanku ketika aku mengembalikan ucapannya?” Nabi pun menjawab, “Sesungguhnya ketika engkau dicaci dan diam, malaikat pun menghampirimu dan membalas ucapan lelaki tersebut. Akan tetapi ketika engkau membalas caciannya, setan pun datang dan duduk bersamamu.”

Baca juga  Berilmu, Beramal, dan Berdakwah

Dengan pembahasan ini pembahasan dapat diambil sebuah pesan. Yakni, pesan untuk senantiasa bersabar dalam berbagai keadaan. Karena dengan begitu malaikat akan memintakan kita ampunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: