23 September, 2018
  • 23 September, 2018
waliyulloh

PERJUMPAAN DENGAN WALIYULLOH MADINAH

By on 25 Februari, 2018 0 113 Views

PERJUMPAAN DENGAN WALIYULLOH MADINAH

Oleh: Ahmad Zain Bad.

 

Sabtu tanggal 24 malam minggu setelah makan malam kira-kira jam 10.00 waktu saudi arabia. Aku bersama adek Mubarok/anwar sadat dan santri zaki rahman menuju ke dekat masjid Quba’. Menaiki taksi dari hotel as-sholihiyah al Masi, hotel yang berhadapan dengan pekuburan Baqi’, menuju masjid Quba’. (Masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasulullah saw).

 

Setelah sampai di samping masjid, aku membayarnya ongkos taksi 20 real. Lama aku nanti, menanti jemputan seseorang untuk mengantarkan ke sang waliyulloh al alim al allamah itu. Datanglah dengan menggunakan mobil inova putih. ” ayo naik” kata sang sopir itu.

 

Beberapa ratus meter saja, tibalah datang ke ndalem sang waliyulloh yang dinanti. Ternyata disana sudah ada beberapa orang yang menunggu dari palembang dan dari malaysia. Mungkin ada kisaran 20 orang.

 

Lama menunggu, akhirnya beliau menemui para tetamunya juga. Semua berdiri menunjukkan penghormatan kepada beliau.

 

Setelah itu beliau memberikan wejangan dan dawuh-dawuhnya yang banyak sekali jika dituliskan dalam rubrik yang singkat ini. Disamping beliau ada beberapa santri yang terlihat menulis apa yang setiap didawuhkan kepada para tetamu dengan begitu cepatnya, menggunakan bulpen biasa dan kertas buku diary.

 

Menulisnya begitu cepat, seakan setiap yang didawuhkan tak mau ia lewatkan dari goresan pena. Diantara dawuh-dawuhnya adalah tentang kemulian ilmu. Bahwa kemuliaan bukanlah dengan nasab, kemulian ada pada ilmu. Nabi sulaiman di suruh memilih diantara 3 pengkabulan.

 

Ilmu kekuasaan atau harta. Maka Nabi Sulaiman memilih ilmu dan karena memilih ilmu Allah berikan ketiga-tiganya. Nabi Muhammad saw di berikan pilihan menjadi nabi dan menjadi seorang raja atau menjadi nabi dan seorang hamba.

 

Nabi Muhammad saw memilih menjadi nabi dan seorang hamba sebagai rasa ketawadluan. Dan beberapa banyak faedah yang tidak kami tuliskan. Serta akhir pertemuan beliau memberikan beberapa ijazah untuk kebaikan dunia dan akherat.

 

Semoga bermanfaat.

 

Seorang wali besar itu bernama Al alim al allamah al Habib Zain bij Ibrohim bin Smith. NafaanaAllahu bi ulumihi wabiasrorihi fiddaraini amin.

Diantara karya-kaya beliau;
*Al-Manhaj as-Sawi Syarh Ushul Thariqah Alu Ba’alwi
* Al-Fuyudhat ar-Rabbaniyyah min Anfasi as-Sadah al-‘Alawiyyah
* Al-Futuhat al-‘Aliyyah fi al-Khuthab al-Minbariyyah
* Al-Ajwibah al-Ghaliyah fi Aqidati Firqati an-Najiyyah
* Hidayatu az-Zairin ila Ad’iyati az-Ziyarah an-Nabawiyyah wa Masyahid ash-Shalihin
* An-Nujum az-Zahirah liSalik Thariqi al-Akhirah
* Al-Fatawa al-Fiqhiyyah
* Tsabat Asaniduhu wa Syuyukhuhu

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: