Peringatan Hari Santri Nasional Ala An-Nur II

Hari Santri merupakan hari besar bagi seluruh santri di Indonesia. Seperti pondok pesantren yang lain di Indonesia, Pondok Pesantren Putri An-Nur II Al-Murtadlo juga merayakan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2022. Tahun ini An-Nur II Putri mengusung tema “Santri Cinta Tanah Air” (SACITA).

Sebuah panggung pertunjukan berukuran 20 x 15 meter berdiri megah di depan asrama Ar-Rayyan, Pondok Pesantren Putri An-Nur II “Al-Murtadlo”. Panggung tersebut tidak hanya menjadi tempat pertunjukan semata. Namun, juga menjadi saksi kisah cinta dua pasang hamba Allah, dan perayaan satu abad perjuangan Nahdhatul ‘Ulama.

Ketua Tanfidziyah PBNU, KH. Ahmad Fahrurrozi, MenKopUkm, Teten Masduki, dan Bupati Malang, H. Sanusi juga hadir bersama beberapa pejabat lain.

Kisah Cinta Santri di Hari Santri

Ratusan siswa berseragam putih-biru dan putih-abu menaiki panggung, berbaris di depan Videotron. Mereka adalah murid-murid PK IPNU Yayasan Sunan Kalijogo Jabung, Malang. Mereka menampilkan ISHARI sebagai pembuka perayaan pada malam itu.

Setelah itu Ning Aisyah binti Badruddin berjalan menuju panggung dengan bermandikan cahaya, untuk memimpin jalannya acara iring-iring pengantin. Pengantin malam itu adalah Gus Hilmi Fadjar bin KH. Ahmad Mujib dan Ustazah Almas Salsabilla Hanafi binti H. Hanafi, alumni An-Nur II.

Ning Aisyah memanggil dua mempelai naik ke atas panggung. Mereka berjalan mesra dan mantap menuju panggung. Orang tua pengantin mengikuti di belakang mereka. Setelah pengantin dan wali berada di panggung, Ning Aisyah mempersilakan Majelis Keluarga An-Nur II untuk menaiki panggung juga untuk foto bersama. Kiai Husni Mubarok lalu membacakan doa untuk kedua mempelai.

Malam itu bukan hanya Gus Hilmi Fadjar dan Ustazah Almas Salsabila saja yang merasakan kebahagiaan ikatan tali pernikahan. Kiai Husni Mubarok dan Ning Nafisah juga merasakan hal yang sama, karena tepat pada malam itu, usia rumah tangga beliau berumur satu tahun. Ning Aisyah memanggil beliau ke atas panggung untuk menerima kenang-kenangan dari Nyai Hj. Lathifah.

Ustaz Lutfi dan Ustaz Zainul kemudian naik ke panggung, memimpin pembacaan selawat. Para hadirin mengikuti dengan serempak. Setelah beliau berdua turun, layar Videotron menampilkan video perayaan HSN 2021 di An-Nur II.

Kick Off Satu Abad Nahdhatul ‘Ulama

Master of Ceremony (MC) acara malam itu, Dinda Damayanti dan Nadia Nabila naik ke atas panggung. Setelah membaca basmalah, hamdalah, dan selawat, mereka juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh hadirin. Mereka juga membuka acara Kick-Off Satu Abad Nahdhatul ‘Ulama.

Selanjutnya MC mempersilakan Dr. KH. Fathul Bari, SS., M.Ag untuk memberikan sambutan. Kiai Fathul tidak banyak menyampaikan hal dalam sambutannya. Beliau hanya menyampaikan terima kasih kepada para hadirin, juga meminta maaf jika terdapat penyambutan yang kurang berkenan di hati hadirin.

Layar videotron kemudian menampilkan video perjalanan Nahdhatul ‘Ulama dari masa ke masa. Video tersebut juga berisi rangkaian kegiatan Peringatan Satu Abad NU hingga Februari 2022.

KH Ahmad Fahrurrozi menuju panggung untuk memberikan sambutan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa hari santri merupakan waktu kita mengenang perjuangan santri mempertahankan NKRI. “Ini adalah waktu kita mengenang perjuangan para masyayikh dan santri membela NKRI,” ungkap beliau

Bapak H. Sanusi, Bupati Malang juga memberikan sambutan dalam acara tersebut. Beliau menyampaikan harapan beliau kepada para santri agar kelak memimpin bangsa, agar Indonesia menjadi Baldatun Thayyibah. “Semoga ke depannya Indonesia dipimpin oleh santri, sehingga Indonesia menjadi Baldatun Thayyibah. Tidak ada radikalisme, yang ada hanya akhlakul karimah.”

Bapak Teten Masduki, MenKopUKM juga kebagian kesempatan memberikan sambutan. Beliau berharap semoga pesantren bisa mencetak saudagar-saudagar yang ikut andil dalam memajukan perekonomian Indonesia. “Saya harap pesantren bisa mencetak kiai saudagar, santri saudagar, agar ketika indonesia maju mereka ikut andil,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

Selanjutnya Majelis Keluarga dan para pejabat naik ke atas panggung untuk membuka rangkaian kegiatan Peringatan Satu Abad NU secara simbolis. Penabuhan rebana menjadi simbol pembukaan Peringatan Satu Abad NU. KH. Zainul Arifin menutup acara pembukaan tersebut dengan doa.

Santri Cinta Tanah Air

Akhir dari Peringatan Satu Abad NU menjadi awal rangkaian penampilan dalam acara Peringatan HSN 2022 malam itu.

Penampilan pertama adalah Lighting Show. Beraneka warna sorot lampu membuat asrama Ar-Rayyan seolah berganti-ganti warna. Tidak hanya membuat mata silau, cahaya-cahaya yang menari berhasil membuat hadirin terdiam terpukau. Di akhir tarian cahaya, para hadirin bersorak, puas dengan penampilan tersebut.

Lampu-lampu besar di depan Aula Yaqowi menyinari para santri yang sudah berbaris rapi. Saat lagu Ibu Pertiwi menggema, sebuah bendera raksasa terbentang, berbingkai ratusan pijar lampu lilin. Pandangan hadirin kini tertuju pada para santri di depan Yaqowi. Banyak yang mengabadikan momen tersebut, bahkan ada yang sampai berdiri untuk melihat momen tersebut.

Saat bendera sudah tergulung dan pandangan hadirin kembali menuju panggung utama, ratusan santri sudah berdiri anggun di depan panggung. Mereka memakai pakaian berwarna merah muda bermotif batik dan ikat kepala bermotif sama, beberapa memakai selendang dengan motif sama. Mereka menampilkan Flashmob Indonesia.

Saat lagu Indonesia (lagu SEA Games 2018) menggema mereka menari sambil melambaikan tangan, dengan senyum merekah mereka membuat para hadirin terpukau, beberapa bahkan sampai memberikan standing ovation di akhir penampilan.

Selepas itu para santri MI yang berpakaian seperti pakaian adat papua dengan warna merah putih menaiki panggung. Mereka membawakan tarian yang bertema “Santri Cinta Tanah Air” (SACITA). Para santri meloncat kesana-kemari dengan lincah, bahkan sambil tersenyum. Setidaknya ada tiga tarian dengan lagu berbeda yang mereka tampilkan.

Tak mau kalah dengan yang lain, puluhan santri bergaun merah berjalan menaiki panggung dengan anggun. Mereka menampilkan Asmaul Husna Choir. Suara merdu mereka menggema hingga membuat para hadirin adem.

Seusai tim paduan suara turun dari panggung, terdengar suara tegas dari arah depan Yaqowi. Ternyata lima pleton pasukan baris berbaris sudah melangkahkan kaki menuju panggung. mereka terkumpul dalam satuan tim bernama Pasukan Santri Garuda An-Nur II (PASAGARDA).

Beberapa yel mereka lontarkan. Namun, ada satu yang berhasil membuat para hadirin terpingkal-pingkal. Yel tersebut berbunyi “Kami PASAGARDA. Hobi baris-berbaris bukan tebar janji manis.”

Kini giliran tim paduan suara unjuk gigi. Dengan pakaian seperti baju adat Minangkabau berwarna merah dan hitam mereka menyanyikan lagu Hari Santri dan Ojo Dibandingke. Para hadirin banyak yang terlihat menggoyang-goyangkan kepala, menikmati persembahan tersebut.

Setelah itu MC mengumumkan para pemenang lomba dalam rangka menyambut HSN 2022 yang terselenggara beberapa hari sebelumnya. Lomba tersebut meliputi Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK), Musabaqoh Hifdzun Nadzam (MHN), Cerdas Cermat dan Suporter Terbaik.

Sebelum pertunjukan terakhir MC pamit undur diri kepada para hadirin , tidak lupa meminta maaf jika terdapat kesalahan selama memimpin acara.

Deklamasi Puisi dan Teater merupakan dua pemungkas acara. Lima santri bergaun putih membawakan sebuah puisi tentang Indonesia. Mulai dari kekayaan alam hingga kasus-kasus yang belakangan terjadi mereka tuangkan dalam puisi tersebut.

Pembaca puisi masih berada di panggung saat tim Teater yang sudah bersiap di samping panggung melancarkan aksinya. Mengusung tema Hubbul Wathan dan melibatkan serta tim pembaca puisi. Penampilan tersebut memberikan banyak pesan dan nasihat kepada para hadirin.

Selepas penampilan teater panitia mempersilakan para delegasi untuk berfoto bersama.

0341-833235 (kantor pondok)

+62 852-3644-6126 (humas pondok)

+62 813-3476-9069 (humas pondok khusus untuk kunjungan)

No. Rek. BNI a/n An Nur 2: 4321-1979-02

(Muhammad Abror S/Mediatech)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU