Syakban merupakan bulan urutan ke-7 dalam kalender Hijriah. Syakban termasuk bulan yang istimewa karena berada di antara bulan Rajab dan Ramadan yang sama mulianya. Pada bulan Syakban terdapat peristiwa perubahan arah kiblat, turunnya ayat perintah berselawat, penyetoran amal, dan kejadian-kejadian mulia lainnya.
Hal yang paling ikonis pada bulan ini adalah malam Nisfu Syakban. Adanya malam tersebut menjadi satu alasan lain bulan Syakban istimewa, sebab pada Nisfu Syakban terdapat peristiwa-peristiwa yang telah tercantum di atas. Malam Nisfu Syakban memiliki banyak kemuliaan dan keberkahan, terlebih lagi malam tersebut menjadi malam yang mustajab.
Sebagaimana Imam Syafii mengungkapkan dalam kitab Al-Umm, “Telah datang keterangan pada Kami bahwa doa yang mustajab terdapat dalam 5 malam: malam Jumat, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam awal Rajab, dan malam Nisfu Syakban.”
Oleh karena itu, sebagai umat muslim mestinya kita lebih banyak berdoa daripada biasanya pada malam tersebut. Salah satu hal yang dapat kita lakukan pada malam 15 Syakban adalah membaca surah Yasin sebanyak tiga kali.
Amalan Membaca Yasin Tiga Kali dan Doa Nisfu Syakban
Tata caranya, seseorang membaca amalan surah Yasin setelah salat Magrib. Pada setiap surah ini pula terdapat niat masing-masing. Surah Yasin pertama dengan niat agar berumur panjang dalam taat kepada Allah. Yang kedua dengan niat memohon rezeki yang halal untuk beribadah kepada-Nya. Terakhir dengan niat keteguhan iman hingga akhir hayat.
Selain itu, dari islam.nu.online.id, Sayyid Utsman bin Yahya menyebutkan dalam kitabnya Maslak Al-Akhyar bahwa pada malam Nisfu Syakban juga membaca doa berikut ini.
اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
“Ya Allah yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan selawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”
Dalam kitab Madza Fi Sya’ban, bahwa Ibnu Mas’ud radliyallahu‘anhu berkata, “Tidak ada sama sekali hamba yang membaca doa ini (doa di atas) kecuali Allah akan mencukupi kehidupannya.” Lalu beliau menyebutkan doa tersebut. Ibnu Abi Syaibah mencantumkan doa ini dalam kitab Al-Mushannaf, begitu juga Ibnu Abid Dunya dalam kitab Ad-Du’a.
(Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)
