Peran OJK dan Pesantren dalam Pembangunan Keuangan Syari’ah

Peran OJK dan Pesantren

 

Terhitung pada tahun 2016, Indonesia telah ditinggali oleh 258,7 juta penduduk. Dari seluruh penduduk Indonesia, terhitung 85 persennya beragama Islam. Dari banyaknya umat Islam di Indonesia, sangat berpotensi untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan yang berbasis syari’ah.

 

Dimana hal ini merupakan poin terakhir dalam empat pilar kesejahteraan sosial Indonesia, yaitu, pariwisata, industri kelautan, industri kreatifitas digital, dan industri syari’ah.

Kondisi Keuangan Syari’ah Indonesia

 

Kalau kita melihat kondisi keuangan syariah di Indonesia, negara ini telah menjadi negara dengan jumlah institusi keuangan syari’ah terbesar di dunia. Dibuktikan dengan lima ribu lebih institusi yang terdiri dari, 7 modal ventura syari’ah, 34 bank syari’ah, 58 asuransi syari’ah, 163 bank perkreditan rakyat syari’ah, dan 4500-5000 koprasi syari’ah.

 

Yang dalam hal ini dipaparkan oleh Ir. Andreas Eddy Susetyo, M. M selaku anggota DPR RI komisi XI dalam acara seminar dan dan dialog interaktif “Peran OJK dalam Pembangunan Keuangan Syari’ah”.

 

Namun faktanya, pangsa pasar keuangan syari’ah Indonesia masih relatif kecil. Terlebih bila dibandingkan dengan negara-negara Islam lainnya. Seperti yang dilansir dari Islamic Financial Services Board, pada tahun 2016, pangsa pasar keuangan Indonesia terhadap industri perbankan masih mencapai nilai 5,3%. Maka dari itu, “Jangan sampai pada jumlah yang besar itu kita menjadi penonton”, ujar Ir. Andreas pada acara yang dilaksanakan di gedung aula SMP An-Nur hari Sabtu, 3 Maret 2018.

 

Ir. Andreas Eddy Susetyo, M. M dalam memberikan materi tentang kondisi keuangan syari’ah Indonesia.

 

Dan untuk menjawab tantangan keuangan dan perbankan syari’ah di Indonesia, President Joko Widodo meresmikan Komite Nasional Keuangan Syari’ah (KNKS) pada 2016 lalu. Dimana KNKS ini mengemban amanat untuk mengembangkan dan memperluas keuangan syari’ah dalam rangka mendukung pembangunan.

 

Seperti yang telah disampaikan oleh Bpk. Widodo selaku kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Malang pada acara yang juga dihadiri oleh pengasuh Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”, Dr. KH. Fathul Bari S. S., M. Ag dan Drs. KH. Khoiruddin, A. K., M. SI.

 

 

Bpk. Widodo selaku kepala OJK Malang menjelaskan tentang peran KNKS terhahap keuangan syari’ah Indonesia.

Pesantren Sebagai Pelopor dan Pengemban Kehidupan Berbasis Syari’ah

 

Pada acara yang dihadiri oleh dewan guru dan kepala sekolah se-Kabupaten Malang ini, selaku kepala BRI cabang Malang, Bpk. Aminuddin menyampaikan pentingnya peran ulama dan tokoh masyarakat untuk menghimbau penerapan keuangan dan perbankan syari’ah dalam kehidupan sehari-hari kepada masyarakat umum.

 

Yaitu dengan berhijrah dari yang semula menggunakan jasa bank konvensional ke bank yang berbasis syari’ah. Ini juga merupakan program OJK kedepannya dengan akan diadakannya Islamic Bank Vaganza yang rencananya akan digelar di An-Nur II tanggal 22 Maret mendatang.

 

Ekonomi syari’ah sendiri tidak hanya meliputi perbankan syari’ah. Tetapi juga menyangkut industri halal, produksi makanan halal dan aspek ekonomi halal lainnya.

 

Sebenarnya, pengguna’an perbankan syari’ah ini sudah diterapkan pada santri-santri An-Nur II. Dimana seluruh santri telah terdaftar sebagai nasabah bank BRI Syari’ah. Setiap santri mendapat kartu ATM BRI Syari’ah dan dapat melakukan transaksi menggunakan mesin ATM yang terletak di depan gerbang utama pondok pesantren.

 

Dengan begitu, pesantren An-Nur II telah berpartisipasi dalam pengembangan pembangunan Indonesia dengan mensyari’ahkan para santrinya dalam urusan perbankan. Maka dari itu, diharapkan pula para santri ini dapat menjadi generasi penerus Indonesia yang menerapkan syari’at pada segala aspek kehidupannya, sehingga dapat terwujud Indonesia sebagai baldatun tayyibatun wal rabbul ghofur.

Pewarta               : Izzul Haq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: