Penutupan Sementara Pengajian Ahad Legi, Gus Iqdam Ajak Tetap Istikamah Jemput Kebahagiaan

annur2.net – Penutupan sementara Pengajian Rutinan Ahad Legi 8 Februari 2026 dihadiri Gus Iqdam. Ini merupakan kali kedua Agus Muhammad Iqdam Kholid mengisi tausiah di acara Pengajian Ahad Legi Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” setelah beberapa bulan lalu.

Sebelum duduk di mimbar Pengajian Ahad Legi, Gus Iqdam menyampaikan tausiah memperingati Haul KH. Burhanuddin Hamid di Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang. Datang ke An-Nur II sekitar pukul 13.30, para jemaah telah berbaris di dua sisi jalan menuju area masjid. Banyak kamera jemaah merekam kedatangan Gus Iqdam. Berjalan bersama Kiai Zainuddin Badruddin, M.M., beserta kawalan banser menuju mimbar di teras masjid.

Mengenakan sarung batik, jas abu-abu, dan songkok hitam, Gus Iqdam duduk di antara Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., dan Kiai Zainuddin berhadapan dengan ribuan jemaah. Penutupan sementara Pengajian Ahad Legi ini lebih meriah dengan kedatangan beliau. Para jemaah sampai menempati area di luar tenda terop. Beruntung cuaca agak mendung, para jemaah tetap khidmat mengikuti pengajian.

Pengajian Ahad Legi Solusi Bahagia Dunia Akhirat

Dalam tausiahnya, Gus Iqdam memberikan satu kalimat yang berkesan tentang Pengajian Ahad Legi. “Jemaah kok istikamah rutin melok rutinan Minggu Legi teng An-Nur II niki, Insyaallah sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Allah, insyallah selamat dunia akhirat.” Tutur Gus Iqdam.

Dalam Pengajian Ahad Legi yang setelah ini ditutup sementara karena memasuki bulan Ramadan terdapat majelis zikir dan ilmu. Berzikir dengan tahlil dan istigasah lalu pengajian kitab Shahih Bukhari, ‘Unwanul Hikam, dan Bidayatul Hidayah. Mengikutinya sama dengan senang bersama orang saleh.

Orang-orang saleh dan para ulama merupakan pewaris para Nabi, sebagaimana dicantumkan dalam hadis, bisa memberikan kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Dulu harus mengikuti nabi, namun sekarang pewarisnya yang harus diikuti. Gus Iqdam menambahkan, “Kanjeng Nabi lan umate lek ingin selamet iki nderek o petunjuk wong-wong seng dipilih karo Gusti Allah entuk petunjuk.”

Gus Iqdam mengutarakan, orang yang menimba ilmu dari ulama tersebut dan mengikuti petunjuk mereka dalam hidupnya, “Dia akan mendapatkan kebahagiaan dunyo akhirat.” Salah satunya dengan menghadiri Pengajian Rutinan Ahad Legi.

Bukti nyatanya, “Jenengan lek bahagia dunyo contone nik ilo, melok rutinan Minggu Legi neng An-Nur II buktine niki,” tutur Gus Iqdam. Ada yang berangkat sejak subuh, rela panas-panasan, dari berbagai tempat. “Tapi itu bukti, buktine jenengan niku wau nyecep ilmune ulama, perjalanan hidupnya mengikuti arahan ulama, as-sa’adah fid dunya wal akhirah (kebahagiaan di dunia dan akhirat).” Tambah beliau.

Beberapa orang saat di rumah mungkin malah memikirkan permasalahan, seperti angsuran, ekonomi, dan sebagainya. Dengan mengikuti kegiatan menimba ilmu seperti pengajian bisa menetralisir masalah tersebut. “Kulo yakin siapapun yang istikamah mengikuti rutinan Minggu Legi wonten An-Nur II ‘Al-Murtadlo’ Bululawang menika insyallah bahagia dunyo akhirat.” Gus Iqdam menjelaskan dengan mantap.

Lalu beliau menambahi, “Bejo-bejone maleh nek wong tuwone yo rutinan ten mriki, dilalah anak e yo santri mriki maleh.” Sebab tidak semua orang mendapat takdir memiliki anak yang saleh-salihah. Beberapa orang memikirkan kalau rezeki hanya tentang uang. Padahal, bagi Syekh Munawi Al-Sya’roni bahwa rezeki ada empat: harta, kesehatan, anak yang saleh—rezeki ini lebih baik dari harta dan kesehatan, dan mendapat rida Allah.

Ahad Legi Tutup Sementara, Menimba Ilmu Jangan Jeda

Terakhir dalam memberikan testimoni, Gus Iqdam berharap meski Pengajian Ahad Legi tutup sementara agar tidak berhenti melakukan syariat Allah dan menimba ilmu. Penutupan ini hanya sekadar penutupan rutinan, baik bukan berarti berhenti untuk thalabul ilmi ataupun melakukan syariat-syariatnya Allah Swt. Mengamalkan itu terus tidak ada tutupnya.” Jelas beliau.

Gus Iqdam juga memberikan kesan bahwa An-Nur II terbuka untuk luas. Tidak hanya santri melainkan juga masyarakat umum. “Kesannya alhamdullilah ternyata An-Nur II itu tidak hanya terbuka untuk para santri, tapi juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin mengetahui dalam dari An-Nur II “Al-Murtadlo” Bululawang.” Tutur Gus Iqdam. Beliau berharap An-Nur II benar-benar menjadi solusi agar anak-anak menjadi orang yang saleh-salihah.

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex