Penutupan Pelatihan Pengurus: Pentingnya Muruah bagi Pengurus

Penutupan Pelatihan Pengurus: Pentingnya Muruah bagi Pengurus

Pelatihan pengurus yang sudah berlangsung semenjak Senin, 10 Juli, menemui masa akhirnya. Sabtu, 15 Juli, menjadi penutupan dari acara tersebut. Jika di hari-hari sebelumnya bertempat di kantor pondok lantai tiga, kali ini berada di Masjid An-Nur II.

Sebelum memasuki acara, Ustaz Faizuddin sebagai ketua acara mengabsen seluruh pengurus terlebih dahulu. Sesi selanjutnya mauizah hasanah oleh Ustaz Irfan, alumni An-Nur II yang lulus pada tahun 2020 lalu. 

Ustaz Irfan memberikan materi tentang menjaga muruah dan amanah bagi pengurus. Ia juga menampilkan slide materi di proyektor yang tersedia. Awal pembahasan, Ustaz Irfan menjelaskan apa yang maksud muruah. 

Marwah adalah proses penjagaan tingkah laku seseorang agar sesuai dengan ajaran agama, menghiasi diri dengan akhlak terpuji dan menjauhi segala bentuk keburukan,” begitulah penjelasan Ustaz Irfan. 

Lalu Ustaz Irfan memberikan sebuah ungkapan bahwa guru itu bukan malaikat tapi terkena tuntutan menjadi malaikat. Maksudnya terkena tuntunan tidak sampai melakukan kesalahan yang menghilangkan muruahnya. 

Ia juga memberikan karakteristik yang mesti pengurus miliki, antara lain beriman, bertakwa, tawadu serta mematuhi aturan pondok pesantren; memiliki sifat yang terpuji baik dalam hal mauizah maupun uswah; bijaksana, sopan santun, dan memiliki sifat kasih sayang terhadap anak didik, dan memiliki jiwa leadership atau pemimpin dengan melakukan seluruh tugas kegiatan yang ada di pondok.

Menjaga Muruah dan Amanah

Setelah itu, Ustaz Irfan menyampaikan materi inti yakni kiat-kiat menjaga muruah dan amanah. Caranya ialah saling menjaga nama baik sesama pengurus di depan para santri dan wali santri; kompak, solid, dan memiliki loyalitas yang tinggi terhadap pesantren dalam mengemban amanah.

Sebagai pengurus itu banyak kesibukan. Oleh karenanya, alumni tahun 2020 itu mengatakan bahwa pengurus harus terbiasa dengan tugas pondok dan tidak menganggapnya sebagai siksaan. Ia juga mengatakan bahwa sebagai pengurus harus bangga dan percaya diri bisa melakukan amanah ini. 

Kemudian, Ustaz Irfan menjelaskan kode etik pengurus. “Pengurus harus memiliki kode etik yang harus dipegang teguh supaya marwah/harga diri tidak sampai runtuh, sehingga menciptakan rasa sungkan santri terhadap kepala kamar atau ustaznya,” ucapnya dalam tampilan proyektor. 

Adanya kode etik ini menjadi antisipasi supaya pengurus tidak monoton dalam membimbing anak  buahnya. “Lek awak dewe nggak iso nyetting-nyetting kapan wayahe dering, kapan wayahe hening, lek nggak iso adaptasi, santri-santri nggak iso sungkan (Jika kita tidak bisa mengatur kapan waktunya dering, kapan waktunya hening, jika tidak bisa adaptasi, santri-santri tidak akan bisa segan),” jelasnya. 

Tak hanya itu, Ustaz Irfan pun mengimbau, “Mondok e sampeyan iku pun dangu (Mondok kalian itu sudah lama). Jadi jangan sampai kalah dengan santri yang baru mondok beberapa tahun lalu.” Ia juga mengimbau agar para pengurus tidak melakukan hukuman fisik kepada santri-santri dalam bentuk apa pun kecuali darurat. Maksud dari darurat adalah apabila didikan santri tersebut terasa sulit. 

Kesan dan Harapan Ketua Acara

Setelah terlaksananya penutupan pelatihan pengurus dengan 88 ustaz yang terundang pada hari Sabtu (15/7), Ustaz Faizuddin selaku ketua acara mengaku bersyukur. “Alhamdulillah, acara ini tetap berjalan meskipun dengan padatnya kegiatan asatid karena asatid pun ketika pagi juga banyak kegiatan. Jadi masih bisa menyempatkan mengikuti acara pelatihan ini. Saya sangat bersyukur,” terangnya. 

Ustaz Faiz juga mengungkapkan bahwa akan ada pelatihan pengurus lagi pada Januari depan usai liburan. “Insya Allah ada lagi nanti di pertengahan tahun atau setelah liburan pertengahan tahun pada bulan Januari 2024,” jelasnya. Dengan adanya pelatihan pengurus ini, Ustaz Faiz berharap, “Mudah-mudahan ini membawa manfaat dan berkah pada para asatid khususnya kepala kamar.”

(Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU