Penting Membawa Diri kepada Hal Baik

PASAR WAQIAH RAMADAN MALAM KE-16: Penting Membawa Diri kepada Hal Baik

KAJIAN AL-ARBA’IN AN-NAWAWI

OLEH: KIAI AHMAD ZAINUDDIN BADRUDDIN, M.M.

Hadis Kesembilan: Cukup Melakukan Apa yang Mampu Dikerjakan

عن أبي هريرة عبد الرحمن بن صخر – رضي الله تعالى عنه – قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “مانهيتكم عنه فاجتنبوه وما أمرتكم به فأتوا منه ما استطعتم فإنما أهلك الذين من قبلكم كثرة مسائلهم واختلافهم على أنبيائهم” رواه البخاري ومسلم.

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Shakhr ra., ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Apa yang aku larang, jauhilah. Dan apa yang aku perintahkan, lakukanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyaknya bertanya dan perbedaan pendapat terhadap para nabi.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penggantian Nama yang Lebih Baik

annur2.net – Nama asli Abu Hurairah sebelum masuk Islam adalah Abdus Syams, yang artinya Hamba Matahari. Kemudian beliau masuk Islam dan berganti nama menjadi Abdurrahman bin Shakhr. Sedangkan Abu Hurairah adalah julukan dari Nabi Muhammad saw., karena beliau sering membawa dan merawat kucing.

Penggantian nama seperti ini termasuk perbuatan yang bagus. Ada seseorang bernama Hazn pada zaman Nabi Muhammad. Suatu hari, ia berkunjung kepada Nabi. Nabi bertanya, “Siapa namamu?” Ia menjawab, “Hazn (susah).” Nabi pun berkata, “Gantilah nama itu!” Tapi Hazn malah mengelak, “Saya tidak akan mengganti yang bapak saya beri.” Akhirnya suatu ketika cucu beliau yang bernama Said bercerita bahwa karena kakeknya bernama Hazn (susah), hidupnya terasa sulit.

Maka dari itu, memberi nama harus dengan sebutan yang baik. Biasanya orang Jawa ketika kerabatnya sering sakit-sakitan, mereka mengganti mengganti namanya. Memang nama bisa berpengaruh terhadap pemiliknya. Maka harus memberi nama yang bagus karena nama termasuk doa.

Kita harus menghindari melakukan larangan dari Nabi Muhammad. Perkara yang dilarang tidak ada kata-kata “bila mampu” karena tidak boleh dilakukan. Harus. Beda lagi kalau hal baik. Nabi Muhammad memerintahkan kita melakukan hal-hal baik semampunya. Termasuk melakukan sabda Nabi, “Barang siapa yang membaca surah Al-Waqiah setiap malam, maka akan dijauhkan dari kefakiran selamanya.”

Faktor Perusak Diri

Seseorang bisa rusak karena beberapa faktor. Seperti sabda Nabi, orang bisa rusak karena banyak bertanya. Justru orang yang banyak tanya akan mempersulit. Ada seseorang meminta amalan kepada seorang kiai. Lalu orang yang meminta banyak bertanya. “Dibaca berapa kali?” Kiai itu menjawab, “Seratus kali.” “Apa boleh diperbanyak?” “Boleh, seribu kali.” “Kapan saya harus membacanya?” “Harus jam dua belas malam.” “Setelah itu baca apalagi?” “Baca ini!” “Setelah itu baca doa apa?” “Baca doa ini.” Orang itu terus melontarkan pertanyaan kepada kiai.  Padahal pertanyaannya akan mempersulit amalan yang ia inginkan.

Kecuali dalam hal ilmu, harus banyak bertanya. Kalau dalam hal yang tidak begitu penting jangan banyak tanya. Banyak bertanya itu memalukan. Tetapi tidak bertanya akan menyesatkan. Jadi bertanyalah seperlunya. Selain itu, orang bisa rusak karena melanggar para nabinya.

Hadis Kesepuluh: Batasi Diri pada Perkara Halal nan Baik

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “إن الله تعالى طيب 1 لا يقبل إلا طيباً، وإن الله أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين، فقال تعالى: {يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ} . فقال تعالى: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ} . ثم ذكر: “الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يديه إلى السماء: يا رب يا رب ومطعمه حرام وملبسه حرام وغذي بالحرام فأنى يستجاب له” رواه مسلم.

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, “Rasulullah saw., bersabda, ‘Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang baik, tidak menerima apapun kecuali kebaikan. Allah juga memerintahkan hal-hal yang Ia perintahkan kepada para rasul, dan Allah berfirman, “Wahai para utusan, makanlah apa-apa yang baik dan lakukanlah amal saleh,” dan Ia juga berfirman, “Wahai orang-orang beriman, makanlah apa-apa yang Kami berikan dari perkara-perkara yang baik.” Kemudian Nabi Muhammad menceritakan orang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya acak-acakan dan berdebu, sedang menengadahkan kedua tangannya ke langit: “Tuhan, Tuhan, Tuhan, Tuhan,” padahal makanannya haram.’” (HR. Muslim)

Makanan Kita Harus Baik

Allah adalah Dzat yang baik, tidak menerima apapun kecuali hal itu baik. Oleh karena itu, dalam hadis tersebut Nabi memerintahkan makan makanan yang baik-baik sehingga sehat. Kalau makanan itu menyebabkan sakit, jangan kita makan. Sebagaimana firman Allah, “Kuluu min at-athayyibaat ma razaqnaakum.”

Hadis di atas juga termasuk kritikan. Nabi mengkritik kepada orang yang banyak berdoa, tapi semua yang ia makan, minum, pakai, dan tempat adalah dari benda haram. Lalu bagaimana doanya akan Allah kabulkan? Sabda Nabi itu menunjukkan supaya Allah mudah mengabulkan doa kita adalah tidak menggunakan barang haram.

Ada ungkapan, “Puasa lama, menahannya juga lama, tapi berbuka hanya butuh waktu sepuluh menit.” Padahal ketika puasa, kita menginginkan banyak hal. Tapi saat berbuka hanya butuh waktu sebentar untuk menikmatinya. Itulah kenikmatan dunia, hanya sebentar. Maka harus bersabar. Dalam ungkapan Jawa, “Sabar sak untara nganggo nggasilaken saben-saben perkara.” Lagipula kita semua akan mati. Sudah jelas nikmat dunia ini hanya sebentar.

Hadis Kesebelas: Menjaga dari Perkara Syubhat

عن أبي محمد الحسن بن علي بن أبي طالب- سبط رسول الله صلى الله عليه وسلم وريحانته رضي الله عنهما قال: حفظت من رسول الله صلى الله عليه وسلم: “دع ما يريبك إلى ما لا يريبك”. رواه الترمذي والنسائي وقال الترمذي: حديث حسن صحيح.

Dari Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Abu Thalib, cucu Rasulullah saw., ia berkata, “Aku telah hafal suatu hadis dari Nabi Muhammad saw., ‘Tinggalkan sesuatu yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu.’” (HR. Turmudzi. Beliau berkata: Ini hadis hasan yang shahih)

Sayidina Hasan adalah salah satu putra Sayidina Ali dan Siti Fathimah, juga saudara Sayidina Husein. Keturunan Sayidina Hasan disebut Syarif dan keturunan Sayidian Husein ialah Sayyid. Salah satu keturunan Sayidina Hasan adalah Syekh Abdul Qadir Al-Jailanai.

Dalam hadis tersebut, Sayidina Hasan mengatakan bahwa ia sangat hafal salah satu ucapan Nabi, “Tinggalkan hal yang meragukan kepada hal yang tidak ada keraguan.” Jika seseorang ragu terhadap suatu hal, makan tinggalkan. Kalau sudah meninggalkannya dan masih belum yakin, ia harus menanyakannya kepada orang yang dekat dengan Allah Swt. Jika perkara itu adalah hal baik, Insya Allah tidak ada keraguan.

Hadis Keduabelas: Meninggalkan yang Bukan Urusan Orang Muslim

عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه” حديث حسن رواه الترمذي وغيره وهكذا.

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Termasuk bagian baik dari keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang bukan urusannya.’” Hadis hasan riwayat Imam Turmudzi dan lainnya.

Meninggalkan Hal yang Bukan Urusannya

Adakalanya suatu urusan bermanfaat bagi seseorang dan ada juga yang tidak. Seseorang bisa menjadi baik apabila meninggalkan sesuatu yang tidak ada kemanfaatan, keberkahan, dan keuntungan baginya.

Misalnya ada seseorang ahli dalam kasus kriminal. Ia sangat pandai dalam menganalisa bahkan bisa menggunakan benda kecil sebagai bukti. Suatu ketika ia berkenalan dengan seorang doktor. Doktor tersebut mencoba mengetesnya. Akhirnya doktor mengetahui bahwa orang tersebut tidak pandai dalam hal apapun kecuali analisa kasus pembunuhan. Doktor pun berkata, “Ternyata kamu hanya tidak pandai dalam hal apapun kecuali ini.” Orang itu pun merespon, “Jika aku mengetahui semua hal di dunia ini, lalu apa manfaatnya bagi diriku.”

Begitu juga orang yang berprofesi sebagai penjual, misalnya, maka ia pasti akan mencari pembeli. Itu pekerjaannya. Jadi ia mencari perkara yang menguntungkan baginya, yaitu konsumen. Mereka pasti akan membeli barang penjual dan itu menguntungkan baginya. Apabila tidak mencari hal yang menguntungkan, maka akan merugikannya dan tidak bisa diperbaiki.

(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU