“Hadir di majelis tuk berzikir dan ngaji, para malaikat bakal meliputinya dengan sayapnya.” Berarti datang di acara rutinan Ahad Legi bakal membuat para jemaat dipayungi sayap malaikat. Begitulah ucap KH. Abdullah Murtadlo, (19/06/2022).
Saat menyampaikan mauidhoh hasanah di acara Pengaian Ahad Legi, beliau memberitahukan kepada jemaat bahwa hadir di majelis ini memiliki banyak hikmah. Salah satu hikmahnya, ialah bakal dihujani rahmat Allah. Juga yang paling penting, Allah akan menginformasikan nama hadirin kepada makhluk-makhluk di sisinya. Ulama mengatakan, makhluk yang di sisi Allah ialah jajaran malaikat dan para nabi.
Beliau mengimbau kepada jemaat agar konsisten mengikuti pengajian Ahad Legi. Apalagi dari mengikutinya, nama jemaat bisa diberitahukan kepada insan mulia, Nabi Muhammad SAW. KH. Abdullah mengatakan, hal ini merupakan sesuatu yang membanggakan untuk umat Nabi Muhammad SAW.
Setelah menyampaikan seberapa pentingnya istikamah, beliau memasuki pembahasan inti. Membahas haji.
DUIT, Kunci Penting Naik Haji
Namun, sebelumnya beliau mendoakan para jemaat haji yang berangkat di bulan ini, Bulan Zulkaidah. “Semoga haji mereka menjadi haji mabrur.” Pun beliau mendoakan para hadirin bisa segera haji.
Tahun 2022 sekarang, di Indonesia haji harus ngantre selama 29 tahun. Bahkan ada yang daftarnya sekarang, berangkatnya 97 tahun mendatang. Hal ini tentunya membuat beberapa orang kehilangan optimis berangkat haji. Ucap KH. Abdullah Murtadlo.
Oleh karena itu, beliau menyemangati jemaat Ahad Legi agar tidak putus asa. Putus asa merupakan dosa besar dan setan menyukai manusia dalam keadaan seperti itu. Beliau melarang hadirin terbang semangat karena keadaan itu merupakan panggilan setan. Melainkan dengar perintah Allah, yaitu optimis.
Allah sesuai dengan apa yang dipikirkan para hambanya. Sesuai sabda Nabi, Allah itu sesuai dengan yang dibayangkan hambanya. Bila yang dibayangkan baik, Allah akan memberikan yang baik. Pun dengan sebaliknya.
Cara yang diberikan KH. Abdullah Murtadlo agar tidak tewas semangat dan dipermudah naik hajinya, yakni DUIT. DUIT yang dimaksud bukanlah alat pembayaran. Namun DUIT di sini merupakan singkatan dari doa, usaha, ikhtiar, dan tawakal.
Kiai Abdulah memprovokasi jemaat untuk sering-sering berdoa. Tidak dikabulkan dengan cepat, bukanlah problem. Doa dimaksudkan mencuri perhatian Allah, biar disayang. Sering merengek dalam doa bagai anak kecil meminta sesuatu kepada otangtuanya.
Anak kecil jika merengek ke orang tuanya, lama-kelamaan bakal dikabulkan permintaanya. Sama seperti itu, seorang terus-menerus merengek kepada Tuhannya, nanti akan dikabulkan hajatnya. Inilah kiat pertama yang disampaikan beliau.
Akan tetapi, menjalankan doa ini jangan diniati agar dikabulkan hajatnya. Melainkan hanya sebagai menjalankan syariat dari Allah SWT. Menjalankan syariat ini dapat bonus pahala. Wanti KH. Abdullah Murtadlo.
Doa tersebut harus dibarengi dengan usaha atau ikhtiar. Berusaha walau sedikit, contohnya menabung sehari sepuluh ribu. Tidak apa, hanya sepuluh ribu walau biaya haji Rp. 25 juta. Sebab tabungan ini bukanlah pilar harapan. Namun yang menjadi cahaya harapan hanyalah Allah.
Beliau mengatakan, banyak orang yang diam-diam di rumah kedatangan rezeki. Seperti Josua, Kabupaten Tapanuli Tengah. Rumahnya kejatuhan meteor yang bernilai Rp. 26 miliar. Ini merupakan bukti bahwa Allah yang bisa mebuat seseorang kaya. Ucap KH. Abdullah.
Terakhir, bertawakal. Percaya sepenuhnya kepada Allah. sebab yang bisa membolak-balikkan takdir hanyalah Allah. Kuasa Allah tidak bisa ditentang oleh apapun. Makanya harus percaya kepada Allah. Harus rida pada ketetapan Allah. Imbau beliau.
Jika tidak tawakal, seumpama harapannya tidak terkabulkan bakal terpuruk. Berbeda dengan bertawakal, walau hajatnya tidak terkabulkan ia masih bisa menerimanya dengan lapang dada.
Berkaitan tentang tawakal, ada kisah unik yang menceritakan Syekh Abdullah Aziz. Seorang waliyullah besar dan ahli ibadah.
Wali Tervonis Masuk Neraka
Salah satu malaikat melihat di Lau Mahfuz nama Syekh Abdullah Aziz terdaftar di penghuni neraka. Maka, sang malaikat merasa kasihan kepada beliau. Sang malaikat meminta izin kepada Allah untuk menasihati Beliau. Allah pun hanya membiarkannya.
Datanglah sang malaikat kepada beliau dan berkata, “Anda tidak usah memaksakan diri dalam beribadah. Sebab Anda sudah dicap sebagai penghuni neraka.” Malaikat menasihatinya karena Syekh Abdullah tidak pernah absen salat malam, dan di ibadah-ibadah lainnya.
Syekh Abdullah terdiam dan kemudian merenspon nasihat sang malaikat. “Saya gak ada urusan dengan akhirat. Saya hanya menjalankan ibadah yang diperintahkan Allah. Sudah, begitu saja.” Sang malaikat pun kembali dan melihat Lau Mahfuz, ternyata nama Syekh Abdullah Aziz pindah kedalam golongan penghuni surga.
(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)
