Penerapan Istikamah Sejak Bangun Pagi

pagi, Penerapan Istikamah Sejak Bangun Pagi, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo

#serial kegiatan santri putra (2)

Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo memulai kegiatan santri pada jam 03.30 dini hari. Beberapa asrama menggunakan bel sebagai penanda persiapan salat Subuh berjemaah sedari bangun tidur pagi. Terkadang para santri memilih untuk mandi atau sekedar berwudu, kemudian dilanjut dengan bermunajat pada Sang Ilahi.

Kegiatan yang dilakukan para santri beragam. Ada yang memilih salat malam, berdoa, mencuci baju, bahkan ada yang belajar dan menghafal pelajaran yang akan dipelajari nantinya. setengah jam kemudian, pembacaan surat Al-Waqiah dimulai, yang merupakan kegiatan yang dianjurkan oleh Kiai Badruddin sebelum azan Subuh berkumandang. Kegiatan tersebut diterapkan sebagai istikamah para santri agar meraih banyak rezeki.

“Jangan bangun kesiangan, nanti rezekimu dipatuk ayam,” bunyi pepatah yang masyhur di kalangan masyarakat. Untuk mengatasi hal tersebut, kiai membiasakan santri bangun pagi dan tidak tidur lagi. Dengan memberikan jam tidur pada pukul 22.00 WIS bagi para santri.

Kiai Badruddin juga pernah dawuh dalam bahasa Jawa yang artinya, “Santri yang tidurnya kemalaman, bangunnya akan kesiangan.” Maka diutuslah oleh beliau kepala kamar untuk mengingatkan kegiatan para santri. Bukan hanya itu, kiai juga menyiapkan awrad santri yang berisi kumpulan wirid sebagai bekal para santri.

Asrama Khusus

Asrama santri Al-Badr, asrama yang menerapkan bahasa asing sebagai bahasa sehari-hari, memiliki kegiatan yang berbeda dengan santri Al-Anwar yang sudah menjadi keistikamahan mereka. Seusai bangun tidur dan merapikan kamar, para santri berbondong-bondong mengambil wudu. Kemdian kembali ke asrama untuk serentak melantunkan nazamAlfiyah Ibnu Malik. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah hafalan santri Al-Badr.

Madrasah tahfidzul quran yang diasuh oleh KH. Syamsul Arifin dan Ag. Fazlurrahman Rahawarin itu membiasakan santri huffadz mendaras hafalan, untuk disetorkan seusai salat Subuh berjemaah. Karena pagi hari merupakan waktu yang enak untuk dipakai hafalan.

Beragam kegiatan santri seusai bangun tidur pagi juga dapat menggambarkan kesungguhan para santri dalam menuntut ilmu, karena kiai akan mendoakan santri yang bersungguh-sungguh dengan kesuksesan dan kebahagiaan di masa mendatang. Kiai Badruddin pernah dawuh, “Entekno sorohmu di pondok, di omah cek kari enake thok (Habiskan susahmu ketika di pondok, agar di rumah tinggal merasakan nikmatnya).”

(Asy’ari/Mediatech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: