[polor_menu]
[polor_menu]

Pelatihan Pengurus, Bekal Mengabdi

Pelatihan Pengurus, Bekal Mengabdi

Senin, 10 Juli bertempatkan di lantai tiga kantor Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” (Pesantren Wisata), para pengurus mendapat materi untuk mempersiapkan diri dalam mengabdi di ponpes.

Target utama dari acara ini sebenarnya adalah kepala kamar, pengurus pondok yang bagian menangani dan mendampingi santri. Hanya saja, beberapa pengurus non kepala kamar juga boleh berpartisipasi dalam acara ini.

“Anu, diadakan saja pelatihan kepala kamar,” ucap Ustaz Faiz yang mengulangi perkataan pengasuh pondok. Kata inilah yang menjadi pemicu dari lahirnya kegiatan ini.

Kenapa ucapan tersebut bisa sampai muncul? Begini ceritanya:

Pada awalnya, Ustaz Faiz, ketua pelaksana acara ini, sowan ke Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., pengasuh umum Pesantren Wisata. Niatnya adalah melaporkan beberapa santri yang akan menjadi kepala kamar.

Hanya saja ada beberapa orang yang menurut Ustaz kurang mampu dalam menjadi kepala kamar. Ia pun mengatakan hal ini kepada Kiai Fathul. Beliau pun menjawab sebagaimana kutipan di atas. 

Namun, Sang Ketua itu tidak langsung mengiyakan. Sebab, bagaimana dengan pengurus non kepala kamar, apakah mereka tidak boleh mengikuti acara ini? Akhirnya Kiai mengizinkan. Ustaz Faiz kemudian mengirimkan undangan untuk beberapa pengurus diniah, ma’hadiyah, dan bagian keamanan. 

Acara ini akan berlangsung selama lima hari. Mulai dari Senin hingga Sabtu dengan libur di Hari Jumat. Dalam lima hari tersebut ada enam tema materi yang akan pengurus simak dan pahami.

Berikut perincian enam materi beserta pematerinya berdasarkan data yang Ustaz Faiz berikan: militansi (Ustaz Zainul dan Ustaz Romli), leadership (Kiai Fathul dan Ustaz Agus), komunikasi (Ustaz Faiz), administrasi (Ustaz Farkhi), problem solving, (Ustaz Lintar Bayu dan Gus Ibrahim Zainul), tugas, dan kewajiban pengurus (Kiai Zainuddin dan Ustaz Irfan).

Para pengurus yang mengikuti acara ini akan menerima selebaran dari panitia. Isi lembaran itu beberapa pertanyaan terkait materi sesuai harinya. Misal di Hari Senin materinya militasi, berarti di lembaran akan muncul pertanyaan terkait itu.

Ustaz Faiz menyebutkan bahwa tujuan adanya selebaran tersebut untuk mengukur pemahaman para pengurus pada materi. Sebab sesuai tujuan dari munculnya acara ini ialah melatih dan sebagai bekal pengurus dalam mengabdi ke pondok. Setidaknya begitu yang Ustaz Faiz utarakan.

Ia, sebagai ketua acara menilai penting dengan pengadaan kegiatan ini. Menurutnya, ibarat seseorang mau berperang tapi tidak ada persiapan, maka yang akan ia temui hanyalah kematian yang konyol. Pengurus sebelum menghadapi masa pengabdian harus memiliki bekal terlebih dahulu.

pengurus yang mengikuti pelatihan ini dengan lengkap selama lima hari akan mendapat sertifikat. Ustaz Faiz mengungkapkan bahwa sertifikat itu adalah bukti kesiapan pengurus dalam berkhidmat di pondok.

Ustaz Faiz berharap dengan adanya kegiatan ini, para pengurus bisa mengamalkan apa yang mereka dapat selama pelatihan. Sebab ini penting sebagai ancang-ancang dalam berkhidmat.

(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex