Kamis, 30 Juni 2022, acara Pelantikan Pengurus Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” berlangsung. Bertempat di pelataran Masjid An-Nur II yang berhias lampu warna-warni yang menyinari panggung. Santri-santri putra mulai jenjang SMP hingga jenjang Mahasiswa hadir untuk memeriahkan acara tersebut.
Semenjak bakda isya, suara selawat menggema. Suara tersebut menunggu santri-santri untuk berkumpul dan duduk. Setelah semua santri duduk, MC (Master Of Ceremony) maju ke panggung untuk membacakan runtutan acara sekaligus membukanya. Dengan Surah Al-Fatihah acara dimulai.
Acara berlanjut ke lantunan ayat-ayat suci Al-Quran. Qari dari lantunan merdu tersebut adalah seorang santri tahfiz yang sudah hafal tiga puluh juz.
Kemudian, Kiai Ahmad Zainuddin selaku perwakilan majelis Keluarga Pondok Pesantren An-Nur II menyampaikan sambutan. Beliau menyampaikan masalah pentingnya para pengurus ini yang akan menjadi guru para santri.
Beliau membawakan kisah tentang Negara Jepang yang dulunya dibom nuklir. Yakni Kota Nagasaki dan Hiroshima. Dalam keadaan sekritis itu, Kaisar Jepang menyuruh menteri-menterinya untuk mencari guru-guru yang masih selamat.
Sebab ia memiliki optimisme bahwa hal terpenting memulihkan dan memajukan negaranya adalah guru. Alhasil, upaya tersebut berbuah manis. Kini, Negara Jepang telah bangkit dan unjuk gigi. Ia sudah berhasil menyalip banyak negara dengan cara menyelamatkan guru-guru.
“Sama dengan tokoh-tokoh nasional Indonesia.” Mereka di masa-masa penjajahan mengandalkan maha guru, alias KH. Hasyim Asyari dan kiai-kiai lainnya. Pun dengan santri-santrinya mereka andalkan. Pada akhirnya, Indonesia berhasil bebas dari belenggu penjajahan Belanda.
Makanya-kata beliau-memuliakan para pengurus yang dilantik ini penting. Beliau membacakan sebuah syair berbahasa Arab. Intinya begini. Hormatilah guru, sambutlah mereka. Sebab derajat mereka hampir menyamai para utusan Allah. Merekalah yang merawat akal dan jiwa manusia.
Untuk itu, mereka patut diberi apresiasi. Rela mengobarkan waktu demi mengajar para santri. Padahal banyak pekerjaan yang lebih menyenangkan dan menguntungkan di luar sana. Namun mereka menahan itu dan memilih untuk menyebarkan pengetahuan.
Selain memberitahu untuk menghormati para pengurus, beliau juga menyemangati mereka. Dalam syair yang sama, beliau bilang, “Mengajar dengan sekuat tenaga. Siapa tahu, generasi berikutnya menjadi generasi emas.” Beliau mengajarkan untuk selalu tegar dan percaya bahwa ada harapan di depan.
MC kembali maju ke depan untuk mengumumkan acara selanjutnya. Yaitu, pembacaan surat keputusan nomor 430 tahun 2022 yang dibacakan Ustaz Farkhi. Berisi perihal bahwa nama-nama yang terlantik akan menjadi pengurus masa bakti 2022 dan 2023.
Penyematan dilakukan setelahnya. Satu per satu pengurus dipanggil untuk menerima map dan sajadah dari pihak penyemat. Urutannya ialah pengurus yang menjadi kepala kamar jenjang SMP. Lalu, jenjang SMA. Terakhir, pengurus bagian selain kepala kamar yang dipanggili. Pembagian tugas ini, langsung dari pengasuh pondok putra, KH. Zainuddin.
Sesusai penyematan, para pengurus dibaiat. KH. Damhuji menjadi pendikte ikrar yang harus diikuti oleh semua pengurus. “Ini, yang menjadi core acara pelantikan pengurus.” Kata Ustaz Afifan, pengurus yang menjadi kepala kamar kelas tiga SMA. Beliau mengatakan ikrar tersebut menjadi tujuan dari diadakannya acara.
KH. Damhuji turun dari panggung, Dr. KH. Fathul Bari, S. S., M. Ag naik ke panggung untuk menyampaikan sedikit nasihat kepada pengurus-pengurus yang dilantik. Nasihat belau ialah, “Barang siapa yang meninggalkan ajaran usul, maka dia akan gagal menggapai cita-citanya.”
Beliau menghimbau untuk tidak melupakan apa yang telah diajarkan Al-Maghfurlah KH. Badruddin Anwar. Seperti zikir pagi. Zikir merupakan doa dan, “Doa adalah senjata orang muslim.” Ucap beliau.
Beliau juga menyuruh untuk mengubah niatan hatinya dengan niatan membantu. Membantu para santri dalam pembelajaran. Sebab, Allah juga bakal membantu orang yang membantu orang lain.
Kemudian, Letkol Inf Taufik Hidayat sedikit memberikan motivasi. Dalam motivasinya, beliau mengatakan menjadi pemimpin memang bukanlah hal gampang. Namun pemimpin yang memerintah kebagusan akan membuahkan kebagusan juga. “Maka, untuk pengurus jangan minder,” katanya.
(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)
