Pelantikan Pengurus, Estafet Baru dan Amanah Agung

annur2.net – Kamis, 24 Juli 2025 menjadi hari penting dan istemewa dalam menentukan laju satu tahun ke depan Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”. Dua ratus empat puluh lima asatiz resmi mengemban amanah dari para kiai dan bunyai.

Jabatan para ustaz dimulai dari kepala kamar para santri hingga non kepala kamar, seperti kepala kantor, kepala madin (Madrasah Diniyah), dan PJ (penanggung jawab) kesehatan santri. Meski beberapa ada yang merangkap dua hingga tiga jabatan.

Pengurus Pelayan Ilmu

Dengan ini Kiai Zainuddin Badruddin pengasuh pondok putra berpesan agar para pengurus menjadikan amanah ini sebagai ladang khidmat, perjuangan dan keberkahan. “Sebuah amanah yang bukan sekedar amanah. Tetapi adalah ladang khidmah, ladang perjuangan, dan juga ladang keberkahan.” Jelasnya dalam sambutan.

Tugas utama sebagai pengurus bukan hanya mengatur kegiatan santri. Tetapi menjadi pengabdi ilmu, menjaga ilmu Rasulullah dan mengajarkan adab kepada santri didiknya. An-Nur II menganut tarekat ta’lim wa ta’allum (belajar dan mengajar).

Salah satu guru Kiai Zainuddin pernah berpesan:

افضال الطروق إلى الله طريقة التعليم والتعلم

Artinya: “Paling utamanya jalan mendekat kepada Allah adalah melalui belajar dan mengajar.”

Kiai Zainuddin mengingatkan kembali bahwasannya jabatan yang ada bukan sebagai kemuliaan maupun penghargaan. Itu adalah amanah dan tanggung jawab yang harus mereka pikul.

Saling Belajar Meski Sudah Pengurus

Salah satu pengurus senior mengaku saat menjadi pengurus haru bisa menjaga produktivitas mereka. Kalau malas, harus mereka jauhi.

Selain itu pengurus yang mengemban amanah menjadi kepala kamar belajar mendidik seorang anak. Meski belum menikah, dia harus mendidik anak orang lain yang sudah menjadi tanggung jawabnya.

Serban Simbol Kesalehan

Proses pelantikan dan penyematan serban berlangsung dengan khusyuk. Tetapi mengapa simbol pelantikan tiap tahunnya menggunakan serban?

Secara umum pengguna serban mencerminkan orang saleh. Sekaligus menjadi identitas seorang ulama atau tokoh agama. “Maka dari itu penerus ialah identik dengan orang yang saleh, beragama, dan orang yang alim.” Ungkap Ustaz Muhammad Solihin, Ketua 3 Bidang Acara dan Kunjungan, Ketua Program Al-Anwar, dan anggota BUMP.

Landasan Pengurus dari Kiai

“Wahai para pengurus. Jadilah pengurus yang mengurus. Tidak menjadikan jabatan hanya sebagai status. Namun mengabdi dengan ikhlas dan tulus, melaksanakan semua tugas tanpa minus dan memperhatikan santri dengan serius.

Wahai para pengurus. Jadilah pengurus yang mengurus. Yang berpikiran lurus. Yang belajar dan berakal jenius. Baju harum, seharum kapur barus. Bertutur kata yang penuh hikmah dan berbahasa halus. Berakhlak mulia dan berbudi bagus. Berperilaku ramah dan tidak berperilaku ketus.

Wahai para pengurus. Jadilah pengurus yang mengurus. Yang rajin berjamaah dan berkepribadian yang religius, yang rutin membaca zikir dan doa-doa khusus, yang senantiasa membimbing para santri menuju jannah Firdaus.”

Tiga alenia di atas merupakan penutup dan pesan yang langsung Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. Beliau menyampaikannya untuk para pengurus yang baru dilantik.

(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU