Pasar Waqiah: Syafaat Selawat dan Rahmat yang Berbeda
Kajian Pasar Waqiah | 17 Mei 2025
Oleh Kiai Zainuddin Badruddin, M.M.
Hadis Ketiga Puluh Tujuh: Keutamaan Allah Ta’ala dan Rahmat-Nya
الحديث السابع والثلاثون
«عن ابن عباس رضي الله عنهما عن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم فيما يرويه عن ربه تبارك وتعالى قال إن الله كتب الحسنات والسيئات ثم بين ذلك، فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة، وإن هم بها فعملها كتبها الله عنده عشر حسنات إلى سبعمائة ضعف إلى أضعاف كثيرة، وإن هم بسيئة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة، وإن هم بها فعملها كتبها الله سيئة واحدة» .
“Dari Ibnu Abbas ra., bahwa Rasulullah saw., meriwayatkan dari Allah tabaaraka wa ta’ala. Nabi bersabda, “Sesungguhnya Allah menetapkan adanya kebaikan dan kejelekan, kemudian Dia menjelaskannya. Barangsiapa yang berniat untuk mengerjakan amal kebaikan namun belum terlaksana, maka Allah akan catat baginya satu kebaikan yang sempurna. Dan jika dia berniat untuk kebaikan dan mengerjakannya, maka Allah akan catat baginya dengan 10 kebaikan hingga 700 kali lipat, bahkan sampai berlipat–lipat banyaknya. Sebaliknya, apabila dia berniat untuk mengerjakan amalan kejelekan namun belum terlaksana, maka Allah akan catat baginya satu kebaikan yang sempurna. Dan apabila dia berniat untuk kejelekan dan mengerjakannya, maka Allah akan mencatat baginya satu kejelekan saja.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Nabi Memilih Semua Umatnya Mendapat Syafaat
annur2.net – Suatu saat, ada malaikat datang kepada Nabi Muhammad saw., untuk memberi wahyu. Tetapi ia bukan Malaikat Jibril utusan Allah. Malaikat itu memberi pilihan kepada Nabi:
“فَخَيَّرَنِي بَيْنَ أَنْ يُدْخِلَ نِصْفَ أُمَّتِي الْجَنَّةَ وَبَيْنَ الشَّفَاعَةِ”
“Pilih mana antara separuh umatmu masuk surga atau seluruh umat anda akan mendapat syafaat?”
Nabi Muhammad memilih seluruh umatnya akan mendapat syafaat. Syafaat Nabi adalah untuk orang-orang yang tidak menyekutukan Allah tetapi melakukan dosa, terlebih dosa besar. Dengan begitu, walaupun umat beliau masuk neraka juga akan mendapatkan rahmat dan syafaat.
“شَفَاعَتِي لِأَهْلِ الْكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِي”
“Syafaat Nabi untuk umat berdosa besar.”
Jadi Nabi memberikannya syafaatnya kepada umat-umat beliau yang berdosa besar, bukan hanya orang-orang yang saleh.
Misalnya Nabi memilih pilihan pertama, sebagian umatnya akan masuk surga, maka umat beliau yang masuk neraka tidak bisa masuk surga. Mereka akan tetap di neraka.
Keutamaan Membaca Selawat
Suatu hari Nabi Muhammad sedang perang. Kemudian ada Malaikat datang kepada beliau. Malaikat itu menyampaikan sebagaimana hadis di atas. Orang yang membaca selawat kepada Nabi Muhammad akan mendapatkan sepuluh kebaikan.
Kebaikan pertama memperbarui keimanan pembaca kepada Allah dan akan memahami tauhid. Dengan menjadi hati yang bersih dari perbuatan dan mendekatkan kita pada keikhlasan kepadanya. Kedua adalah memperbarui iman kepada Nabi.
Yang ketiga yaitu mengagungkan Nabi. Selawat membuktikan kita bahwa Nabi Muhammad adalah utusan untuk kita dan kita membalasnya dengan selawat kepadanya.
Kebaikan keempat, selawat menunjukkan permohonan kita kepada Allah. Kelima, dengan selawat kita percaya bahwa akan adanya hari akhir yang begitu menakutkan dan membuat kita berlomba-lomba untuk mendapatkan syafaat tersebut.
Keenam, selawat bisa menjadi doa dan zikir yang mana kita ingin mendapatkan hak kita sebagai manusia dan tempat kita menyerahkan segala urusan yang tidak mudah kita capai.
Selanjutnya, selawat menjadi bentuk cinta kepada Nabi Muhammad saw. Kesembilan, selawat sama dengan munajat dan kerendahan hati kepada Allah. Terakhir, kita memasrahkan apapun kepada Allah dengan membaca selawat.
Selain itu, selawat adalah khazanah, yakni merupakan nikmat yang Allah berikan sebagai nikmat yang sangat membuat kita senang.
Setelah mendapatkan khazanah itu, berselawat juga akan menghilangkan sepuluh perbuatan kejelekan kita. Selain itu, selawat mengangkat kita sepuluh derajat di surga. Semakin tinggi derajat kita, akan semakin dekat kepadanya Allah Swt.
Jadi rahmat adalah untuk orang-orang umum yang merupakan umat Islam dan sedangkan selawat adalah hal yang khusus untuk kepada umat yang mengamalkannya.
(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)