Pasar Waqiah Ramadan: Tanda Kebaikan Islam Seseorang

Tanda Baiknya Muslim

Sebagai seorang muslim kita tentunya ingin menjadi seorang muslim yang baik. Menjadi muslim yang baik beragam caranya, salah satunya adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi kita. Apa dalil yang mendasari hal tersebut? Hadis, Abu Hurairah meriwayatkan hadis demikian,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ‌مِنْ ‌حُسْنِ ‌إِسْلَامِ ‌الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

“Rasulullah saw bersabda, “Termasuk dari kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tiak bermanfaat baginya.” (HR. Turmudzi)

Salah satu perkara yang tidak bermanfaat bagi seorang muslim adalah bergurau berlebihan. Dari pada bergurau, bukankah waktu kita akan lebih bermanfaat jika kita gunakan untuk membaca Al-Qur’an, belajar, dan hal-hal bermanfaat lainnya?

Meninggalkan hal-hal yang tidak penting memiliki banyak manfaat. Jika kita meninggalkan hal tersebut, kita akan terhindar dari masalah besar-terlepas dari banyaknya penyebab masalah.

Kita ambil contoh bergurau tadi. Jika kita berlebihan dalam bergurau dengan pemimpin saat waktunya kurang tepat, kita akan mendapat masalah besar yang hubungannya dengan pemimpin.

Kesibukan kita terhadap hal-hal yang tidak bermanfaat bagi kita merupakan bentuk pemalingan Allah dari kita. Imam Hasan Al-Bashri menyampaikan sebuah pepatah,

مِنْ ‌عَلَامَةِ ‌إِعْرَاضِ ‌اللَّهِ عَنْ عَبْدِهِ أَنْ يَجْعَلَ شُغْلَهُ فِيمَا لَا يَعْنِيهِ

“Termasuk tanda Allah berpaling dari hamba-Nya adalah Allah menyibukkannya terhadap hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”

Perkataan juga Perbuatan

Beberapa ulama mengatakan bahwa perkataan sama halnya dengan perbuatan. Keduanya sama-sama bisa menarik masalah yang besar. Seandainya seseorang menganggap perkataan sebagai perbuatan, maka orang tersebut akan menyedikitkan ucapannya.

Sebagai contoh paling dekat adalah Ning Hj. Sakhiyah Dzurriyah yang akrab dengan sapaan Ning Yaya. Kiai Ahmad Zainuddin, adik ipar Ning Yaya, menyampaikan bahwa beliau sering menemui Ning Yaya membaca wirid saat perjalanan dan jarang berbicara jika memang tidak penting. Hal ini bisa kita jadikan sebagai teladan sebagai sesama muslim, agar waktu kita tidak terbuang sia-sia.

(Muhammad Abror S/Mediatech)

Your email address will not be published.

Your email address will not be published.

TERBARU