Rahmat Allah Swt
Rahmat Allah adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hambanya. Bentuknya bervariasi. Sebagian orang menganggapnya sebagai suatu pemberian yang amat besar dan berharga. Namun, ada juga yang menganggapnya sebagai hal yang kecil.
Namun, apakah kita mengetahui bahwa semua nikmat yang telah kita rasakan merupakan satu dari seratus rahmat yang Allah ciptakan? Kesehatan yang kita miliki, usia panjang, rezeki tiada henti dan berbagai kenikmatan lainnya hanya berasal dari satu macam yang Allah turunkan ke bumi.
Hal tersebut tercantum dalam hadis riwayat Imam Bukhari,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الرَّحْمَةَ يَوْمَ خَلَقَهَا مِائَةَ رَحْمَةٍ، فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعًا وَتِسْعِينَ رَحْمَةً، وَأَرْسَلَ فِي خَلْقِهِ كُلِّهِمْ رَحْمَةً وَاحِدَةً، فَلَوْ يَعْلَمُ الكَافِرُ بِكُلِّ الَّذِي عِنْدَ اللَّهِ مِنَ الرَّحْمَةِ لَمْ يَيْئَسْ مِنَ الجَنَّةِ، وَلَوْ يَعْلَمُ المُؤْمِنُ بِكُلِّ الَّذِي عِنْدَ اللَّهِ مِنَ العَذَابِ لَمْ يَأْمَنْ مِنَ النَّارِ»
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Allah Swt menciptakan seratus rahmat di hari penciptaannya. Allah menahan 99 dari seratus itu di sisi-Nya dan memberikan satu kepada seluruh makhluk. Seandainya orang kafir mengetahui semua rahmat yang ada di sisi Allah Swt, ia tidak akan putus asa dari surga. Seandainya seorang muslim juga mengetahui semua rahmat yang ada di sisi Allah, ia tidak akan merasa aman dari neraka.’” (HR. Bukhari)
Jika dari satu saja bisa memunculkan ribuan-bahkan nyaris tak terhitung-nikmat, bisa kita bayangkan bagaimana dahsyatnya 99 yang belum turun ke bumi itu.
Seseorang yang meninggal dunia dengan hanya berbekal tauhid bisa masuk surga, mengapa? Jelas karena rahmat Allah Swt.
Pernah mendengar cerita seorang pelacur yang masuk surga karena mengambilkan minum seekor anjing yang kehausan? Mengapa ia masuk surga, apakah karena ia menolong anjing, atau karena amal yang ia miliki? Bukan, itu karena rahmat Allah Swt.
Allah memberikan rahmat-Nya kepada siapapun yang Allah kehendaki, tak terkecuali seorang pelacur. Hal ini selaras dengan keterangan yang tercantum dalam hadis berikut,
عَن ابْن مَسْعُود رَضِي الله عَنهُ قَالَ قَالَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم الْفَاجِرُ الرَّاجِى لِرَحْمَةِ اللهِ تعالى أَقْرَبُ مِنْهَا مِنَ الْعَابِدِ المُقْنِطِ
Dari Ibnu Masud, ia berkata: “Rasulullah saw bersabda, ‘Tukang maksiat yang mengharapkan rahmat Allah lebih dekat dengan rahmat dari pada ahli ibadah yang putus asa.’” (HR Hakim)
Sudah semestinya kita sebagai seorang hamba untuk selalu mengharap rahmat Allah Swt yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
(Muhammad Abror S/Mediatech)
