PASAR WAQIAH RAMADAN MALAM KE-3: Pelebur Pahala Orang Berpuasa
KAJIAN PELEBUR PAHALA PUASA
OLEH: GUS H. AHMAD IBRAHIM ZAINUL AKBAR
annur2.net – Ramadan adalah bulan yang berbeda dari bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah SWT., membatasi segala kegiatan untuk melatih kita, namun bukan lockdown seperti empat tahun silam. Lebih tepatnya memagari hati kita agar tidak terbuai dengan hawa nafsu.
Salah satu cara untuk mengendalikan hawa nafsu adalah dengan berpuasa. Orang yang berpuasa adalah orang yang sangat spesial, mengapa demikian? Nabi Muhammad saw., pernah bersabda,
كل عمل ابن آدم يضاعف، الحسنة عشر أمثالها إلى سبعمائة ضعف، قال الله عز وجل: إلا الصوم، فإنه لي وأنا أجزي به، يدع شهوته وطعامه من أجلي، للصائم فرحتان: فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه، ولخلوف فيه أطيب عند الله من ريح المسك
“Setiap amalan anak Adam dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Azza wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan memberikan balasannya. Ia meninggalkan syahwat dan makanannya karena-Ku.’ Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya. Dan sungguh, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kasturi.” (HR. Bukhari & Muslim)
Bahkan kegiatan yang tidak ada nilai ibadahnya sama sekali, terhitung ibadah jika orang yang berpuasa melakukannya. Seperti halnya tidur, berdiam diri, sebagaimana hadis,
نوم الصائم عبادة ، وصمته تسبيح ، ودعاؤه مستجاب ، وعمله مضاعف
“Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, doanya dikabulkan, dan amalannya dilipatgandakan.” (HR. Al-Baihaqi). Hadis ini menunjukkan betapa spesialnya orang yang berpuasa.
Berpuasa namun Tidak Sia-Sia
Namun perlu kita ingat, pada bulan ini kita menjaga hawa nafsu. Artinya kita bukan hanya tidak makan, minum, dan menahan gairah. Kita harus menjaga diri dari melakukan hal-hal buruk. Jika tidak puasa kita akan sia-sia, sebagaimana sabda Nabi,
كم من صائم ليس له من صومه إلا الجوع والعطش
“Berapa banyak orang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan dahaga.” (HR An-Nasai dan Ibnu Majah). Artinya, banyak orang yang sudah berpuasa 14 jam lamanya, namun tidak mendapatkan pahala sama sekali, mengapa? Karena mereka hanya sekedar tidak makan dan minum, tapi masih berkata kotor, berbohong, menggunjing, dan lain-lain.
Untuk menghindari puasa yang sia-sia, kita perlu mengetahui perkara apa saja yang dapat mengurangi pahala puasa. Dalam suatu hadis Nabi bersabda,
خمسة أشياء تُحبِط الصوم؛ الكذب والغيبة، والنميمة، واليمين الغموس والنظر بشهوة
“Lima perkara yang merusak pahala puasa: dusta, ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), sumpah palsu, dan pandangan dengan syahwat.” Dan dalam hadis lain Nabi bersabda demikian,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari).
Orang yang berpuasa memanglah orang yang spesial. Namun orang tersebut tidak lagi menjadi spesial jika melakukan hal-hal yang buruk. Maka selain menahan lapar dan dahaga, kita juga harus menjaga tutur kata dan perbuatan.
(Farkhan Wildana S./Mediatech An-Nur II)
