<strong>Pasar Waqiah: Mari Menghidupkan Malam Nisfu Syakban</strong>

Pasar Waqiah: Mari Menghidupkan Malam Nisfu Syakban

                Tak terasa tiba-tiba sudah berada di bulan Syakban dan mendekati bulan Ramadan. Ada banyak berkah yang ada pada bulan Syakban ini. Jika bulan Rajab terdapat peristiwa mulia Isra Mikraj, Syakban memiliki malam yang istimewa yakni malam Nisfu Syakban. Dalam malam inilah keberkahan bulan Syakban terhimpun. Bahkan banyak ulama yang menyebutkan keutamaan-keutamaan malam Nisfu Syakban dalam kitab-kitab.

                Terdapat kutipan dalam kitab Hasyiyah As-Sarwani, “Malam yang paling utama di dunia adalah malam kelahiran Nabi Muhammad SAW, malam Lailatulqadar, malam Isra Mikraj, malam …, dan malam Nisfu Syakban. Ulama juga mengatakan bahwa malam ini lebih baik dari pada siangnya. Selain itu, Atha’ bin Yasir mengatakan tentang keutamaan malam Nisfu Syakban, “Tidak ada malam yang lebih utama dari malam Lailatul Qadr selain Nisfu Syakban.”

                Pada malam tersebut, Allah menurunkan belas kasih-Nya kepada manusia yang ada di bumi. Sebagaimana riwayat Ibnu Majah dalam kitab At-Thabrani mengatakan, “Allah menurunkan rahmat-Nya pada malam Nisfu Syakban dan mengampuni semua orang kecuali orang-orang musyrik dan yang saling bermusuhan.” Maka kita harus memaafkan kesalah orang lain dan jangan sampai bermusuhan.

Berbagai Keutamaan Malam Nisfu Syakban

                Oleh sebab keutamaan tersebut, para ulama menganjurkan kita untuk menghidupkan malam Nisfu Syakban. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’, “Mengutip dari Imam Syafii, menganjurkan agar menghidupkan malam Nisfu Syakban dengan perkara yang baik.” Menghidupkan malam Nisfu Syakban seperti berdoa, tirakat, begadang, dan sebagainya.

                Pada malam Nisfu Syakban, alangkah baiknya kita berdoa sebanyak-banyaknya sebab dalam waktu tersebut termasuk dari lima waktu yang mustajab. Sebagaimana dalam kitab Al-Umm, Imam Syafii mengatakan, “Telah datang keterangan pada Kami bahwa doa yang mustajab terdapat dalam lima malam: malam Jumat, malam Iduladha, malam Idulfitri, malam awal Rajab, dan malam Nisfu Syakban.”

                 Selain itu, Imam At-Thabari dalam kitab Tafsir At-Thabari, “Malam Nisfu Syakban ini memiliki banyak kekhususan dan keutamaan dengan sifat banyaknya keberkahan.” Oleh karena itu, semestinya kita berdoa pada malam tersebut. Hal ini seperti perangai para pemancing dalam mendapatkan ikan. Apabila mereka memancing di area yang minim ikan, maka peluang mendapatkannya kecil. Sebaliknya jika memancing di tempat yang banyak ikan, peluangnya sangat besar.

                Begitu juga berdoa. Tatkala berdoa kepada Allah pada waktu yang mustajab, peluang doa terkabulkan akan semakin besar. Waktu seperti Nisfu Syakban menjadi masa para pemancing doa. Maka dari itu, perlu berdoa sebanyak-banyaknya pada malam tersebut. Alih-alih berdoa dengan tujuan merayu Allah SWT agar doa kita mudah terkabulkan.

                Imam Al-Bushiri saja dalam Qashidah Burdah merayu Nabi Muhammad SAW supaya mendapatkan syafaat saat di Padang Mahsyar. Sesuai dalam kisah, bahwasannya seluruh manusia akan berkumpul di Padang Mahsyar pada hari kiamat. Ada yang mengatakan pula matahari sangat dengan kepala dan keringat bercucuran sampai menenggelamkan badan mereka. Namun, di sana terdapat sebuah danau miliki Nabi Muhammad SAW bernama telaga Alkausar. Pada saat itu, tidak ada yang bisa membantu kecuali Rasulullah SAW.

                Maka dari itu, Imam Al-Bushiri merayu Nabi dalam kasidah Burdah­nya, “Wahai Nabi! Engkau memiliki derajat yang mulia dan luhur, akan mustahil engkau tidak dapat menolong kami.” Seperti itu juga saat berdoa kepada Allah yang Mahakuasa. Alih-alih berdoa, “Ya Allah! Engkau yang memiliki seluruh langit dan bumi, akan tidak mungkin Engkau merasa sulit membuat kami hidup tenteram.” Jadi, berdoa itu dengan bahasa merayu kepada Allah SWT.

                Tak hanya itu, jika masih terlalu sulit untuk menghidupkan malam Nisfu Syakban, ada jalan lain yaitu salat jemaah isya dan yakin untuk jemaah salat subuh. Seperti riwayat Ibnu Abbas dalam kitab Nihayah Al-Muhtaj karya Imam Ar-Romli bahwasanya, “Yang termasuk menghidupkan malam Nisfu Syakban yaitu salat jemaah isya dan berkeyakinan salat jemaah subuh, maka ia tercatat menghidupkan malam Nisfu Syakban.”

Hikmah bagi orang yang menghidupkan malam Nisfu Syakban, hatinya akan tetap hidup sampai kapanpun. Dalam kitab Mawahib Al-Jalil fi Fiqh Al-Maliki bahwa alangkah baiknya kita menghidupkan malam Nisfu Syakban. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menghidupkan malam dua hari raya dan malam Nisfu Syakban, maka hatinya tidak akan mati ketika semua hati mati.”

 (Riki Mahendra Nur C/Mediatech An-Nur II)

Comments (2)

  1. by Bukan asep, Maret 7, 2023

    tulisan di gambar salah nifsu sya’ban. yang benar nisfu sya’ban

    Reply
    • by admin, Maret 11, 2023

      Terima kasih koreksinya. Pelajaran berharga bagi Tim Redaksi agar lebih teliti

      Reply

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2025 Mediatech An-Nur II. All Rights Reserved.