OSMANA 5: Kerja Keras Peserta MQK sampai Jadi Juara
“Nang kene gak sampek sak jam paling, mas (Ke sini tidak sampai satu jam paling, mas),” ujar Abid, seorang santri asal Jabung, Malang. Sejujurnya ia tidak tahu-menahu tentang OSMANA ini, “Gak eroh yo mas, lha moro-moro aku dikongkon melok i (gak tahu ya mas, tiba-tiba aku disuruh ikut),” tambahnya.
Kamis, 24 Agustus 2023, pagi itu santri asal Jabung, Malang sangat bersemangat karena ia akan mengikuti perlombaan MQK (Musabaqoh Qiroatul Kutub) di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”. Ia berangkat pagi-pagi dengan tujuh orang lainnya, “Seng nang kene arek wolu, iku budal nggowo sepedah telu (yang ikut ke sini anak delapan, berangkatnya pakai tiga sepeda motor),” ujar Abid.
Beberapa dari peserta mengaku bahwa mereka sangat gugup saat MC menyebutkan nama mereka. “Yo dredeg mas asline aku (aslinya aku deg-degan mas),” ucap Abid. Mereka gugup karena juri dalam lomba ini ialah orang-orang yang berpengalaman dalam lomba MQK. Para juri juga merupakan orang-orang yang sangat pintar dalam ilmu fikih juga nahwu.
Pada babak penyisihan, sekitar 40 orang saling bersaing mendapatkan nilai terbanyak. Para peserta terlihat sangat semangat. Bahkan sambil menunggu MC menyebut namanya, mereka asyik membaca kitabnya masing-masing. Adapula yang berkonsultasi dengan pendamping mereka, menanyakan beberapa hal yang masih belum mereka ketahui.
Menuju Final MQK bagi Peserta OSMANA
Pembacaan pengumuman finalis ada di setelah pelaksanaan salat Magrib. Terdapat dua puluh finalis di perlombaan MQK ini: untuk kitab Safinah An-Najah sepuluh, begitu pula kitab Fath Al-Qorib. “Saya gak nyangka bisa masuk final ini,”ujar Haikal, salah satu finalis pada perlombaan di kitab Safinah An-Najah.
Semua finalis ini berlomba dengan jumlah bacaan yang lebih banyak juga soal yang lebih menantang dari sebelumnya. “Ndek final iki tambah nderedeg, ketok e soale luwih angel (di final ini tambah deg-degan, kelihatannya soalnya tambah susah),” ucap Haikal.
Babak final ini memakan waktu sekitar satu jam, kemudian pengumuman final akan terlaksana pada lapangan utama yang di mana di sana juga terdapat lomba Festival Al-Banjari. Acara yang ada di lapangan belum selesai, jadi sambil menunggu pengumuman semua orang menikmati suara-suara merdu dari peserta Festival Al-Banjari.
Saat pengumuman berlangsung, semua orang terlihat antusias, bahkan mereka yang tidak mengikuti perlombaan-pun ikut merapat. MC mengumumkan juara ke-3 MQK Safinah An-Najah. Yang bersangkutan langsung berlari menuju panggung, sedangkan yang lainnya berharap semoga mereka ada di posisi ke-2 maupun pertama.
Acara berakhir dengan senyuman para pemenang dan wajah penuh semangat bagi mereka yang kurang beruntung. Mereka akan berusaha lebih keras lagi di perlombaan berikutnya. Sang juara Fathu Al-Qorib mengaku bahwa ia sangat bahagia atas pencapaiannya itu, teman-temannya juga terlihat senang. Mereka tidak pulang dengan tangan kosong, melainkan membawa piala dan juga uang tunai sebesar tiga juta rupiah.
(Farkhan Wildana S/Mediatech An-Nur II)
