Terbaru

OPTIMISLAH DALAM BERDOA

By on 23 Maret, 2016 0 15 Views

odohONE DAY ONE HADITH

Diriwayatkan dari Abi said dengan sanad Jayyid, Rasul saw bersabda :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا قَالُوا إِذًا نُكْثِرُ قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ
Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan memberinya salah satu dari tiga perkara: [1] segera dikabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpan (balasan doa) baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisalnya. Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak do’a.” Nabi saw lantas berkata, “Allah juga akan memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” [HR. Ahmad]

Catatan Alvers

Dari hadits di atas kita ketahui bahwa Allah menjamin doa kita dan tiada yang sia-sia dari doa yang kita panjatkan bahkan doa itu sendiri bernilai ibadah kepada-Nya karena dengan berdoa maka kita mengakui bahwa Allah maha kuasa dan kita adalah rendah dan hina. Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir, Aku mendengar Nabi saw bersabda :
الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ
Doa itu ibadah,
Kemudian beliau membaca Ayat :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Ghafir: 60). [HR Tirmidzi dengan sanad Hasan Shahih]

As-Syaukani rahimahullah berkata, “Ayat ini memberikan faedah bahwa doa adalah ibadah dan bahwa menginggalkan berdoa kepada Rabb yang Maha Suci adalah sebuah kesombongan, dan tidak ada kesombongan yang lebih buruk daripada kesombongan seperti ini, bagaimana seorang hamba berlaku sombong tidak berdoa kepada Dzat yang merupakan Penciptanya, Pemberi rezeki kepadanya, Yang mengadakannya dari tidak ada dan pencipta alam semesta seluruhnya, pemberi rezekinya, Yang Menghidupkan, Mematikan, Yang Memberikan ganjarannya dan yang memberikan sangsinya, maka tidak diragukan bahwa kesombongan ini adalah bagian dari kegilaan dan kekufuran terhadap nikmat Allah Ta’ala. [Tuhfat Adz -Dzakirin, Lisy-Syaukani]

Janganlah ragu untuk berdoa, berdoalah sebanyak mungkin kepada Allah dan jangan takut Allah murka jika kita minta terlalu banyak padaNya sebab Allah maha kaya dan tidak akan menjadi miskin walau mengabulkan doa semua makhlukNya. Berdoalah kepada Allah dalam urusan apapun bahkan urusan yang kecil. Rasul saw bersabda :
لِيَسْأَلْ أَحَدُكُمْ رَبَّهُ حَاجَتَهُ كُلَّهَا حَتَّى يَسْأَلَهُ شِسْعَ نَعْلِهِ إِذَا انْقَطَعَ
Hendaklah salah seorang diantara kalian memohon semua kebutuhannya kepada Rabbnya hingga ia meminta (berdoa) dalam urusan tali sandalnya yang putus [HR Thabrani]

Jika kita memohon kepada-Nya dalam semua urusan, baik yang besar maupun yang kecil maka semakin banyak doa dan kemuliaan kita sebab doa memiliki posisi yang mulia di sisi-Nya. Abu Hurairah RA berkata: “Nabi SAW bersabda:
لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ الدُّعَاءِ
“Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah dibandingkan doa.” [HR. At-Tirmidzi]

Hadits di atas juga mendorong kita agar tidak putus asa dalam berdoa, teruslah berdoa dan yakinlah pasti Allah mengabulkan doa kita pada waktunya. Simak Kisah nyata yang terjadi di Pakistan berikut : Dr Ishan, Ahli Bedah terkenal ter-gesa2 menuju airport untuk menghadiri Seminar Dunia yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran. Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tiba pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat darurat. Iapun dihadapkan pada dua pilihan: menunggu pesawat diperbaiki dalam waktu 16 jam atau naik taksi dengan waktu 3 jam ke tujuan. Iapun memutuskan pilihan kedua namun baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan dan petir. Setelah berlalu hampir 2 jam mereka baru tersadar kalau mereka tersesat. Akhirnya sang dokter memutuskan untuk bertanya ke pemilik rumah kecil di seberang jalan sambil rehat sejenak di sana. Ternyata pemiliknya adalah seorang nenek yang ramah. Sang dokterpun berniat meminjam telpon rumahnya. Nenek itu tertawa dan berkata: Telpon apa Nak? Apa anda tidak sadar ada dimana? Disini tidak ada listrik, apalagi telpon. Nenek itupun mempersilahkan tamunya istirahat sambil menikmati hidangan yang disuguhkan. Dokter hendak berpamit dan berkata: Demi Allah, anda telah membuat saya kagum dengan keramahan dan kemuliaan akhlak anda, semoga Allah mengabulkan do’a-do’a  anda. Nenek itu berkata: Semua do’aku sudah dikabulkan Allah, kecuali satu. Ini adalah cucuku, Ia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter yg ada disini. Mereka menyarankan untuk dibawa ke dokter ahli bedah yang bernama Dr. Ishan, akan tetapi ia tinggal jauh dari sini. Menangislah sang Dokter  dan berkata: Allahu Akbar, Demi Allah, sungguh do’a nenek telah membuat pesawatku rusak dan hujan lebat menyesatkan kami, itu semua utk mengantarkan saya ke nenek secara cepat dan tepat. Sayalah Dr. Ishan sang ahli bedah itu. Wallahu A’lam. Semoga kita tidak pernah putus asa dalam berdoa dan diberikan doa yang maqbul untuk kebaikan dunia akhirat.

To listen this file click
1d1h_optimisdoa.mp3
https://drive.google.com/file/d/0B22epG_gV8JBSm5nZS1oYmx0T00/view?usp=docslist_api

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: