Nuzulul Qur’an dengan Membaca Al-Qur’an

PASAR WAQIAH RAMADAN MALAM KE-17: Nuzulul Qur’an dengan Membaca Al-Qur’an

KAJIAN NUZULUL QUR’AN

OLEH: Dr. KH. FATHUL BARI, S.S., M.Ag.  

annur2.net – Nuzulul Qur’an adalah malam turunnya Al-Qur’an. Nuzulul Qur’an berasal dari lafaz nuzul artinya “turun”. Al-Qur’an adalah kitab Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad serta umatnya. Kitab ini merupakan “كلام الله” (Kalam Allah), yakni ucapan atau yang banyak orang ketahui sebagai Firman Allah.

“Al-Qur’an itu adalah bacaan bukan pajangan.” Ucap KH. Fathul Bari mengingatkan. Beberapa orang membelinya tapi hanya memperlakukannya layaknya jimat yang sangat ampuh untuk mengusir balak atau hal buruk. Mereka hanya memajang Al-Quran di rumahnya.

Suatu ketika, Abu Hurairah sedang pergi berjalan-jalan dan menemui keramaian yang tidak biasa di pasar. Lalu beliau pergi ke pasar tersebut untuk bertanya kepada seseorang. Setelah beliau bertanya, orangtersebut menjawab bahwa Nabi Muhammad sedang membagikan warisan.

Setelah itu, Abu Hurairah pergi ke pusat keramaian dan kepada Nabi Muhammad. “Wahai Nabi, ada apa sebenarnya yang kau bagikan ini?” Tanyanya kepada Nabi. Kemudian Nabi Muhammad menjawab bahwa beliau sedang membagikan warisan berupa Al-Qur’an. Al-Qur’an menjadi barang warisan untuk kaum muslimin atau umat Nabi Muhammad bahkan hingga sekarang. 

Berbeda dari kitab lainnya, Al-Qur’an memiliki keistimewaan. Misalnya jika membandingkan Al-Qur’an dengan kitab-kitab lainnya, ketika ada orang yang membakar, AL-Quran akan tetap ada karena masih banyak orang yang hafal kitab ini. Sedangkan kitab-kitab lainnya hanya orang tertentu yang menghafalnya.

Al-Qur’an Pembersih Hati dari Hal Busuk

Di suatu rumah terdapat seorang bapak dan anaknya. Sang Bapak memerintahkan anaknya untuk membaca Al-Qur’an. Anak tersebut bertanya, “Mengapa aku harus membaca Al-Qur’an?”

Lalu Bapak mengajak anaknya ke suatu tempat. Di sana terdapat sebuah Bongsang, keranjang atau wadah berbentuk anyaman yang biasa digunakan oleh para peternak untuk membawa pakan ternak, yang kotor.

Bapak tersebut menginstruksikan anaknya untuk mengambil air yang ada di sungai, tapi menggunakan Bongsang. Lalu menuangkan airnya ke sebuah wadah hingga penuh.

Anak itu pun pergi untuk mengambil air menggunakan bongsang kotor tersebut hingga dia kesal, tidak tahu apa maksud dari bapaknya itu. Setelah lama mengisi, wadah itu tak kunjung penuh. Malah hanya terisi seperdua dari wadah. Anak itu pergi menuju bapaknya untuk bertanya apa tujuan hal ini.

Sebelum menjawab, Bapaknya bertanya, “Apa yang terjadi dengan bongsang/keranjang itu?” Lalu anak tersebut melihat bongsang yang tadinya kotor kini menjadi bersih.

Jadi seperti itulah, bongsang tadi seperti kita yang memiliki hati kotor. Lalu terus membaca Al-Qur’an hingga hati kita bersih dari hal kotor dan buruk.

“أَفْضَلُ الْعِبَادَةِ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ”

“Ibadah yang paling utama dari umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. At-Tirmidzi)

Ibadah yang paling utama dari umat Nabi Muhammad adalah membaca Al-Qur’an. Dengan demikian mari kita memperbanyak membaca Al-Qur’an untuk mencari pahala serta syafaat sebanyak-banyaknya di bulan Ramadan ini.

(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

© 2025 Mediatech An-Nur II. All Rights Reserved.