Nuansa Upacara Hari Santri yang Baru

Nuansa Upacara Hari Santri, Nuansa Upacara Hari Santri yang Baru, Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al Murtadlo

“Dengan tempat pelaksanaan yang baru, maka nuansa ‘Hari Santri’ terasa pun menjadi baru,” ujar Ustaz Zulfikar, komandan upacara HSN (Hari Santri Nasional) 2021.

Pagi hari di Hari Santri, bertempat di lapangan Timur Pondok Pesantren Annur II Al-Murtadlo (Pesantren Wisata), para santri Annur II menyambut HSN dengan rangkaian seremoni yang telah dipersiapkan. Bukan tanpa alasan HSN tahun ini dilaksanakan dengan latar tempat. Sebab lapangan Barat yang biasa diguakan, terdapat panggung untuk penampilan santri putri di malam harinya.

Utamakan Kesehatan dan Kebersihan

Menyikapi masa pandemi yang masih berlangsung, sekitar lima ratus santri dihadirkan sebagai perwakilan peserta upacara. Masker-masker disediakan untuk setiap peserta dan petugas. Social distancing pun diatur sedemikian rupa, terutama pada tatanan barisan peserta upacara.

Pukul 08.00 WIB, upacara bermula. Setiap komandan peleton mulai melaporkan kesiapan peserta upacara. Setelah itu, dilanjut dengan masuknya barisan Baspara (Basis Santri Paskibra) ke lapangan, pembacaan teks Pancasila, hening cipta dan pengibaran bedera sang saka merah putih.

Selepas pengibaran bendera, Gus H. Khoiruddin A.K, M.Si., inspektur upacara, membacakan ikrar santri Indonesia di atas podium. Kemudian beliau berujar dalam amanatnya, “Hari ini, yang menjadi problematika adalah bagaimana cara santri mengamalkan kebersihan pesantren sebagai pengamalan sunnah rasul.”

Beliau berpandangan, bahwasannya akan sangat baik ketika para santri dari pondok berlabel “Pesantren Wisata”, benar-benar memprioritaskan kebersihan pesantren layaknya tempat wisata. Dari kebersihan ini lah, potret pesantren wisata dapat tergambarkan. Maka dari itu, akan sangat penting bagi kita untuk tidak meremehkan pentingnya kebersihan sekecil apa pun. Selang beberapa waktu, sesi upacara ditutup dengan doa.

Upacara Usai, Persembahan Hari Santri Belum Selesai

Tak usai begitu saja, para santri menyuguhkan berbagai penampilan sebagai sumbangsih menyambut Hari Santri Nasional. Berawal dari koreografi dari peserta upacara, setiap santri memegang kertas berwarna dengan pola yang telah diatur. Lalu diangkatlah kertas-kertas tersebut secara serentak, kemudian terbentuklah tulisan “HSN Annur II” dengan pengambilan gambar dari atas.

Disambung dengan penampilan dari Baspara. Satu per satu personil berbaris memasuki area upacara dari kanan lapangan. Diiringi dengan lantunan musik, para personil Baspara membentuk sebuah formasi yang tertata rapi dan menampilkan serangkaian gerakan khas Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera).

Selepas pertunjukan dari Baspara, kini giliran ekstra beladiri pesantren unjuk gigi. Di segmen kali ini, ekstra PD (Perisai Diri) dan PN (Pagar Nusa) memberikan kolaborasi seni beladiri yang memukau. Berawal dari pertunjukkan seni tunggal secara bersamaan, lalu dilanjut penampilan gerak beladiri khas perguruan masing-masing. Selepasnya, kedua kubu tersebut membuat sebuah formasi yang dibarengi dengan barisan Baspara dibelakangnya seraya mengucapakan “Selamat Hari Santri Nasional.”

Sebagai pemungkas acara, MB Annur II (Marching Band Annur II) turut memberikan sumbangsih persembahan. Nada nada merdu keluar dari setiap alat musik yang dipadukan. Beberapa cover lagu mereka tampilkan, lalu diakhhiri dengan pembawaan lagu resmi sebagai penutup sesi: The Last Samurai.

#KILASANNUR

(M. Arif Rahman Hakim/Mediatech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: