Terbaru

NIKMAT PETIR

By on 20 November, 2014 0 45 Views

sambar petir

*oleh:KH.DR. Fathul Bari SS.M.Ag

Alvers ketika melihat atau mendengar suara petir menyambar maka yang terbayang dibenak kita adalah adzab dan kerusakan yang terjadi.Setali tiga uang, Ketika melihat petir atau mendengar suaranya, kita dianjur kan berdo’a :
اللَّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ
Ya Allah, janganlah engkau membunuh kami dengan kemurkaan-Mu, Janganlah engkau binasakan kami dengan adzab-Mu, dan berilah kami ampunan sebelumnya. (HR Turmudzi No.3372)

Inilah satu sisi petir yang disebut sebagai sisi kecemasan dan ketakutan. Allah swt berfirman:

هُوَ الَّذِي يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا
Dia-lah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, (Ar-ra’d 12) namun manakah sisi kedua yaitu harapan?

sehingga tatkala melihat petir kita tidak cukup berdo’a dan bertasbih saja , tapi kita dianjurkan untuk memikirkannya sebagai ayat kauniyah-Nya. Allah berfirman:
ومن آياته يريكم البرق خوفا وطمعا وينزل من السماء ماء فيحيي به الأرض بعد موتها إن في ذلك لآيات لقوم يعقلون
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya. (Ar-rum 24)

Tahukah anda alvers? Energi yang dilepaskan oleh satu sambaran petir lebih besar daripada yang dihasilkan oleh seluruh pusat pembangkit tenaga listrik di Amerika. Konon di jepang sudah ada PLN bersumber dari petir. Seandainya di negara kita sudah ada nisacaya pasokan listrik terjamin dan tidak ada lagi pemadaman.

Subhanallah, Maha benar Allah yang menjadikan petir sebagai “khoufan” ketakutan tapi setelah mengetahui hikmah dan manfaat bagi kelangsungan alam ini maka petir akan menjadi “thoma’a” pengharapan. Semoga kita menjadi ulama’ (ilmuwan) yang dengan ilmu tersebut kita takut (takwa) kepada Allah swt.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: