annur2.net – Para alumni Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” kembali menghadiri Napak Tilas Al-Maghfurlah R. KH. Muhammad Badruddin Anwar, Selasa, 10 Juni 2025. Bertempat di halaman Masjid An-Nur II dengan tema “Meneladani Kedermawanan dan Keikhlasan Sang Murabbi”.
“Acara Napak Telas bertujuan untuk menyusuri dan menelusuri jejak-jejak sejarah, jejak-jejak uswah yang telah diteladankan oleh Al-Maghfurlah Rama Kiai Badruddin.” Terang Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., saat menyampaikan sambutan. “Kita semua sebagai santri-santrinya, hendaklah bisa meniru, meneladani sifat-sifat terpuji beliau.” Tambah beliau.
Mengenai kedermawanan, Kiai Fathul Bari menceritakan beberapa kisah dari alumni. Ada alumni yang bersaksi bahwa tetangganya pernah mendapatkan pemberian berupa uang sebanyak 50 juta dari Kiai Badruddin.
Ada pula alumni yang menceritakan saat masih mondok ingin pulang dan meminta uang kepada Kiai Badruddin. Beliau pun memberikan satu juta rupiah kepadanya. Ia pun pulang. Namun ia kembali lagi setelah tiga hari. Ia melaporkan bahwa uangnya hilang. Lalu Kiai Badruddin pun memberikan satu juta lagi.
Salah satu hal yang menakjubkan dari Kiai Badruddin adalah beliau tidak pernah menceritakan kedermawanannya kepada orang lain. “Beliau ini kan tidak cerita-cerita.” Tutur Kiai Fathul Bari. “Seperti surah Al-Ikhlas yang tidak ada al-ikhlas-nya.” Kiai Fathul Bari menyamakan kedermawanan dengan surah Al-Ikhlas.
Selain itu, terkait keikhlasan ada sebuah kisah bahwa banyak orang yang mencaci Kiai Badruddin. Suatu ketika ada orang yang memberitahu bahwa ada yang mengolok beliau. Kiai Badruddin tidak marah justru merespons, “Babah. Pitek lek petok-petok engko lak meneng-meneng dewe (Biarkan. Ayam yang berkokok nanti akan diam sendiri).”
Ini juga selaras dengan ungkapan Ag. Helmi Nawali, S.S., M.Ag., menantu Kiai Badruddin saat sesi talkshow, “Kiai itu biasa dilokno wong, nggak wedi ngono lo (Kiai itu sering diejek orang, tidak takut begitu).”
Kesan Menantu dan Muazin terhadap Kedermawanan dan Keikhlasan Kiai Badruddin
Ustaz Jauhar Nahari sebagai host acara bersama Ag. Helmi Nawali dan Ustaz Muhammad Luthfi Taufiq Ainur Rofiq sebagai narasumber. Napak Tilas ke-8 ini membahas kedermawanan dan keikhlasan Kiai Badruddin Anwar.
Gus Helmi Nawali dan Ustaz Luthfi memberikan kisah-kisah kenangan saat bersama Kiai Badruddin. Terlebih lagi Kiai Badruddin yang menjodohkan Gus Helmi dengan salah satu putri beliau, Ning Latifah Nuroniyah.
Kiai Badruddin juga mengutus Ustaz Luthfi menjadi muazin di Masjid An-Nur II. “Wes mulai saiki melu aku.” Tutur Kiai Badruddin kepada Ustaz Luthfi, bahkan sampai tiga kali.
Setelah itu, Gus Helmi dan Ustaz Luthfi menceritakan banyak kisah . Mulai dari momen yang paling mereka rindukan sampai pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan kedermawanan dan keikhlasan Kiai Badruddin Anwar.
Di akhir talkshow, Gus Helmi dan Ustaz Luthfi memberikan kesan perihal Kiai Badruddin Anwar. “Closing statement, Kiai bagi kami juga bagi santri-santri seperti yang kulo sampaikan, bukan hanya seorang pengajar, pendidik, tapi juga sosok sebagai orang-orang yang selalu perhatian kepada santri-santrinya.” Ungkap Ustaz Luthfi.
Sedangkan Gus Helmi mengungkapkan, “Kiai iku seneng nge i mangan termasuk gratisno santri.” Menurut Gus Helmi, amalan rahasia Kiai Badruddin adalah menjadikan biaya uang makan tidak mahal. “Ketika uang makan di pondok tidak mahal, itu sebenarnya kiai sedekah.” Lanjut Gus Helmi.
Terlebih lagi, Gus Helmi sebagai salah satu utusan dalam mencari informasi uang bulanan dan pondok-pondok di Malang. Saat menyetorkan data kepada Kiai Badruddin, beliau mengucapkan “Pokok e awak e dewe ndek ngisore iki, yo. Uwong ojo sampek kangelan.”
Maka dari itu, uang bulanan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” terbilang murah. Biaya bulanan tahun ini Rp490.000/bulan. “Ini termasuk sisi loman-nya Rama Kiai yang nggak ketok.” Ungkap Gus Helmi Nawali.
(Riki Mahendra Nur C./Mediatech An-Nur II)
