25 September, 2018
  • 25 September, 2018
  • Home
  • POJOK PESANTREN
  • Naik Kuda, Kyai Zainuddin Pimpin Upacara Peringatan HUT RI ke-72 di PP. An-Nur 2

Naik Kuda, Kyai Zainuddin Pimpin Upacara Peringatan HUT RI ke-72 di PP. An-Nur 2

By on 17 Agustus, 2017 0 137 Views

annur2.net

Naik Kuda, Kyai Zainuddin Pimpin Upacara Peringatan HUT RI ke-72 di PP. An-Nur 2

 

Kamis (17/08) di lapangan parkir bawah pondok pesantren, PP. An-Nur  Al-Murtadlo menggelar upacara bersarung bagi santri putra,  dalam rangka memperingati HUT RI ke-72. Seperti tahun sebelumnya, santri berbaris rapi mengenakan kopyah hitam, seragam merah muda untuk santri SMP, dan berbaju putih untuk SMA serta sarung hijau.

 

Tepat Pukul 07.30 WIB acara dimulai dengan pembukaan oleh protocol  upacara yang dibawakan dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Arab, dan Inggris. Kedatangan inspektur upacara, Kyai Ahmad Zainuddin dengan menunggangi  seekor kuda menarik perhatian seluruh peserta upacara. Setelah pembacaan naskah proklamasi, bendera dikibarkan beserta iringan lagu wajib Indonesia Raya yang diiringi dengan instrument musik angklung sebagai tanda kecintaa santri akan budaya Indonesia dan dilanjut  pembacaan teks UUD 1945.

 

Sebagian dari majlis keluarga juga turut berkenan hadir, dan dengan khidmat menyimak jalannya upacara. Diantaranya, Dr. KH. Fathul Bari, S. S., M. Ag. pengasuh PP. An-Nur 2, dan ibu Ny. Hj. Badi’atussolihah beserta keluarga.

 

 

Dipertengahan acara, inspektur menyampaikan amanatnya kepada para peserta upacara. Beliau menegaskan bahwa para pejuang terdahulu sangatlah mencintai tanah air. Mereka sampai rela  mengorbankan segenap jiwa, harta, dan apapun guna mencapai satu tujuan yakni  “MERDEKA”.  “Bapak Ir. Soekarno sangat percaya pada ulama’. Dan pada akhirnya, beliau memilih tanggal 17 dikarenakan beliau meyakini bahwa 17 adalah angka mistis, 17 adalah tanggal diturunkannya Al-Qur’an, dan 17 sendiri menunjukkan 17 rakaat sholat fardhu. Semua itu tidak terlepas dari campur tangan ulama’. Maka dari itu, janganlah kita putus hubungan dengan para ulama, karena hal tersebut yang menjadikan kita sebagai pahlawan masa kini”, tutur K.H Ahmad Zainuddin, selaku inspektur  upacara.

 

Sebagai tanda bahagia atas nikmat kemerdekaan, balon simbolis merah putih juga dilepaskan, beriring gemuruh kembang api yang kemudian diakhiri pembacaan doa.

 

Untuk memeriahkan acara, beberapa lagu dinyanyikan, seperti lagu Padamu Negri, Mars An-Nur, dan Hubbul-Wathon. Tak mau ketinggalan pula,  Group Marching Band An-Nur yang  baru terbentuk beberapa bulan yang lalu, dibawah asuhan Bpk. Fathullah menampilkan sebuah pertunjukan dengan membawakan 7 macam lagu terbaik yang telah mereka pelajari.

(El-Ham)

 

 

 

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: