[polor_menu]
[polor_menu]

<strong>Muslim Berbuat Baik ke Seluruh Kalangan</strong>

Muslim Berbuat Baik ke Seluruh Kalangan

Islam memiliki ajaran yang kompleks, salah satunya berkatian dengan akhlak. Seorang muslim harus memiliki perbuatan yang orang-orang suka dengan berperilaku sopan, meski dengan orang yang tidak seagama.

Ajaran adab dalam Islam ialah selalu berperilaku baik kepada siapa pun, entah itu orang tua, sebaya, ataupun anak-anak.

Di hadapan orang tua, muslim harus berprasangka bahwa orang tersebut memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih luas sehingga ia harus menghormatinya. Juga ketika berhadapan dengan orang yang lebih muda. Ia harus meyakini bahwa dosa mereka lebih sedikit sehingga tidak bersikap sombong di hadapan mereka.

Sekarang, bagaimana jika pembahasan adab berada dalam konteks silang agama?

Bersumber dari Abu Hurairah Ra., Nabi pernah bersabda:

أوحى الله سبحانه وتعالى إلى إبراهيم عليه السلام إنك خليلي حسن خلقك ولو مع الكفار تدخل مدخل الأبرار فإن كلمتي سبقت لمن حسن خلقه أظله تحت عرشي وأسكنه حظيرة قدسي وأدنيه من جواري.

Artinya: “Allah memberi wahyu kepada Nabi Ibrahim, ‘Sesungguhnya Engkau adalah kekasihku, perbaguslah akhlakmu walaupun bersama orang kafir. Maka Engkau akan masuk pada derajat orang mulia. Sungguh kalimat-Ku untuk orang yang baik akhlaknya. Aku akan menaunginya di bawah Arasy, Aku akan menempatkannya dalam Hadzirotu Qudsy, dan Aku dekatkan ia di sisi-Ku.”

Ceritanya, suatu hari Nabi Ibrahim mencari-cari orang untuk makan bersama karena beliau memiliki kebiasaan tidak makan sendirian. Kebaikan ini yang menyebabkan beliau mendapat julukan “Kholilulllah” (kekasih Allah).

Pada hari itu, Nabi Ibrahim berjalan jauh untuk mencari orang yang mau makan bersamanya. Hanya saja, orang yang ia temukan ternyata non-muslim. Mengetahui hal ini, Nabi Ibrahim urung mengajaknya.

Allah pun menegur Nabi Ibrahim. Terjemah kasarnya begini, “Aku memberi rezeki tidak pilih-pilih, sedangkan Kau kenapa harus pandang bulu.”

Akhirnya Nabi Ibrahim menemui kembali orang itu dan mengajaknya makan bersama. Melihat perlakuan baik Nabi Ibrahim, orang ini masuk Islam. Inilah salah satu bukti dari pentingnya berperilaku baik.

Perbuatan Baik Berupa Sedekah

Zaid bin Aslam pernah mendengar cerita dari ayahya (Aslam):

سمعت عمر يقول أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نتصدق فوافق ذلك مالا كان عندي فقلت اليوم أسبق أبا بكر إن سبقته فجئت بنصف مالي فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ماذا أبقيت لأهلك قلت مثله وأتى أبا بكر بكل ما عنده فقال يا أبا بكر ماذا أبقيت لأهلك قال الله ورسوله قلت لا أسابقك إلى شيء أبدا.

Artinya: “Saya (Aslam) pernah mendengar Umar berkisah, ‘Rasul memerintahkan kita untuk bersedekah. Kebetulan kala itu aku memilki harta. Di dalam hati, aku berkata ‘Jika ada hari di mana aku bisa mengalahkan Abu Bakar, itu adalah sekarang.’ Aku pun datang ke Rasul membawa setengah hartaku.”

“Rasul saw bertanya, ‘Apa yang Kau sisakan untuk keluargamu?’ Aku menjawab ‘Saya meninggalkan setengah harta yang lain untuk mereka.’”

“Kemudian datanglah Abu bakar membawa seluruh harta yang ia punya. Rasul bertanya, ‘Apa yang Kau sisihkan untuk keluargamu?’ Abu Bakar menjawab, ‘Saya tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya.’ Maka Aku berkata, ‘Saya tidak bisa mengalahkanmu dalam hal apapun.’”

Hadis tersebut memberikan buah yang bermakna, orang muslim harus ramah tangannya. Maksudnya suka memberi sedekah kepada orang lain. Bukan hanya itu, kalau bisa berlomba-lomba dengan muslim lainnya, siapa yang bersedekah paling banyak.

Jangan sampai menjadi orang yang sulit dan susah saat memberi. Lebih-lebih menjadi orang yang ketika ingin memberikan uang recehan dari kembalian beli permen di Indomaret sebelah rumahnya, masih tidak mau ia sedekahkan, jangan sampai!

Hal ini juga kembali ke pembahasan utama, muslim harus berbuat baik ke seluruh orang termasuk kafir, pun dalam masalah sedekah. Sebagaimana Nabi Ibrahim membagi makanannya kepada non-muslim.

(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex