MTsN 05 Nganjuk: Mengenal Lembaga Pendidikan Terefektif

MTsN 05 Nganjuk untuk kedua kalinya berkunjung ke Pondok Pesantren An-Nur II. Selain untuk mencari barokah, juga ditujukan untuk memperkenalkan lebih dekat siswanya tentang pondok pesantren.

Dengan wajah sumringah dan bergairah siswa-siswi MTsN 05 Nganjuk melihat pemandangan An-Nur II dari atas rumah pohon. Ada juga yang menyempatkan untuk berfoto. Sedangkan di bawahnya, terlihat siswa lain yang masih mengantri untuk bisa ikut naik ke rumah pohon itu. Salah satu dari mereka berseru, “Wih.. bagus sekali pemandangan dari atas sini.”

Tak bisa diragukan lagi, pesantren yang berjuluk “Pesantren Wisata” ini telah diakui keindahannya oleh banyak orang. Salah satunya MTsN 05 Nganjuk yang berkunjung Ahad siang (10/03) itu. “Pondok ini bagus, apalagi saat tadi berputar-putar (berkeliling) pondok, meskipun siang masih terasa sejuk,” kata salah satu siswa MTsN 05 seusai berjalan-jalan mengitari pondok pesantren yang dipandu para santri.

Dalam kunjungan ini, Kepala sekolah MTsN 05 Nganjuk juga turut serta membimbing para muridnya. Bersama belasan guru pembimbing, para siswa-siswi kelas tiga itu disambut langsung pengasuh An-Nur II, Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag., di Raudloh (makam) Almagfurlah KH. M. Badruddin Anwar. Tujuannya, mereka datang ke sini untuk meminta barokah pengasuh agar Ujian Nasional (UN) yang akan dihadapi berjalan lancar.

*Memperkenalkan Pondok Pesantren*

Selain itu, “Kami mengajak para siswa ke sini untuk memperkenalkan lebih dekat pondok pesantren,” ungkap Bpk. Sutopo, M.Pd.I. “Agar mereka bisa lebih cinta dan tertarik ke pondok pesantren. Juga agar dalam pikiran mereka tidak ada kesan kalau pesantren itu kumuh, jelek dan lain sebagainya.”

Ternyata, lanjut kepala sekolah MTsN 05 Nganjuk ini, setelah masuk ke pesantren ini pikiran itu langsung hilang. Semenjak masuk gerbang sudah disambut taman-taman yang berjajar rapi di kanan-kiri. “Ternyata pondok pesantren itu bagus, bahkan seperti hotel yang banyak tamannya. Ini bisa dijadikan sebagai motivasi agar lebih cinta pondok pesantren,” imbuhnya

Di akhir sambutannya, Bpk. Sutopo meminta kepada Kiai Fathul untuk menjelaskan bagaimana keadaan pondok pondok pesantren. Hal ini disambut baik oleh beliau yang banyak bercerita mulai dari kelebihan mondok yang bisa membuat rezeki orang tua lancar hingga sarana dan wahana yang ada pada pondok pesantren di Malang ini. “Di pojok situ (sambil menunjuk maket An-Nur II di pojok raudloh), bisa dilihat pemandangan pondok pesantren. Kalau capek jalan-jalan, tinggal lihat maket itu,” tutur Kiai Fathul dalam sambutannya.

*Pesantren, Pendidikan Terefektif*

Tak berhenti di situ, seusai acara, Bpk. Sutopo banyak menuturkan kelebihan pondok pesantren daripada lembaga pendidikan lain. “Pondok pesantren itu adalah tempat pembelajaran yang paling efektif. Sehingga kami merekomendasikan kepada para siswa agar bisa melanjutkan pendidikannya setelah MTs ke pondok pesantren, terlebih ke pesantren di Malang ini,” ujarnya.

Menurutnya, pesantren merupakan tempat yang sangat cocok dalam pendidikan moral dan karakter. Terutama di pesantren favorit ini, sistem pembelajarannya tidak sekedar terkait dengan pendidikan agama saja, tapi juga pendidikan umum. “Kalau di pondok ini sudah digabungkan tradisi salaf dan modern. Jadi ada kitab kuningnya, ada pengembangan teknologi juga. Ini dapat dilihat dari pendidikannya yang tidak notabene madrasah, tapi ada pendidikan formalnya,” lanjut pria asal Nganjuk ini.

“Untuk hasilnya, para alumni pondok pesantren jauh berbeda dengan pendidikan formal dari sisi moral, akhlak dan ibadah. Apalagi alumni pondok pesantren itu tidak hanya sekedar paham pendidikan moral tapi juga siap dalam menghadapi kemajuan bidang teknologi dan informasi,” ujarnya.

“Saya berharap, setelah kunjungan ini para siswa bisa punya rasa untuk cinta pondok pesantren. Juga untuk An-Nur II agar tetap menyesuaikan perkembangan zaman dan mempertahankan program yang telah dicapai agar menjadi ciri dari pondok pesantren,” harap Bpk. Sutopo di akhir perjumpaan dengan annur2.net siang itu.

(mumianam/media-tech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: