MI An-Nur: Tangis Haru, Pelepasan yang Terkenang Selalu

MI An-Nur: Tangis Haru, Pelepasan yang Terkenang selalu

annur2.net – Ahad sore, 22 Juni 2025, hujan menyayat hati, tangis terharu senang bercampur sedih. Lagu berjudulkan ‘Ibu’ membuat suasana menjadi begitu haru. Terlebih tangis sang penyanyi lalu memeluk sang ibunda tercintanya.

Mata hadirin wisuda pun ikut berjatuhan air mata. Perasaan bangga karena buah hati mereka terdidik dengan sangat baik selama enam tahun  Apalagi beberapa dari mereka yang ayahnya telah Allah panggil, entah bagaimana masih dapat berjuang hingga akhir ini.

Tasyakuran dan Pelepasan Siswa Kelas 6 MI An-Nur Bululawang bertempat di Aula Yaqowi sejak siang. Acara bermula setelah Wisuda & Ikhtitam STIKK usai. Para wali wisudawan/i hadir di acara menyaksikan seksama.

Perpisahan ini Bukanlah Akhir Cerita

Total 30 wisudawan-wisudawati, lulus dari MI Annur Bululawang ini. Banyak pesan yang disampaikan dari para guru. Termasuk kepala sekolah, Ning Hj. Mahshushotul Rohmaniyah, S.Pd.I., S.Pd., M.Pd., berpesan:

“Ini merupakan awal perjalanan dari kehidupan kalian untuk masuk ke masa depan. “ 

Dengan demikian, kelulusan Madrasah Ibtidayah bukanlah akhir dari segalanya. Tapi, mereka akan mulai masuk ke dunia masa depan. Mereka akan masuk ke masa akan beranjak menuju dewasa. 

“Maka dari itu kalian bapak juga Ibu harus rela melepaskan anak-anak kalian.“ Tegas Ning Mahshushoh. Beliau menyampaikan kepaa para orang tua harus merelakan anak mereka untuk melanjutkan ke masa depan. Anak-anak itu akan menuju impian, cita-cita, entah menjadi hafiz, polisi, dan sebagainya.

Sementara itu, dari seluruh wisudawan dan wisudawati ini terdapat 90 persen yang akan melanjutkan jenjang sekolah di SMP Annur Bululawang ini, ucap Ning Mahshushoh.

Pesan terakhir dari beliau, ”Pertama tetap pertahankan semangat seperti menghadapi tantangan dengan salat lima waktu dan juga birrul walidain dengan taat serta membantu kedua orang tua”.

”Lalu, mohon untuk menjaga nama baik Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, juga sekolah MI Annur ketika diluar sana.” Tambah beliau.

Sementara itu, dari perwakilan guru memberikan pesan “Di MI An-Nur ini adalah tempat yang sangat cocok sekali untuk mendidik anak menjadi anak yang saleh, dengan tempat di dalam Pondok pesantren ini yang membuatnya begitu.”

Sekolah yang berada di pondok sangat cocok untuk mencari ilmu formal dan ilmu agama sekaligus. Oleh karena itu, jika mendapatkan keduanya akan menjadikan anak memiliki jiwa yang bertakwa dan pemikiran yang baik.

Perasaan Kepala Kamar Setelah Pelepasan

Selain itu, kesan dari kepala kamar MI yang bernama Ustaz Afif Maulana Ugen, ‘’Rasanya begitu berat, dengan satu tahun bersama mereka yang 24 jam menemani mereka apalagi ada yang lanjut dan beberapa yang boyong tapi juga ya mereka harus merelakan mereka untuk mencari ilmu disana.’’ 

Merelakan mereka adalah hal yang begitu berat setelah melewati banyak cerita saat beliau menjadi kepala kamar mereka. Sedikit kecewa untuk beberapa anak yang boyong, tapi mau bagaimana lagi mereka juga harus mencari ilmu yang mereka butuhkan di tempat lagi.

‘’Kadang juga jengkel ketika mereka melakukan pelanggaran tapi dikembalikan lagi ketika seperti ini baru terasa seperti ditinggalkan.’’ Lanjut Ustad Afif Maulana.

Walau terkadang mereka begitu menjengkelkan, tapi di akhir perpisahan ini cerita bersama mereka sangat mengenang sekali. Begitu tak rela untuk ditinggal pergi mereka tapi ini untuk masa depan mereka.

(Zihni Maurizio/Mediatech An-Nur II)

Artikel Terbaru

Leave a Comment

Your email address will not be published.Required fields are marked *

@2026 | Yayasan Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”Zeldrex