Ahad malam, 3 April 2022, di hadapan para jemaah yang hadir menyimak tausiahnya, Kiai Zainuddin tak lupa menyampaikan harapannya pada permulaan pengajian rutin Pasar Waqiah Ramadan. “Semoga kita yang hadir di awal pembukaan Pasar Waqiah Ramadan kali ini, dapat terus istikamah hadir sampai acara penutupannya di malam ke-27 nanti.”
Seusai salat Tarawih, beberapa kendaraan roda dua dan empat mulai memsuki area Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo” (Pesantren Wisata) sejak pukul 20.40. Terlihat para jemaah langsung menuju ke area masjid An-Nur II setelah memarkirkan kendaraannya di tempat-tempat yang telah disediakan.
Karpet-karpet merah membentang mengisi pelataran halaman luar masjid An-Nur II. Tak heran, pembentangan karpet-karpet tersebut sangat diperlukan, sebagai tempat untuk para jemaah yang sampai meluber ke halaman masjid.
Dua layar proyektor terpampang di masjid An-Nur II. Satu layar terletak di tengah, menghadap ke jemaah putra. Satu lainnya berada di kiri pembatas jemaah putra-putri, khusus untuk jemaah putri yang hadir pada pengajian rutinan itu.
Selang beberapa waktu, jarum jam menunjukkan pukul 20.47. Dengan pakaian sederhana, hem putih panjang serta sarung dan kopiah, Ustaz Zamroni berjalan santun menuju mimbar kecil di depan para jemaah dan membuka acara.
Setelah pembukaan selesai, giliran Kiai Zainuddin untuk mengisi acara selanjutnya. Lepas beliau menyambut datangnya para jemaah yang hadir di salam pembuka sambutannnya, segera Kiai Zainuddin menyampaikan pada jemaah sebuah tema tausiah pembuka, “Menyambut Bulan Ramadan”.
Dalam rangka memberikan sambutan terhadap datangnya bulan mulia umat Muslim tersebut, Kiai Zainuddin menjelaskan beberapa keutamaan-keutamaan bulan Ramadan.
Tak hanya menyampaikan secara lisan, pada tausiah itu, Kiai Zainuddin juga memberikan materi-materinya dengan menampilkannya di dua layar proyektor yang telah terpasang. Beberapa hadis Nabi terkait amalan dan keutamaan bulan Ramadan dapat terlihat jelas oleh para jemaah.
Tak berhenti pada penampaian hadis, dalam salah satu kesempatannya, Kiai Zainuddin juga mengutip maqalah dari salah satu ulama yang terkenal dengan kitabnya yang berjudul Al-Muwatha’. Ulama tersebut bernama: Imam Malik bi Anas, pelopor mazhab Maliki.
Setelah memberikan tausiah, sesi acara berlanjut dengan melakukan salat Hajat. Tiap jemaah yang hadir, dapat langsung melihat anjuran bacaan surah dalam salat Hajat tersebut, lengkap dengan doanya yang ditampilkan di layar.
Selepas salat Hajat, KH. Fadhol Ahmad Damhuji berkesempatan untuk mengisi pemungkas acara, membaca amalan pembacaan surah Al-Waqiah dengan selingan zikir di dalamnyadan ditutup dengan doa. Akan tetapi, sebelum memulai acara inti tersebut, beliau sempat memberikan pesan kepada para jemaah. “Dalam mengikuti acara pengajian Pasar Waqiah ini, jangan lupa untuk selalu niat ittiba’ ke amalan-amalan yang Romo KH. M. Badruddin Anwar ajarkan kepada kita semua.”
(Arif Rahman/Mediatech)
