23 September, 2018
  • 23 September, 2018
menyambut kedatangan para tamu allah

Menyambut Kedatangan Para Tamu Allah

By on 7 Maret, 2018 0 97 Views

Ketika Haru Menjadi Satu 

 

Suasana bahagia campur haru menyelimuti Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo” tatkala bus yang membawa jamaah Ziarah Rasul 8 tiba di pesantren ‘biru’ ini usai jamaah Isya’ dilaksanakan.

 

Tangis pun ‘pecah’ karena dapat bertemu kembali dengan sanak keluarga setelah 15 hari ditinggal menunaikan ibadah umrah dan ziarah kepada Rasulullah SAW. Tidak lain memang karena “Rindu itu berat”, seperti itulah Ust. Jauhar Nahari selaku MC membuka acara penyambutan yang dihadiri oleh seluruh santri putra itu.

 

“Saya sangat senang sekali bisa kembali ke tanah air” tutur Pak. Fathullah yang ikut serta bersama 28 jamaah lainnya. Beliau mengaku bahagia dan puas dengan perjalanan umrah kali ini.

 

Meskipun ada rasa lelah karena 12 jam lebih menempuh perjalanan dari Makkah ke Surabaya, ada rasa senang yang terselip di dalamnya. Cerita-cerita pengalaman pun tak henti-hentinya beliau ceritakan pada sambutannya.

 

Umrah kali ini bukanlah umrah yang pertama bagi pembina sekaligus pelatih Marching Band An-Nur II itu, melainkan inilah umrah paling berkesan baginya. Pada tahun 2016, beliau telah menunaikan ibadah umrah.

 

Tetapi, keberangkatannya itu tidak bersama jamaah “Ziarah Rasul”. Padahal, sebagai santri senior, besar harapannya untuk bisa berangkat bersama guru-gurunya. Dan impian itupun terwujud pada keberangkatannya tanggal 20 Februari lalu.

 

*Pak. Ngademan, Jama’ah Paling Semangat*

 

Ibadah umrah adalah impian setiap umat Islam di seluruh dunia. Berbagai cara dan usaha dilakukan untuk bisa menunaikan ibadah yang sangat disunahkan ini. Dalam satu rombongan yang tiba pada hari Selasa 06 Maret 2018 ini, ada satu jamaah yang penuh perjuangan untuk bisa turut ‘terbang’ ke Makkah-Madinah.

 

Beliau dikenal dengan Pak. Ngademan. Bertahun-tahun beliau menabung untuk pergi umrah. Sampai-sampai dikatakan bahwa uang yang beliau tabung di celengannya, hingga berjamur. Dan perjuangan itu tak sia-sia, Allah telah memberangkatkannya ke kota impiannya. Bisa dipastikan, betapa haru ketika beliau bisa melihat langsung kota tempat Raudloh itu berada.

 

Maka tak heran kalau beliau disebut sebagai seorang jama’ah yang paling semangat. Di usianya yang sudah tak muda lagi itu, seorang petani biasa ini tak mau kalah dengan jama’ah lainnya yang masih muda.

 

Dan Haru pun Menjadi Satu

 

Siapa yang tak haru ketika dapat melihat makam rasul dan ka’bah secara langsung? Bahkan, Ust Zaki Rahman mengaku sampai meneteskan air mata ketika dapat bersimpuh langsung kepada Allah di depan Ka’bah. Bagaimana tidak, ini adalah kali pertama beliau pergi ke kota suci itu. “Jangankan yang baru pertama kali pergi ke sana, yang sudah sering ke sana saja masih merasakan hal itu” tegasnya.

 

Karena merasakan sebuah kekhusyu’an, Ust Zaki berharap untuk tahun-tahun kedepanya santri-santri lainnya bisa turut serta dalam rombongan umrah “Ziarah Rasul”. Senada dengan harapan Pak. Fathullah yang merekomendasikan bagi para calon tamu Allah untuk berangkat bersama jama’ah umrah “Ziarah Rasul” yang dipelopori langsung oleh Kiai Badruddin ini. Maka dari itu, beliau sangat mengajurkan bagi santri-santri yang punya saudara ingin berangkat umrah untuk ikut dalam Jama’ah ini, tutur Pak. Fath dengan sisa rasa haru yang masih beliau rasakan.

 

(MFIH)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: