Para Asatidz sudah mulai menyuruh santri-santri untuk pergi menuju Masjid Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”, termasuk juga Zubed (13) dan Haki (14) yang merupakan santri kelas dua SMP. Ustaz mulai menyuruh tepat setelah salat isya. Kemudian berangkatlah mereka menuju masjid untuk menyambut kedatangan jemaah Ziarah Rasul Ke-16.
Penyambutan bertempat di Masjid An-Nur II pada Jumat 21/10/2022. Namun, malam ituhujan turun. Menurut rencana, santri sudah mulai menata tempat bakda isya. Hanya saja, hujan turun mengguyur bumi. Santri-santri pun berlarian mencari tempat untuk berteduh.
Sama halnya dengan Zubed dan Haki. Gara-gara hujan, mereka mencari tempat berteduh. Akhirnya mereka menemukan tempat di depan Office Center An-Nur II yang letaknya tidak jauh dari masjid. Mereka menempati lantai atas bersama santri-santri lain yang mencari tempat berteduh. Di tempat itu, Zubed dan Haki berbincang-bincang selagi menunggu Jemaah Ziarah Rasul ke-16 datang.
Zubed dan Haki menahan rasa kantuk mereka demi menunggu para Jemaah datang. Sampai sebuah bus yang membawa para jemaah memasuki gerbang biru An-Nur II. Masuknya bus tersebut membuat santri-santri berdiri. Mereka menyambut para jemaahsejak mereka turun dari bus sampai ke pelataran masjid.
Bukan hanya santri yang menunggu kedatangan para jemaah. Pihak keluarga jemaah pun juga menunggu semenjak selepas salat isya-meski hujan. Mereka menunggu kedatangan keluarga mereka yang kembali dari Tanah Haram. Mereka saling berpelukan setelah jemaah turun dari bus tersebut.
Pengorbanan Menyambut Jemaah Ziarah Rasul

Sesampainya jemaah ke pelataran masjid, kembang api menyala. Kembang api itu menyala di gelapnya malam. Sedangkan MC, segera maju dan mengambil mikrofon. Ia membacakan runtutan kegiatan malam itu. Kemudian ia membuka acara dengan membaca Al-Fatihah. Setelahnya, MC memberikan waktu kepada perwakilan majelis keluarga untuk memberikan sambutan.
Drs, KH. Khoiruddin, Ak. Msi., menjadi perwakilan majelis keluarga An-Nur II. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa hujan ini bukanlah perkara buruk. Malahan beliau mengatakan jika hujan merupakan rahmat Allah SWT. “Rahmat yang luar biasa.” Kata beliau.
Menurut beliau, meski hari itu hujan terus mengguyur, ketika jemaah tiba ke An-Nur II hujan mereda. Hal ini beliau katakan sebagai berkah doa dari orang-orang yang mengunjungi makam Rasul SAW. Oleh karenanya, meski lantai depan masjid masih basah, meski paving–nyajuga basah, acara tetap berjalan ini merupakan berkah.
Kemudian beliau menyarankan santri-santri dan hadirin sekalian dari pihak keluarga untuk memperbanyak selawat kepada Nabi SAW. Tujuannya-kata beliau-agar bisa mudah menemukan jalan menuju Masjidil Haram, agar tahun depan dapat menziarahi makam Rasul.
MC kemudian mempersilakan ketua rombongan ziarah rasul ke-16, Kiai Ahmad Zainuddin M.M., untuk memberikan sambutan.
Beliau memberikan apresiasi kepada seluruh santri yang bersedia menunggu kedatangan rombongan ini. “Masya Allah pengorbanan mulai hujan hingga larut malam.” Ungkap beliau. Melihat hal ini beliau berdoa agar pengorbanan dari para santri ini, Allah mencatatnya sebagai amalan yang baik. Beliau juga berdoa agar santri-santri mudah untuk berangkat umrah.
Kemudian beliau membacakan bait dari Burdah karangan Imam Al-Bushiri. Bait itu isinya begini: “Tiada bau yang lebih wangi dari sebuah tempat yang di dalamnya terdapat jasad Rasulullah SAW. Sungguh bahagia orang yang menziarahi Rasul dan sungguh bahagia juga orang yang hidup di samping Rasul.” Kemudian beliau berharap agar para jemaah bisa merasakan kebahagiaan itu, bahagia karena berziarah Rasul.
Setelah itu MC mempersilakan KH. Syamsul Arifin untuk memimpin doa. Acara pada malam itu pun tuntas segala kegiatannya dengan akhiran doa.
0341-833235 (kantor pondok)
+62 852-3644-6126 (humas pondok)
+62 813-3476-9069 (humas pondok khusus untuk kunjungan)
No. Rek. BNI a/n An Nur 2: 4321-1979-02
(Ahmad Firman Ghani Maulana/Mediatech)