Menolak Gaul Demi Mengikuti Haul

jemaah haul keenam berdiri

“Gaul hanya gelar yang tidak merubah apapun di kehidupan saya. Kalau barokah dan doa Kiai Bad tidak perlu dipertanyakan manfaatnya.” Ungkap Achmad Fuadi saat wawancara bersama tim Mediatech.

Pada perayaan Haul ke-6 Almaghfurlah RKH. M. Badruddin Anwar kemarin, Sabtu, 24 Desember 2022, Tim Mediatech melakukan wawancara bersama salah satu alumni asal Kota Malang. Achmad Fuadi atau akrab dengan sapaan Fuad oleh teman-teman kampusnya, merupakan lulusan 2 tahun lalu dan kini melanjutkan studinya di Universitas Islam Malang (UNISMA).

Ia mengaku sedang dalam masa-masa sibuk, karena mendekati hari-hari ujian dan juga sibuk mempersiapkan materi untuk diklat peserta MABA. “Kalau kesibukan mungkin persiapan ujian ya, sama persiapan diklat MABA besok,” ungkapnya lebih lanjut.

Seperti kebanyakan mahasiswa atau mungkin pelajar-pelajar di luar pondok pesantren, Fuad juga sering mengisi malam minggunya, SatNight, dengan ngopi atau sekedar nongkrong bersama teman-temannya. “Ya biasanya kalau malam minggu ngopi mas, tapi kali ini saya tolak,” ungkap Fuad kepada Tim Mediatech. “Ada sih yang bilang ‘ngapain ikut haul, kek bapak-bapak aja. Mending ngopi biar gaul’, tapi nggak saya tanggapi,” ujar Fuad saat ditanya perihal tanggapan teman-temannya atas penolakannya dengan alasan ikut Haul.

“Gaul hanya gelar yang tidak merubah apapun di kehidupan saya. Kalau barokah dan doa Kiai Bad tidak perlu dipertanyakan manfaatnya.” Ungkap Achmad Fuadi tentang kenapa lebih memilih mengikuti Haul daripada ngopi dan disebut “gaul”.

Upgrade Keilmuan dan Keyakinan Terhadap Barokah Kiai Bad

Fuad termasuk aumni yang rutin mengikuti kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang diselenggarakan oleh pondok pesantren ataupun IKSAN. “Alhamdulillah mas bisa rutin ikut kegiatan seperti Ahad Legi, Zaadil Maad, dan Pasar Waqiah.” Ungkapnya kepada Tim Mediatech.

Ia menyampaikan, dengan mengikuti pengajian dan kegiatan positif lainnya, bisa menambah keilmuan dan keyakinan kita kepada Kiai Bad. “Manfaatnya banyak mas. Kita bisa upgrade keilmuan kita, keyakinan kita kepada Yai Bad juga bertambah, barokah juga bertambah, karena setiap majelis pasti menceritakan hal-hal baru tentang Kiai Bad.” Ungkapnya tentang alasan konsistensinya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan pondok pesantren.

(Muhammad Abror S/Mediatech)

Home
PSB
Search
Galeri
KONTAK