Bandongan Akbar Bersama Kiai Zainuddin Badruddin: Menjalani Hidup Bijak dengan Lāmiyyah Ash-Shafdy
annur2.net – Kitab Lāmiyyah Ash-Shafady karangan Shalahuddin bin Aybaka Ash-Shafady masih membawa banyak makna. Merupakan salah satu karangan ulama sepuh yang wafat pada tahun 764 Hijriah.
Ini pertanda karangan beliau membawa keberkahan. Salah satu maqolah Arab menyebutkan:
كِتَابٌ يَبْقَى ذِكْرُهُ بَعْدَ مَوْتِ مُؤَلِّفِهِ دَلِيلٌ عَلَى بَرَكَةِ عِلْمِهِ وَإِخْلَاصِ نِيَّتِهِ
Artinya: “Kitab yang tetap dibaca setelah wafat pengarangnya adalah tanda keberkahan ilmunya dan keikhlasan niatnya.”
Karangan Syekh Shalahuddin berisi kalam hikmah yang sangat berguna untuk menjalani hidup bijaksana. Hanya berisi 27 bait, tetapi sangat memiliki kemanfaatan luar biasa.
Sabar, Gigih, dan Akhlak Rahasia di Balik Kesuksesan
(Bait Ke-1)
الجد في الجد والحرمان في الكسل # فانصب تصب عن قريب غاية الأمل
“Keberuntungan selalu berpihak kepada orang yang bersungguh-sungguh dan halangan selalu menetap pada pemalas.”
Pada pembukaan kitab, Syeikh Al-Shafady mengungkap kedatangan keberuntungan kepada orang yang bertekad dalam mencapai tujuannya. Para pemalas hanya akan terhalang dari apa yang akan dikerjakan.
***
(Bait Ke-2)
واصبر على كل ما يأتي الزمان به # صبر الختام بكف الدارع البطل
“Apapun yang terjadi dalam kehidupan harus kita hadapi dengan sabar. Perumpamaan sabar, seperti pedang yang terus ksatria dipegang untuk perang dan menebas musuh.”
Kesabaran juga kunci dari kesuksesan seseorang. Dengan sabar menghadapi berbagai cobaan hidup demi cita-cita.
من صبر ظفر
“Dia yang sabar akan meraih kesuksesan.”
***
(Bait Ke-3)
وجانب الحرص والأطماع تحظ بما # ترجو من العز والتأييد في عجل
“Jauhilah sifat rakus dan tamak, maka dalam waktu dekat kamu akan menjadi orang mulia.”
Orang sukses pasti juga mulia. Cara mendapat kemuliaan dengan menjauhi sifat rakus dan tamak.
***
Hidup Tentram Ala Lamiyyah Ash-Shafady
(Bait Ke-4)
ولا تكونن على ما فات ذا حزن # ولا تظل بما أتيت ذا جذل
“Janganlah engkau bersedih atas apa yang telah berlalu, dan jangan pula terlalu bergembira atas apa yang telah engkau peroleh.”
Inti ketenangan hidup adalah tidak menyesali hal yang telah berlalu. Itu hanya akan membebani akal pikiran kita. Kegembiraan yang keterlaluan juga harus dihindari. Sebab harta yang kita peroleh merupakan barang yang gampang rusak daripada amal ibadah.
***
(Bait Ke-5)
واستشعر الحلم في كل الأمور ولا # تسرع ببادرة يوما إلى رجل
“Bijaksanalah dalam mengambil setiap keputusan. Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan.”
Pengambilan keputusan memang butuh konsentrasi yang sungguh-sungguh. Maka dalam kitab Fath Al-Qarib (Kalau gak salah mas rik) menjelaskan tata cara pemimpin mengambil keputusan.
Di antaranya tidak boleh saat merasa sangat marah atau saat sangat gembira. Agar keputusan yang diambil memang sesuai dengan ketentuan tanpa ada campur tangan emosi.
***
Kunci Ketenangan Paham Sekitar
(Bait Ke-6)
وإن بليت بشخص لا خلاق له # فكن كأنك لم تسمع ولم يقل
“Jika engkau mendapat ejekan dari orang lain tidak berakhlak, jadikan dirimu seolah tidak mendengarnya dan tidak berbicara dengannya.”
Setiap orang yang mendapat celaan orang lain, dia mendapat kiriman pahala dari orang tersebut. Balasan itu ia dapat seandainya tidak merespon celaan tersebut.
***
(Bait Ke-7)
ولا تمار سفيها في محاورة # ولا حليما لكي تنجو من الزلل
“Janganlah kita berdebat bersama orang bodoh dan jangan mendebat orang pintar.”
Berdebat dengan orang bodoh hanya dapat melelahkan otak tanpa ada keuntungan untuk diri. Sedangkan kepada orang yang lebih pintar begitu pula. Agar kebodohan kita tidak nampak. Seharusnya yang kita lakukan adalah belajar bersama dengan orang pintar.
***
(Bait Ke-8)
ولا يغرتك من تبدو بشاشته # إليك خداعا فإن السم في العسل
“Jangan mudah tertipu dengan bungkus luar yang tampak bagus. Karena seringkali racun terdapat pada racun.”
***
(Bait Ke-9)
وان أردت نجاحا أو بلوغ مُنى # فاكتم أمورك عن حاف ومنتعل
“Kalau punya hajat (cita-cita) itu harus disimpan. Kalau mengumbar itu akan ada orang yang berusaha menghancurkannya”
Ini senada dengan hadis Nabi Muhammad saw:
اسْتَعِينُوا عَلَى قَضَاءِ حَوَائِجِكُمْ بِالْكِتْمَانِ، فَإِنَّ كُلَّ ذِي نِعْمَةٍ مَحْسُودٌ
Artinya: “Mintalah pertolongan dalam menyelesaikan urusan-urusanmu dengan cara merahasiakannya, karena setiap orang yang memiliki nikmat pasti akan ada yang iri kepadanya.”
***
(Bait Ke-10)
إن الفتى من بماضي الحزم متصف # وما تعوَّدَ نقص القول والعمل
“Jangan menetap di tempat yang terlihat nyaman. Sebelum kita memastikannya. Seperti kondisi lingkungan alam dan tetangga sekitar.”
Syekh Shalahuddin Aybak Ash-Shafady mengajarkan kepada kita bahwa kunci kehidupan adalah kesungguhan, kesabaran, dan ketenangan hati. Orang yang gigih akan berhasil, orang yang sabar akan mulia, dan orang yang bijak akan tenteram hidupnya.
(Abu Raihan Efendi/Mediatech An-Nur II)
