Berpuasa tidak mengurangi semangat para santri putri Annur 2 dalam mengaji. Seperti biasa pengajian kitab Annur Albadary di kamis pagi ditemani oleh dinginnya pagi. Kali ini bab yang dikaji adalah membahas seputar menimbun yang seperti biasa dikaji oleh santri Annur 2 putri serta Al- Mukarrom DR.KH. Fathul Bari,SS.,M.Ag. Menimbun yang dimaksud disini adalah menimbun banyak makanan pokok hingga langka dan menyebabkan orang lain tidak mendapatkannya atau bisa dibilang dzolim pada orang lain.
Hadits yang pertama, diriwayatkan oleh Ma’mar bin Abdullah bahwasannya Rasulullah bersabda: ‘’tidaklah menimbun makanan kecuali orang yang berbuat dosa” HR.Muslim. Maka dari itu seorang yang yang menimbun makanan pokok akan mendapat dosa karena menjadikannya dzolim kepada oranng lain. Seperti yang disebutkan dalam hadits lain bahwasannya: ”Barang siapa yang menimbun makanan maka dia sama halnya dengan dia membunuh semua orang”. tak hanya diibaratkan membunuh satu dua orang saja namun dia diibaratkan dengan membunuh banyak orang karena dia menimbun makanan pokok tersebut hingga banyak orang yang bisa jadi menjadi korban atau mungkin bisa sampai meninggal dunia.
Hadist yang kedua, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwasanya nabi bersabda:” Barangsiapa yang menimbun makanan selama 40 malam maka dia akan bebas dari Allah dan Allah akan bebas darinya” HR. Ahmad. Babas yang dimaksud pada hadits ini adalah orang tersebut jauh dari Allah dan pada hari kiamat Allah tidak mengenalinya, otomatis jika Allah tidak mengenalinya maka Allah enggan memberi rahmat kepadanya. Tidak hanya rahmat Allah saja yang menjauh drinya namun kebaikanpun enggan masuk pada hatinya. Seperti yang dikatakan oleh sayyidina Ali,”bahwasannya barang siapa yang menimbun makanan maka hatinya akan keras”.
Maka dari itu kita harus menjaga dari berbuatan yang tercela apalagi dibulan yang dikelilingi pahala yakni bulan ramadhan jangan sampai pahala puasa kita terkurangi oleh perbuatan-perbuatan tercela. Menimbun makanan tidak boleh, lalu menimbun apa yang diperbolehkan? Menimbun yang diperbolehkan salah satunya adalah menimbun pahala karena pahala tidak akan kehabisan stok karena langka. Semoga kita senantiasa dijaga dari apa yang membuat kita jauh dari naungan Allah SWT. Amiin.
#Mediatech
(Eka Abida/Mediatech Putri)