Mengingat Sunah Salat yang Mulai Dilupakan

Monggo ngurip-nguripi sunah Nabi (Ayo menghidupkan sunah Nabi).” Demikian tutur Kiai Ali Makki dalam pengajian Ahad Legi, Ahad, 21 April 2019.

Sebagaimana pada umumnya, salat memiliki rukun dan sunah yang dapat menambah pahala dalam salat. Namun, kebanyakan orang saat ini banyak yang meninggalkan sunah salat. Padahal di dalamnya banyak sekali manfaat dan pahala yang dapat menerangi hati. Sebab hal tersebut termasuk dalam amal saleh. Untuk itu, dalam mauidloh hasanahnya, Kiai Ali mengingatkan para jamaah agar senantiasa melakukan sunah salat yang kini mulai ditinggalkan.

Sunah Salat yang Mulai Dilupakan

Pertama adalah bersiwak. Dalam kitab taqrirotusy Syadidah Fi Qismil Ibadah dijelaskan banyak sekali manfaat bersiwak. Di antaranya yaitu, membersihkan mulut, mengurangi bau mulut, memperlambat pertumbuhan uban dan yang paling besar adalah dimudahkannya membaca syahadat ketika akan meninggal.

“Dianggap besar sebab di dalam kitab Tambighul Ghofilin disebutkan banyak orang yang saat hidup dengan mudahnya membaca dua kalimat syahadat. Namun, saat akan meninggal, sangat sulit mengucapkannya,” imbuh kiai asal Malang itu.

Kedua, memakai kopiah putih. Dalam suatu hadis Nabi pernah berkata, “Salat dua rakaat dengan memakai imamah lebih baik daripada salat tujuh puluh rakaat tanpa memakai imamah.” Dan memakai kopiah putih, menurut salah satu kitab salaf, sama halnya dengan memakai imamah. Oleh karena itu, dengan memakai kopiah putih kita bisa mendapat pahala seperti yang dikatakan dalam hadis di atas. “Tapi, jangan ingin disegani orang saat memakai kopiah putih,” nasihat Kiai Ali.

Ketiga, mengisi saf depan. “Jangan menunggu iqomah! Apalagi di Mekkah, gak bakan dapat saf pertama karena banyak orang di sana,” ujarnya yang kemudian disusul dengan tawa para hadirin. Dalam hal mengisi saf pertama, Allah dan para malaikat selalu memberikan rahmat ampunan bagi yang lelaki mengisinya. Keterangan ini beliau ambil dari hadis Rasulullah Saw.

Yang keempat adalah merapatkan saf. Dikutip dari hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Kiai Ali mengingat para jamaah agar senantiasa merapatkan saf saat salat. Sebab jika melonggarkan saf salat, akan membuat salat jamaahnya menjadi makruh. Dan dalam keterangan di kitab I’anatut Tholibin, orang yang jamaahnya makruh akan gugur pahala 27 drajatnya. Sayang kan?

Mauidloh hasanah pun ditutup dengan doa Kafarotul Majlis. Subhanakallah humma  wabihamdika… asyhadualla ilaha illa anta… astaghfiruka wa atubu ilaik…

(Mumianam/Media-tech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: