Mengenal Pasar dan Etika Memasukinya

PASAR WAQIAH

Nabi pernah bersabda bahwa tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar. Meski begitu, dalam makna kontekstual, yang dibenci sebenarnya bukanlah tempatnya, melainkan apa yang diperbuat di dalamnya. sebab di dalamnya banyaknya tindak penipuan penjual kepada pembeli atau pun sebaliknya.

Pasar dalam bahasa arab disebut dengan suuq. Kata ini bisa dilihat dari susunan hurufnya sama dengan bentuk jamak kata saaq, yaitu suuq, yang berarti betis. Disebutkan oleh Nu’ma Uluw: “Suuq adalah tempat jual beli. Dinamakan dengan ‘Suuq’ karena manusia digiring masuk ke pasar dan mereka di sana berdiri bertumpu pada betisnya.” (Kitab Majalah Al-Jamahir).

*Tempat Paling Jelek*

Pasar menurut pandangan banyak orang merupakan tempat untuk melakukan jual beli. Di pasar mereka dapat menjual dan membeli barang barang yang mereka inginkan. Mengenai hal ini, Nabi Muhammad Saw. juga mengeluarkan pendapatnya tentang pasar. Beliau bersabda:

أحب البلاد إلى الله مساجدها، وأبغض البلاد إلى الله أسواقها

“Daerah yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjid-Nya. Dan daerah yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasar-Nya.” (H.R. Muslim  671).

Sebelum meriwayatkan hadist ini beliau ditanya oleh salah satu sahabat, “Di mana sebaik-baiknya tempat dan di mana paling buruknya tempat?” Beliau menjawab “Tidak Tahu.” Ketika beliau bertemu dengan malaikat jibril beliau menanyakan pertanyaan itu kepadanya. Malaikat Jibril menjawab, “Tak tahu.” Lalu malaikat Jibril bertanya kepada Alah tentang hal tersebut. Setelah mendapatkan jawaban dari Allah, Malaikat Jibril segera menyampaikannya kepada Rasulullah hingga sampai kepada kita.

Sebab itulah diriwayat lain disebutkan bahwa beliau bersabda:

لا تكونن إن استطعت أول من يدخل السوق ولا آخر من يخرج منها فإنها معركة الشيطان وبها ينصب رايته

”Jika anda mampu, janganlah menjadi orang yang pertama kali masuk pasar. Jangan pula menjadi yang terakhir keluar darinya. Sebab pasar adalah tempat perangnya setan. Di sanalah ia menancapkan benderanya.” (H.R. Muslim: 2451).

*Keadaan Pasar*

Sebenarnya tidak ada alasan yang pasti mengenai pasar yang dianggap sebagai tempat terburuk di dunia. Karena sebenarnya pasar hanyalah tempat untuk berdagang. Bukan tempat yang digunakan untuk melakukan keburukan. Akan tetapi, dalam mengaplikasikanya sering kali terjadi salah penggunaan.

Banyak orang yang berdagang di pasar tapi tidak menjual dagangan mereka dengan benar dan sesuai dengan apa yang diajarkan. Mereka sengaja menaruh barang-barang yang baik di atas dan yang buruk berada di bawah. Sehingga terlihat seolah-olahsemua yang mereka jual adah barang-barang yang baik saja. Atau mereka dengan sengaja mengurangi takaran setelah ditimbang. Sebab itu Allah Swt. menurunkan ayat yang artinya:

“(1)Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (2)(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. (3)Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”. (Al-Muthaffifin 1-3).

Diceritakan, suatu ketika, Rasulullah sedang berjalan di pasar. Lalu beliau menghampiri salah satu penjual makanan pokok (seperti beras). Tak disangka, beliau memasukkan tangannya ke dalam tumpukan makanan itu. Beliau mendapati bahwa makanan itu basah. mengetahui hal itu, beliau bertanya kepada Si Pedagang, “Apa ini? “ Penjual menjawab, “ini adalah makanan yang terkena hujan.” Beliau pun bersabda:

أَفَلَا جَعَلْتَهُ فَوْقَ الطَّعَامِ كَيْ يَرَاهُ النَّاسُ مَنْ غَشَّ فَلَيْسَ مِنِّي

“Alangkah baiknya engkau meletakannya di bagian atas agar orang-orang (para pembeli) bisa melihatnya. Sungguh, barangsiapa yang menipu kami (kaum muslimin), maka ia bukan bagian dari kami.” (H.R. Muslim)

*Anjuran Berdagang*

Di sisi lain, Rasulullah bersabda:

عليكم بالتجارة فإن فيها تسعة أعشار الرزقة

“Hendaklah kalian berdagang. Karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rezeki.” (Kitab Al-Mughni ‘an Hamlil Asfar).

أَطْيَبُ الْكَسْبِ عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ

“Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur.” (H.R. Ahmad)

Dengan adanya kedua hadis ini, dapat diambil kesimpuan bahwa pasar itu sama saja dengan tempat biasa lainnya. Dan yang tercela bukanlah pasarnya sendiri, melainkan perbuatan yang mereka lakukan di pasar. Mendatangi pasar bukanlah hal tercela karena Rasulullah sang teladan juga pergi ke pasar. Demikian pula para Nabi lainnya. Allah berfirman:

وَمَآ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّآ اِنَّهُمْ لَيَأْكُلُوْنَ الطَّعَامَ وَيَمْشُوْنَ فِى الْاَسْوَاقِۗ وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً ۗ اَتَصْبِرُوْنَۚ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيْرًا

“Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu (Muhammad), melainkan mereka pasti memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar? Dan Tuhanmu Maha Melihat.” (Q.S. Al-Furqan: 20)

Bukan hanya para Nabi saja yang pergi ke pasar, Allah juga melakukan transaksi jual beli. Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri mau-pun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (Q.S. At-Taubah: 111)

Diriwayatkan dari Anas bin malik bahwa Rasululah bersabda:

ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالاً. فَيَقُولُونَ: وَأَنْتُمْ وَاللهِ، إِنَّ فِى الْجَنَّةِ لَسُوقًا يَأْتُونَهَا كُلَّ جُمُعَةٍ فَتَهُبُّ رِيحُ الشَّمَالِ فَتَحْثُو فِي وُجُوهِهِمْ وَثِيَابِهِمْ فَيَزْدَادُونَ حُسْنًا وَجَمَالاً فَيَرْجِعُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ وَقَدِ ازْدَادُوا حُسْنًا وَجَمَالاً فَيَقُولُ لَهُمْ أَهْلُوهُمْ: وَاللهِ، لَقَدِ لَقَدِ ازْدَدْتُمْ بَعْدَنَا حُسْنًا وَجَمَالاً

“Sesungguhnya di surga ada pasar yang didatangi penghuni surga setiap Jumat. Bertiuplah angin dari utara mengenai wajah dan pakaian mereka hingga mereka semakin indah dan tampan. Mereka pulang ke istri-istri mereka dalam keadaan telah bertambah indah dan tampan. Keluarga mereka berkata, ‘Demi Allah, engkau semakin bertambah indah dan tampan.’ Mereka pun berkata, ‘Kalian pun setelah kedatangan kami dari pasar semakin bertambah indah dan cantik’.” (H.R. Muslim)

*Doa Masuk Pasar*

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Al-Hakim disebutkan doa hendak memasuki pasar:

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Dalam suatu riwayat, siapa orang yang membaca doa di atas ketika masuk pasar, maka Allah akan mencatat untuknya satu juta kebaikan dan menghapuskan darinya satu juta keburukan serta mengangkat satu juta derajat.

(Didin/Lingkar Pesantren)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: