Mengantar Para Tamu Allah

Ziarah Rasul X.

Tepat satu tahun yang lalu, 19 November 2017, dua puluh empat jama’ah umrah “Ziarah Rasul” yang ke-7 diberangkatkan. Dan hari ini, Senin, 19 November 2018, jamaah umrah “Ziarah Rasul” yang ke-10, berangkat ke tanah suci.

Ziarah Rasul merupakan salah satu kegiatan rutin pondok pesantren yang didirikan langsung oleh Almaghfurlah KH. M. Badruddin Anwar tujuh tahun silam, dan kali ini merupakan pemberangkatan yang ke sepuluh kalinya. Membangun jamaah umrah ini, merupakan bentuk kecintaan beliau kepada Nabi Muhammad SAW, dan kerinduan beliau terhadap tanah suci. Bahkan beliau memaksakan diri untuk berangkat umrah meskipun dalam keadaan sakit.

Mulai Berangkat

Pemberangkatan dimulai setelah sholat subuh dengan pembacaan tahlil dan yasin di maqam Almaghfurlah. Sementara itu, para pengiring dan ribuan santri menunggu di depan masjid dengan membaca Qasidah Burdah yang diiringi oleh tim hadroh pondok pesantren. Setelah itu, para jam’ah turun ke halaman masjid untuk mengikuti rentetan acara selanjutnya.

Di depan ribuan santri, pengiring, dan jama’ah “Ziarah Rasul”, Ag. H. Khoiruddin sebagai perwakilan Majelis Keluarga berkenan memberikan sambutan. Beliau membuka sambutannya dengan membaca talbiah secara bersama-sama. Harapanya supaya semua yang hadir juga dapat menunaikan ibadah umrah.

“Semoga dengan mengantar dan mendoakan para jamaah yang akan menunaikan ibadah (umrah), para santri semuanya dapat menunaikan di tahun-tahun yang akan datang,” do’a beliau.

Seiring dengan do’a tersebut, beliau berharap para santri nanti juga dapat berangkat umrah bersama jamaah “Ziarah Rasul.” Selain karena fasilitas yang memadai, jamaah umrah ini juga merupakan warisan dari KH. Badruddin Anwar, sehingga dapat menambah keberkahan.

Sambutan Kepada Jamaah

Ketua rombongan Ziarah Rasul yang juga sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II “Al-Murtadlo”, Dr. KH Fathul Bari, M. Ag. mewakili para jama’ah untuk memberikan sambutan. “Kami semua jama’ah “Ziarah Rasul” meminta tolong untuk menjaga keluarga dan rumah kami, selama kami tidak ada di rumah. Dalam hadist nabi diterangkan, barang siapa yang mengganti posisi orang yang umroh untuk menjaga keluarga, rumah, ladang, dan yang lainnya. Orang tersebut akan mendapat pahala seperti apa yang didapat orang yang umroh,” ujar beliau.

Sebelumnya, beliau juga menyampaikan bahwa pemberangkatan ini merupakan pemberangkatan pertama di tahun 2018. Dan rencananya, akan ada pemberangkatan lainnya di bulan Januari 2019, dan Februari 2019 nanti. “Nanti insyallah di bulan Ramadan juga akan ada pemberangkatan,” ujar beliau.

Rencananya, para jama’ah akan tiba di Bandara Ir. Juanda, Sidoarjo pukul 11.00 WIB dan akan take off pada jadwal yang telah ditentukan. Diperkirakan para jama’ah akan tiba di Saudi Arabia setelah menempuh 10-12 jam perjalanan. Namun, sebelum berangkat, terlebih dahulu jamaah menunaikan salat di Masjid An-Nur II.

Para jam’ah akan tinggal disana selama 9 hari. Di Madinah mereka akan menginap di hotel Hilton Suite (bintang 5) dan di hotel Al-Haram (bintang 5) ketika di Makkah. Dijadwalkan, mereka akan kembali ke tanah air pada tanggal 27 November 2018 mendatang.

(MFIH/Media-Tech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: