Untuk menyemarakkan Isra Mikraj, ketua ekstrakurikuler dan maha santri STIKK (Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning) An-Nur II mengadakan acara Musabaqah Isra mikraj di kawasan Pondok Pesantren Wisata An-Nur II “Al-Murtadlo”. Acara ini bertema “Menuju Generasi Penerus Anbiya dengan Gema Saleh dan Berprestasi” dengan lomba-lomba yang mengasah akademik dan seni.
Musabaqah Isra mikraj berlangsung dari pagi hingga sore pada hari Sabtu, 18 Februari 2023. Dalam satu hari ini, sebanyak enam perlombaan terlaksanakan secara langsung. Perlombaan tersebut meliputi MQK (Musabaqah Qiroah Al-Kutub), khitobah, qiroah, Al-Banjari, menggambar, dan kaligrafi.
Selain memeriahkan Isra Mikraj, perlombaan ini juga bertujuan untuk mencari potensi generasi penerus setiap bidang lomba. Ustaz Rafif menerangkan, “Menumbuhkan rasa akademiknya anak-anak…. Jadi mengasah baca kitabnya anak-anak, kemampuan khitobah-nya teman-teman, seninya teman-teman terkait Banjari, seni musik atau seni lukisnya kayak kaligrafi…. Pingin-nya kan mewadahi itu, biar nanti dari pondok, ternyata An-Nur II ini punya potensi yang bisa di-up”
Tempat setiap perlombaan pun berbeda-beda. Lomba MQK berada di gedung IKSAN, menggambar dan kaligrafi di kantor pusat lantai 3, Al-Banjari di Aula Ya Matin, khitobah di gedung SMP An-Nur Al-Jaahir lantai 1, dan qiroah di gedung yang sama lantai 2. Penempatan yang berpencar ini memiliki alasan tersendiri untuk setiap lombanya.
Vibe dan Goal Musabaqah Isra Mikraj
Ustaz Rafif Diva menjelaskan, “Ketika nanti lomba itu biar teman-teman punya vibe tersendiri.” Contohnya lomba menggambar dan kaligrafi berada di gedung kantor pusat lantai 3 karena memiliki suasana yang tenang dan jauh dari keramaian. Lomba Al-Banjari pun di Aula Ya Matin karena ruangnya yang luas dan memiliki panggung, sekaligus menjadi tempat acara puncak di sore hari.
Oleh karena tempat yang berpencar, setiap perlombaan memiliki penanggung jawab lomba dan 2-3 panitia pendamping. Ada pula yang melakukan tugas lainnya di tempat pusat. Total seluruh panitia kurang lebih 40 mahasantri STIKK.
Dari segi peserta, para santri sangat antusias mengikutinya. Qiroah dan khitobah masing-masing 52 peserta, menggambar dan kaligrafi total 70 peserta, Al-Banjari ada 14 tim, dan MQK kurang lebih 70 peserta. Saking semangatnya, satu kelas ada yang mengirimkan dua delegasi.
Setiap kelas mengirimkan satu delegasi setiap lomba kecuali Al-Banjari. Pada lomba ini, tim yang terbentuk bebas. Sebagaimana ucapan Muhammad Nashrus Syafa, PJ. Lomba Al-Banjari,“Tim bebas, bisa campur per kelas, per kepala kamar, per angkatan. Cek e ada potensi. Cek e banjari di An-Nur II gak mati. Jadi dikumpulkan jadi satu cek e duwe pengalamane.”
Acara pun berakhir dengan pembagian hadiah pada sore hari di Aula Ya Matin. Ustaz Rafif mengungkapkan kesannya, “Pasti senang. Terus yang kedua surprise.” Ustaz Rafif menyampaikan dengan kata “surprise” karena ia cukup terkejut. Ia melihat peserta yang cukup banyak padahal dengan persiapan acara hanya satu minggu. “Kisaran satu minggu…. Sabtu ke Sabtu lagi, itu persiapannya di sana. Termasuk teman-teman yang lomba semuanya itu juga dalam satu minggu,” ungkapnya.
(Riki Mahendra Nur C/Mediatech)
