Mencegah Corona Lahir dan Batin

Mencegah Corona Lahir dan Batin
Seorang santri diuji suhu tubuhnya dengan thermo gun

Mencegah Corona Lahir dan Batin

Pencegahan Batin

Sebanyak sembilan puluh santri SMP dari asrama Billah satu merapalkan lantunan selawat tibbil qulub secara serempak dengan berkeliling area Pondok Pesantren An-Nur II, Sabtu (21/3) malam. Kegiatan yang bermula di Billah satu menuju penjuru pondok ini berjalan dengan lancar tanpa adanya halangan apapun. Kegiatan ini tidak mengganggu santri lain yang sedang mengaji. Sebab kegiatan ini dilakukan secara efektif, hanya melalui titik daerah tertentu yang sekiranya tak mengganggu santri lain.

kegiatan ini merupakan amanat dari pengasuh yang disampaikan oleh Ustaz Irfan, kepala ma’hadiyah yang menangani kegiatan ini. Sementara itu, perwakilan kepala kamar daerah Billah, yakni Ustaz Firli dan Ustaz Hasan lah yang memimpin dan mengatur jalannya kegiatan tersebut. “Waktu pelaksanaannya dimulai dari setelah Magrib hingga menginjak waktu Isya,” ujar Ustaz Irfan.

Pada kegiatan ini para santri membaca istighfar sebanyak seribu kali. Di setiap seratus kali pembacaan istighfar, diselingi dengan lantunan selawat Tibbil qullub sebanyak tujuh kali. Setelah berakhirnya kegiatan ini, pengajian diniyah tetap dilaksanakan setelah Isya. Tujuannya adalah untuk membentengi pondok supaya kuat dari ancaman luar, terlebih sekarang virus Corona sedang mewabah.

Selawat keliling ini dilakukan secara bergilir. Tak hanya santri SMP saja yang melakukan kegiatan ini, tapi santri SMA juga mendapatkan bagian di kemudian hari. Rencananya, kegiatan tersebut berangsur tanpa henti selama pengasuh belum mengamanatkan untuk berhenti. “Inisiatif ini didorong oleh adanya dukungan para santri. Berkatnya kegiatan berjalan dengan baik dan insyaallah akan membuahkan hasil bagi santri An-Nur II,” imbuhnya.

Pencegahan Lahir

Selain pencegahan secara batin, pondok pesantren juga melakukan aksi preventif Corona secara lahir. Pencegahan dengan menggunakan bahan kimia tetap diupayakan untuk menjamin kesehatan bagi para santri. Disinvektan yang merupakan cairan kimia untuk membasmi bakteri atau virus mulai digalakkan sejak sore hari.

Sebanyak tujuh santri mendapatkan amanah dari kiai Zainuddin. Mereka diamanahi untuk menyemprotkan disinvektan di lingkup pondok pesantren. “Diharapkan oleh seluruh santri untuk menjaga kebersihan setiap waktu agar tak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, seperti terinfeksi virus Corona,” ujar salah satu pengurus.

Sebelumnya, tindakan preventif lain juga sudah dilaksanakan. Seperti kunjungan dan akses keluar-masuk pondok pesantren juga sudah dilakukan, sebagaimana maklumat pengasuh tempo hari.

(Arkhan/Mediatech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: