Memikat Pengunjung dengan Bazar

Memikat Pengunjung dengan Bazar

Mata Shaldi Agdita sibuk melihat puluhan pakaian di depannya. Baginya, semua pakaian itu terlihat bagus. Ini yang membuatnya bingung memilih salah satunya untuk ia beli. Walhasil, “Saya pun pergi ke stan lain, beli es Kopyor,” kata santri asal Pekalongan ini sehabis berkeliling bazar, Jumat (23/8) sore.

Menarik Pengunjung

Bazar ini merupakan bagian dari rangkaian acar harlah ke-40 Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo. Menurut ketua pelaksana bazar, Ustaz Galih Dimas Kurniawan, pengadaan bazar ditujukan untuk memikat pengunjung. Karena dengan adanya bazar, orang luar pesantren akan penasaran dengan acara yang diselenggarakan di pesantren favorit ini.

Sebanyak lima belas stan telah berjajar berhadapan sejak Jumat pagi di lapangan pesantren. di sebelah Utara juga disediakan dua stan bagi paguyuban pedagang An-Nur II. Siang harinya, produk mi instan Indomie menambah stan sehingga barisan stan itu membentuk huruf “U”. “Bazar ditaruh di lapangan karena tempat itu merupakan pusat acara,” imbuh Ustaz Galih.

Dalam stan berukuran 9 meter persegi itu berbagai macam barang dijual. Mulai dari makanan khas nusantara hingga khas Jepang. Mulai dari baju muslim hingga baju modern. Semuanya disambut baik oleh para santri dan pengunjung lain.

Selama empat hari bazar akan mewarnai acara harlah. Dibuka jam 8 pagi, para pedagang dipersilahkan menutup stannya pada jam 4 sore. Namun, ketika acara Osmana 4 dan acara puncak, stan boleh dibuka sampai jam 9 malam.

Pria 22 tahun itu berharap dengan adanya bazar ini, acara harlah ke-40 An-Nur II bisa lebih semarak. “Pengunjung dari luar pesantren bisa banyak yang datang,” lanjutnya. Dan dengan andilnya sebagai ketua pelaksana bazar bisa mewujudkan harapannya tersebut.

Tak berselang lama, setelah wawancara selesai, harapan Ustaz Galih untuk memikat pengunjung mulai terkabul. Di tengah bazar terlihat Kasi Intel Korem Letkol Muslikh dan beberapa tentara sedang berbincang bersama beliau pengasuh, Dr. KH. Fathul Bari, S.S., M.Ag. Tak lain, tujuan kunjungannya ini untuk bersilaturahmi dan melihat serangkaian harlah. “Luar biasa! Bazar ini selain menguntungkan pedagang, juga menguntungkan para santri.” Kesan Letkol Muslikh.

Tren Muda di Bazar

Di sisi lain, terlihat ada satu stan yang banyak di kerumuni orang, khususnya para santri. Berada di pojok sebelah Timur, stan itu ditempati oleh distro Zero Heroes. ini merupakan brand besar di Malang Raya yang didirikan pada tahun 2012. Menurut Bapak Sadat, salah satu penjaga stan Zero Heroes, distro digemari karena ciri khasnya.

Bisnis distro saat ini memang sedang menjamur di kalangan pemuda. Bapak Sadat melihat distro sudah menjadi bagian gaya hidup remaja. Karena itu, ia memilih untuk membuka stan di An-Nur II untuk memperluas target pemasaran. “Karena jarang ada yang membuka distro di pesantren,” tambahnya.

Zero Heroes menawarkan banyak pilihan, mulai dari kaos sampai tas trendi. Katon Combed dipilih sebagai bahan utama kaos karena bahannya yang dingin dan nyaman dipakai. Selain itu, desain unik panda selalu menyertai setiap barang sebagai pembeda dari brand lain.

Arkham, santri 5 Diniyah, memilah-milah baju di stan Zero Heroes. Ia ingin membeli salah satu kaos dari merek yang ia rasa sudah terkenal itu. Dipilihlah salah satu kaos dengan motif panda. “Supaya lebih trendi,” katanya dengan ekspresi senang setelah mencoba kaos yang ia beli itu.

(Mumianam/Adam/Mediatech An-Nur II)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: